KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Meminta izin


__ADS_3

Fisya terbangun dari tidur oleh suara dan getaran handphone yang berdering untuk satu panggilan masuk


"Ya? " fisya menggosok matanya dan terbangun


"Fisya ini lisa aku ingin tau apakah kau masih bekerja di tokoh kue?" Suara lisa bergema di telinga fisya


Astaga! Aku lupa


Fisya menepuk keningnya


"Iya aku akan bekerja hari ini!" Fisya bergegas mandi dan bersiap


Seperti ada yang berbeda pagi ini fisya berusaha menyadari itu


Dan saat ia melihat kecermin yang memantulkan bayangan kasur berantakkan itu barulah ia tersadar


Dimana tuan hans?


Tak ambil hirau


Fisya menyisir rambutnya dengan cepat dan hendak pergi ke aula tamu


Saat ditengah tengah tapakkan tangga fisya melihat andre yang berjalan ke arahnya


"Eh...andre! Dimana tuan hans" tanya fisya


"Tuan hans ada dimeja makan nona" ucap andre membungkuk meninggalkan fisya


Ya sebaiknya aku meminta


izin kepada iblis itu

__ADS_1


Fisya berjalan ke ruang makan dilihatnya dimeja makan hans bersama dengan dua tamu wanita cantik nan sexy duduk di sampingnya seakan akan sedang menggoda dirinya


Apa lagi ini


"Taun hans!...hari ini fisya mau kerja" fisya menunduk enggan melihat kelakuan dua wanita yang berusaha keras menggoda hans


"Benarkah!?" Tanya hans yang sibuk dengan wanita wanita itu


"Duduklah sebentar" ucap hans menguji fisya


Lelaki ini!


Yang benar saja,apa dia gila?


Terpaksa fisya duduk disebelah salah satu wanita itu dan menunduk


Sangat enggan melihat hans dengan wanita itu bukan karna ia cemburu! Tapi setiap kali fisya melihat wanita dengan pakaian terbuka seperti ini selalu mengingatkannya akan johan dan mika


Lantas kau ingin aku duduk dimana!?


"Tapi tadi tuan hans bilang..."fisya berdiri dan hendak menuju kursi paling ujung yang letaknya sangat jauh dari hans


"Duduk di sebelahku" perintah hans


Wanita yang akan disimbangi kursi oleh fisya itu berlagak marah seakan akan ia tidak ingin hans didekati oleh siapa pun selain dirinya


Ditambah lagi pakaiyan dan gaya rambut fisya yang tampak sederhana membuat fisya terlihat sangat rendah dimata dua wanita penggoda itu


"Tadi kau ingin kemana?" Tanya hans usai fisya duduk di sebelahnya


"Tadi fisya izin mau ke tokoh kue" fisya menunduk dan membiarkan rambut itu terjuntai diantara pandangannya

__ADS_1


"Kenapa kesana?" Tanya hans melirik fisya


Lelaki ini benar benar menyebalkan


"Disana fisya kerja" fisya menunduk


Takut akan kemurkaan hans yang selalu datang tiba tiba tampa ada ancang ancang atau berpikir panjang


"Tatap mataku saat aku berbicara!" Hans memukul meja makan melirik fisya dengan tatapan jijik dan kesal


Fisya mengangkat kepalanya dan semakin jelas wajah hans yang tampak sangat menakutkan ketika suasana hatinya sedang tidak stabil


Sedangkan dua wanita yang menyebalkan itu tertawa licik melihat fisya


"Kenapa kau masih ingin bekerja!? Apakah kau kekurangan uang disini? Akan ku suruh Andre mengurus kartu rekening mu" hans memotong daging steak dihadapannya


Fisya terkejut mendengar perkataan hans


Sunggu terdengar rendah dirinya dirumah ini


"Tidak tuan hans! Fisya gak mau ngerepotin tuan hans,fisya gak butuh banyak uang! Fisya cuma mau memanfaatkan waktu luang" fisya mengangkat bahunya seakan akan membenarkan fakta itu


Wanita yang menarik!


"Jika ingin memanfaatkan waktu luang maka belajarlah melayaniku di ranjang" hans tersenyum licik


Apa!


Fisya terkejut ketakutan mendengar perkataan hans yang selalu membuat dirinya merasa berada dineraka dan selalu kehabisan kata kata


"Ya pergilah! Aku tidak peduli, di depan ada beberapa supir yang akan mengantarmu kemana saja! Pilihlah yang kau mau"hans kembali disibukkan oleh dua wanita konyol itu....

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2