
Usai mandi dan membersihkan badan fisya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang di lingarkan di dada dan sehelai lagi untuk mengerikan rambut nya
Dilihat lihat nampaknya hans tengah membuka baju nya
Tubuh kekar hans membuat pandangan fisya susah untuk di alihkan
"Dari mana saja kau semalaman tidak pulang?" Kali ini hans mulai mengeluarkan semua emosi di dalam hatinya
Berjalan mendekat ke arah fisya dan terus memandangi tubuh wanita ini
Terus berjalan hingga membuat fisya mundur beberapa
Dan anehnya lagi setiap kali fisya ingin menghindar dari hans selalu ada dinding yang menghentikan jalan nya
Hans menumpukan tangan ke dinding tepatnya di sebelah kepala fisya
Sembari mendekatkan tubuh dan wajahnya ke insan yang mulai bergemetaran ini
Tuhan! Selamatkan keperawanan ku malam ini
Detak jantung fisya meningkat
Wajahnya memerah dan badan fiaya terasa sangat tengang dengan hans yang berada tepat di depannya tampa menggenakan baju
__ADS_1
Hanya celana kerja nya yang iblis ini pakai
"Apa kau pikir kau bisa lari dari diriku?, ingat kota ini hanya di putarran tangan ku, jadi jangan coba coba untuk melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan!" Kata hans semakin mendekat kan wajah nya sembari memiring sedikit
Fisya sangat tau apa arti dari tingkah hans ini
Ia memejam kan mata nya dan mulai terasa bibir hans yang menyentuh bibirnya dan seketika lelaki ini tiba tiba sangat bergairah, rasanya fisya ingin menghentikan aksi hans namun entah kenapa tubuhnya tidak bisa menolak hans malam ini
"Ingat! Kau adalah milikku dan sekali milikku akan terus menjadi milikku!" Kata hans kembali melu-mat bibir kecil fisya
Perlahan kedua tangan hans menyentuh bagian leher fisya dan turun ke pinggang
Di ke-cup nya leher dan pundak fisya hingga meninggalkan beberapa bekas ******
Saat hendak melepas handuk yang melingkar di dada fisya barulah hans teringat bahwa gadis ini berumur tujuh belas tahun
Dan tidak mungkin untuk mengandung anak hans di umur yang semuda ini
SIAL! Apa yang aku lakukan
Hans berhenti dan memalingkan pandangannya sembari mengelus kepala fisya
"Kau beruntung malam ini, tapi lain kali jika kau melanggar perintah ku maka, aku akan melakukan lebih dari itu!" Kata hans langsung pergi meninggalkan fisya ke dalam kamar mandi
__ADS_1
Aku sangat beruntung
Fisya terdiam kaku memaknai semua kata kata hans lalu tiba tiba Air matanya menetes entah antara prilaku hans malam ini atau keputusannya untuk menerima jorgi tapi yang pasti ia sangat menyesali ke duanya
Jika saja hans tau tentang jorgi
Bisa saja iblis ini menghabisi hidup nya
Ditambah lagi kata kata hans bahwa kota yang fiaya anggap besai ini berada di putarran tangannya
Bearti segala sesuatu di dalam kota ini bisa ia kendalikan
Fisya berdiri dan melihat tubuh nya di cermin
Dilihatnya di bagian leher hingga dada ada bekas memar ******
Nampaknya malam ini benar benar malam keberuntungannya karna hans bisa mengendalikan diri
Ini adalah pelajaran untuk ku!
Jika aku membuat iblis ini murka untuk ke dua kalinya maka hilang sudah keperawanan yang seharusnya aku jaga...
Bersambung-
__ADS_1