KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Memori


__ADS_3

Setelah bangun dari pingsannya, fisya berada di atas kasur,dalam Kamar yang tidak asing,di benaknya hanya ada suara tembakkan, bau amis darah dan teriakkan dari diandra dan lisa.


Saat mengingat hal itu dada fisya terasa sangat sesak, ia terus menyalah diri sendiri atas kejadian yang menimpa hans.


"Tuan hans!" Fisya langsung duduk seketika mengingat hans, mata nya sibuk mencari dimana hans hans, karna fisya benar benar ingin tau bangai mana kabar nya.


"Ternyata kau sudah bangun!" Ucap lisa masuk membawa nampan yang diatasnya ada semangkuk bubur hangat


"Dimana tuan hans?" Tanya fisya menghampiri lisa


"Di rumah sakit! Makanlah dan kita akan segera ke sana" lisa meletakkan mangkuk bubur itu di atas meja lampu


"Apa tuan hans baik baik saja?" Tanya fisya mengambil mangkuk itu


"Tidak perlu khawatir, dokter yang menanganinya cukup ahli, tapi sejak kemarin hans belum bangun! Mungkin karna darah yang keluar dari bahu nya cukup banyak!" Lisa duduk di sebelah fisya


Mendengar itu tentunya fisya semakin mencemaskan keadaan hans, bagaimana jika hans tidak bangun lagi!? Atau dia cacat?


Semua pikiran itu terus melayang layang di benak fisya.

__ADS_1


Dengan cepat fisya memakan bubur di mangkuk yang ia pegang meski fisya tidak menyukai bubur, namun ia memaksakan diri untuk menghabisi nya agar bisa pergi ke rumah sakit untuk menjenguk hans


"Wow! Wow! Santai saja" heran lisa melihat makuk itu sudah kosong tidak bersisa


"Ayo kita ke rumah sakit!" Fisya meneguk setengah segelas air, dan langsung berdiri


"Apa kau yakin? Kau baru saja sadar!"


"Sangat yakin!" Ucap fisya dengan nada yang sedikit tegas


"Yah baiklah!" Lisa mengambil kunci mobil di atas meja lampu dan berjalan ke luar kamar.


Kini mereka menaikki lift untuk turun ke lantai bawah, menuju ke parkiran


"Ayo naik!" Ucap lisa membuka pintu mobil


Tampa pikir panjang fisya langsung masuk dan duduk di sebelah lisa yang tengah menyetir, menjalan kan mobil ini menuju ke jalan lintas.


Diperjalanan mereka hanya berdiam diri, lisa yang menahan diri untuk bercerita tengang banyak hal selama fisya pingsan, sedangkan fisya menahan banyak pertanyaan. khususnya

__ADS_1


* bagaimana kejadian semalam bisa terjadi


" kau pingsan cukup lama" ucap lisa membuka pembicaraan


"Kenapa tuan hans dan kak jorgi bisa bertemu!" Tanya fisya tampa menjawab perkataan lisa atau berbasa basi terlebih dahulu


Lisa menarik nafas dalam dalam


"Waktu itu! Hans datang ke apartemen ku untuk memberikan sebuah dokumen, kemudian tidak lama jorgi menelpon dan meminta hans datang ke gudang itu, kemudian..." lisa mencengkram erat stir mobil nya, sembari menahan marah dan dendam akan jorgi yang telah melukai hans


"Fisya minta maaf!" Ucap fisya menunduk


"Ha!? " heran lisa, bagaimana tidak tampa ada angin dan hujan, tiba tiba saja fisya mengatakan hal itu


"Jika bukan karna fisya! Tuan hans mungkin tidak akan terluka, fisya benar benar minta maaf" kalimat fisya terdengar sangat berat, seakan akan penuh dengan rasa bersalah dan penyesalan.


Namun lisa tidak menyalahkan fisya meski ia tau cerita yang sebenarnya, ia tetap menyalahkan jorgi yang egois karna memaksa fisya untuk tetap bersamanya


"Sudahlah! Itu bukan salah mu...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2