KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Permohonan terakhir


__ADS_3

Fisya memakai gaun malam yang terletak rapi di atas kasur, gaun yang amat mewah dan elegan


Perpaduan warna hitam dan gold sangat cocok dengan tubuh fisya


Rambut indah yang terjuntai membuat gaun itu semakin memancarkan kecantikkan fisya


Dipandangnya dicermin sosok wanita yang tengah terluka dan akan mendapatkan luka yang lebih parah lagi


"Nona fisya!" Ketukan pintu diiringi oleh suara andre


Fisya berpaling dari cermin dan melihat ke arah andre yang membawa sebuah nampan yang berisikan dua cangkir teh dan sebuah cake berbentuk domba putih yang lucu


"Anda meninggalkan kue ini dimobil sudah saya sajikan dengan teh manis" andre meletakkan piring kecil dan segelas teh manis diatas meja rias


"Terimakasi andre" fisya tersenyum melihat andre


Seketika andre tersepesona melihat kecantikkan fisya yang amat mendalam menusuk ke matanya


Begitu serasi insan cantik ini dengan gaun malam nya


"Saya terkesan dengan penampilan anda malam ini" andre membungkuk dan meninggalkan fisya


Fisya membalas sanjungan itu dengan senyuman sembari memandangi cake coklat berbentuk domba putih yang lucu


Terlihat sangat manis dan lezat


Tampak terlihat hangat dengan secangkir teh melati yang menenangkan


"Eee andre!" Tanya fisya berdiri


"Ya nona" terhenti langkah yang amat cepat itu hanya untuk menyambut sebuah panggilan dan setiap pertanyaan

__ADS_1


Baiklah! Kali ini aku harus benar benar memohon pada iblis itu


"Fisya mau tau andre mau kemana!?" Tanya fisya menghampiri andre


"Owh apakah anda menanyakan tugas saya!" Gurauwan bangsawan andre yang sama sekali tidak fisya mengerti


"Hm! Maaf kan saya, saya ingin mengantarkan teh ini kepada tuan hans nona!" Andre membetulkan kaca matanya


Tepat sekali


Fisya mengambil piring cake dari meja dan berjalan ke hadapan andre


"Fisya boleh ikut!?" Fisya menaikkan alisnya


"Tentu nona!" Andre berjalan didepan fisya dan membukakan pintu untuk wanita itu


Mereka berjalan melewati lorong yang panjang dan melalui setiap barisan pintu di dinding


Fisya terus melihat banyang andre memikirkan setiap rencananya untuk membujuk hans, bahkan memikirkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding


Fisya berhenti berjalan berbolak balik didepan pintu besar itu bingung dan takut akan rencananya


Berkali kali ia menyakinkan dirinya untuk membuka pintu dihadapan tetap saja ketakutan selalu menghantui malam


Habislah waktu yang terbuang sia sia oleh pertimbangan akan keputusan fisya hingga tugas andre didalam ruangan kerja hans pun sudah usai


"Nona fisya! Tuan hans ingin anda menemui nya" andre menghadap fisya dan setelah menyelesaikan pesan kalimat hans ia langsung pergi meninggalkan wanita ini sendiri


Agh! Kenapa susah sekali


Baiklah fisya ini rencananya

__ADS_1


Masuk,berbicara,mendapatkan izin


Dan selesai


Fisya membuka pintu itu dan masuk kedalam.


ruang kerja hans yang tampak sangat mewah dimana ruang besar ini hanya ada meja komputer dan beberapa rak buku beserta dengan aset lainnya


"Andre bilang kau ingin menemuiku!" Tanya hans sedang membaca sebuah makalah


"Iya tuan hans" ucap fisya mendekat


Hans menyingkirkan kertas itu dari pandangannya lalu melihat fisya yang tampak sangat sempurna dengan gaun malam yang ia kenakan


Sangat mempesona dan sangat cantik seperti wanita idaman para kelaki


"Hm!..aku suka baju mu, lima menit lagi kita akan berangkat" ucap hans Memandang takjub fisya


Apa lima menit!?


Baiklah fisya jangan membuang banyak waktu


"Taun hans! Boleh fisya minta sesuatu" ucap fisya menjulurkan cake ke arah hans


Hans memandang fisya dengan pandangan yang cukup meremehkan namun disisi lain cake ditangan fisya itu terlihat empuk dengan warna putih bak bulu domba yang menghiasinya


"Ada apa!" Tanya hans cetus mengambil cake itu dan memakannya


Ini kesempatan yang tepat


"Fisya gak usa pergi ya" fisya mengenggam tangannya kebelakang dan besikap menggemaskan memohon kepada hans

__ADS_1


"Tidak!" Singkat jawab hans...


Bersambung-


__ADS_2