
Fisya memakai gaun malam yang terletak rapi di atas kasur, gaun yang amat mewah dan elegan
Perpaduan warna hitam dan gold sangat cocok dengan tubuh fisya
Rambut indah yang terjuntai membuat gaun itu semakin memancarkan kecantikkan fisya
Dipandangnya dicermin sosok wanita yang tengah terluka dan akan mendapatkan luka yang lebih parah lagi
"Nona fisya!" Ketukan pintu diiringi oleh suara andre
Fisya berpaling dari cermin dan melihat ke arah andre yang membawa sebuah nampan yang berisikan dua cangkir teh dan sebuah cake berbentuk domba putih yang lucu
"Anda meninggalkan kue ini dimobil sudah saya sajikan dengan teh manis" andre meletakkan piring kecil dan segelas teh manis diatas meja rias
"Terimakasi andre" fisya tersenyum melihat andre
Seketika andre tersepesona melihat kecantikkan fisya yang amat mendalam menusuk ke matanya
Begitu serasi insan cantik ini dengan gaun malam nya
"Saya terkesan dengan penampilan anda malam ini" andre membungkuk dan meninggalkan fisya
Fisya membalas sanjungan itu dengan senyuman sembari memandangi cake coklat berbentuk domba putih yang lucu
Terlihat sangat manis dan lezat
Tampak terlihat hangat dengan secangkir teh melati yang menenangkan
"Eee andre!" Tanya fisya berdiri
"Ya nona" terhenti langkah yang amat cepat itu hanya untuk menyambut sebuah panggilan dan setiap pertanyaan
__ADS_1
Baiklah! Kali ini aku harus benar benar memohon pada iblis itu
"Fisya mau tau andre mau kemana!?" Tanya fisya menghampiri andre
"Owh apakah anda menanyakan tugas saya!" Gurauwan bangsawan andre yang sama sekali tidak fisya mengerti
"Hm! Maaf kan saya, saya ingin mengantarkan teh ini kepada tuan hans nona!" Andre membetulkan kaca matanya
Tepat sekali
Fisya mengambil piring cake dari meja dan berjalan ke hadapan andre
"Fisya boleh ikut!?" Fisya menaikkan alisnya
"Tentu nona!" Andre berjalan didepan fisya dan membukakan pintu untuk wanita itu
Mereka berjalan melewati lorong yang panjang dan melalui setiap barisan pintu di dinding
Fisya terus melihat banyang andre memikirkan setiap rencananya untuk membujuk hans, bahkan memikirkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding
Fisya berhenti berjalan berbolak balik didepan pintu besar itu bingung dan takut akan rencananya
Berkali kali ia menyakinkan dirinya untuk membuka pintu dihadapan tetap saja ketakutan selalu menghantui malam
Habislah waktu yang terbuang sia sia oleh pertimbangan akan keputusan fisya hingga tugas andre didalam ruangan kerja hans pun sudah usai
"Nona fisya! Tuan hans ingin anda menemui nya" andre menghadap fisya dan setelah menyelesaikan pesan kalimat hans ia langsung pergi meninggalkan wanita ini sendiri
Agh! Kenapa susah sekali
Baiklah fisya ini rencananya
__ADS_1
Masuk,berbicara,mendapatkan izin
Dan selesai
Fisya membuka pintu itu dan masuk kedalam.
ruang kerja hans yang tampak sangat mewah dimana ruang besar ini hanya ada meja komputer dan beberapa rak buku beserta dengan aset lainnya
"Andre bilang kau ingin menemuiku!" Tanya hans sedang membaca sebuah makalah
"Iya tuan hans" ucap fisya mendekat
Hans menyingkirkan kertas itu dari pandangannya lalu melihat fisya yang tampak sangat sempurna dengan gaun malam yang ia kenakan
Sangat mempesona dan sangat cantik seperti wanita idaman para kelaki
"Hm!..aku suka baju mu, lima menit lagi kita akan berangkat" ucap hans Memandang takjub fisya
Apa lima menit!?
Baiklah fisya jangan membuang banyak waktu
"Taun hans! Boleh fisya minta sesuatu" ucap fisya menjulurkan cake ke arah hans
Hans memandang fisya dengan pandangan yang cukup meremehkan namun disisi lain cake ditangan fisya itu terlihat empuk dengan warna putih bak bulu domba yang menghiasinya
"Ada apa!" Tanya hans cetus mengambil cake itu dan memakannya
Ini kesempatan yang tepat
"Fisya gak usa pergi ya" fisya mengenggam tangannya kebelakang dan besikap menggemaskan memohon kepada hans
__ADS_1
"Tidak!" Singkat jawab hans...
Bersambung-