KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Sendirian


__ADS_3

"Aku sangat lelah!" Ujar reza sembari berjalan menerobos masuk ke dalam rumah hans


Ia duduk di kursi perapian sembari memandangi rumah hans, bagitu pula dengan aron yang menyusul duduk di sebelah reza mereka terlihat seperti saudara


"Pergilah mandi!" Perintah hans tertuju ke arah fisya


Fisya mengangguk dan berjalan menapaki satu persatu anak tangga menuju kamar, disela sela perjalanan fisya selalu di ingatkan akan pacar nya yaitu jorgi dan sesekali wajah hans ikut tersirat di benak fisya


Agh!...aku tidak suka hal ini!


Fisya mengacak acak rambut dan menghentikan jalannya,memandang loyo kedua kaki yang di tutupi oleh sepatu putih.


Bukan hanya bingung fisya kerap kali merasa cemas jika saja iblis itu mengetahui tentang jorgi


"Nona fisya! Ada apa!?" Tanya andre yang membawa nampan berisikan beberapa cangkir teh


Fisya mengangkat pandangannya dan menyadari bahwa ia tengah berdiri dengan rambut yang teacak acak di depan kamar andre


"Ah...enggak-fisya cuma lagi, mau ke kamar" kata fisya berusaha memperbaiki suasana

__ADS_1


Namun nampaknya andre tidak begitu yakin dengan alasan yang di lontar kan oleh fisya


"Ini! Mungkin anda akan lebih tenang" andre mengambilkan satu cangkir teh untuk fisya


Fisya mengambil cangkir teh itu dan tersenyum lugu meninggalkan andre dan seribu kebingungannya, fisya berjalan memasuki pintu kamar tampa sepatah kata pun


"Ayo kita ke bar!" Ide cermerlang ini muncul dari benak reza yang tidak puas puasnya


"Aku akan pulang!" Sesontak lisa berdiri setelah mendengar kata itu, jelas saja jika mereka ke bar itu artinya mereka akan bersenang senang dengan beberapa wanita.


"Ya baiklah! Hati hati" aron membenahi mereka bertiga


"Yah! Sudah beberapa minggu ini aku belum mendapatkan wanita yang utuh!" Aron melihat hans dengan tatapan yang sedikit berbeda


"Wanita yang utuh itu memang sudah langkah sekarang!" Kata reza memulai untuk mebeberkan fakta kebenaran


"Bagaimana dengan mu hans? Apa kau sudah...hm... yah kau tau kan" pancing aron ingin kengetahui apakah fisya masih perawan atau tidak semenjak di tangan hans


Hans melirik sinis aron sembari mengangkat secangkir teh nya, berlagak begitu santai dengan kaki yang di lipat

__ADS_1


"Apa maksud mu?" Hans pura pura tidak tau


"Jika kita ingin wanita yang utuh! Maka kita harus menghubungi direktur A, mengingat dia menyimpan beberapa wanita" senyum licik reza


"Aku akan ikut! Kalian hubungi direktur A" hans berdiri hendak berjalan meninggalkan reza dan aron di aula tamu.


Hans berjalan menapakki satu persatu anak tangga, kembali mengingat tingkah aneh fisya di kampus hari ini, hans menyadari fisya tengah menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


Tampa mengetuk pintu atau meminta izin hans masuk ke dalam kamar yang dimana terdapat fisya tengah menganti bajunya di depan lemari, wajah fisya memerah,karna ia hanya menggunakan pakaian dalam saja,


"Ada apa!?" Sirat hans membuka jaz nya


Jantung fisya kembali berdetak kencang


Mulai memikirkan hal aneh tengang hans, ditambah lagi hans tengah membuka baju nya dan menunjukkan tubuh kekar itu.


Jangan jangan! Lelaki ini akan....


Fisya mengambil handuk dan menutupi tubuh kecil yang terbuka, matanya terus memperhatikan hans yang tengah membelakangi dirinya...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2