
Fisya berangkat ke kampus tadi siang, hanya beberapa jam saja, dia ingin memastikan tugas yang diberikan oleh dosen kepadanya.
Begitu pula dengan hans yang berangkat kerja setelah mengurus teman temannya.
Kini sudah pukul 19:00, dari tadi fisya duduk diam hanya memandangi gaun malam yang di gantung berjejeran dan ada beberapa kotak sepatu serta tas, fisya terdiam bukan nya dia tidak suka tapi fisya tidak bisa memilih satu pun di antara banyak nya fashion di kamar ini.
Yang benar saja Ada tiga gaun dengan ukuran dan bentuk yang sama namun dengan warna yang berbeda, jika di lihat bertebaran banyak kotak sepatu di lantai dan kotak tas di atas kasur.
"Aku pulang!" Hans masuk dan melemparkan tas kerja nya ke sembarangan arah
"Selamat datang!" Ucap fisya berdiri
Namun masih memandangi setiap keluk kamar yang di penuhi gaun, sepatu dan tas di mana mana
Apa dia membeli semua isi butik!?
Heran fisya berdiri.
Disela sela kesibukan fisya memikirkan semua yang ada di kamarnya, hans hanya menatap fisya bingung
"Bisakah kau melepaskan dasi ku?" Tanya hans
__ADS_1
Pandangan fisya teralihkan, ia mengangguk dan berdiri di depan hans, bahkan untuk melepaskan dasinya saja fisya harus mengangkat ke dua tangan sejajar dengan kepala nya
"Biasanya kau melepasnya sendiri!" Ucap fisya
"Untuk apa memiliki istri jika aku harus melepas dasi ku sendiri!" Cerocos hans
Istri? Apa kami sudah menikah!?
Aku rasa belum!
"Kau tidak boleh menyebut orang istri bila belum menikahi nya!" Akhirnya fisya melepaskan dasi itu
Hans hanya diam, memandang langit langit kamar, sembari mencerna perkataan fisya dengan sematang matang nya
Hendaknya fisya berbalik badan untuk meletakkan dasi ke dalan gantungan lemari, ia dikejutkan dengan perkataan hans, bahkan kurang dari satu menit hans langsung menjawab perkataan fisya, sangat berbeda dengan johan (mantan pacar fisya) yang ia pacari selama dua tahun, dan selalu memberikan berbagai alasan ketika fisya membahas soal pernikahan
"Tunggu APA!?" Tanya fisya memandang hans
"Kau tidak dengar?...aku bilang ayo kita menikah" ucap hans memandang wajah fisya yang terlihat kaku
"Me-menikah?" Ejaan fisya mengulang kata hans
__ADS_1
"Fisya gak mau!" Ketus fisya berbalik arah
"Kenapa!?" Tanya hans serius
"Umur fisya baru tujuh belas tahun! Fisya gak mau nikah di umur semuda ini" ucap fisya tampa melihat ke arah hans
"Dan fisya belum siap mengurus anak!" Ucap nya lembut nyaris saja hans tidak mendengar nya
Lelaki ini hanya memandang pundak fisya yang membelakangi dirinya, hans seakan akan bingung dengan fisya padahal dia cukup sering mengatakan soal pernikahan, dan saat hans menjawab dia malah berbalik arah
Yah! Tidak ada yang mengerti wanita
"Baiklah! Akan ku tunggu kau siap!" Hans melepaskan jaz nya
"Siapkan baju ku, aku akan mandi" perintah hans mengambil handuk dari kamar mandi
Fisya menuruti apa yang dikatakan oleh hans, kini ia berdiri di depan lemari dan memilih baju untuk hans, jika ini untuk hans maka memilih baju bagi fisya tidak akan sulit, karna pakaian hans setiap harinya selalu sama, yaitu pakaian kantor, kecuali saat lelaki ini tidur.
Dia cepat sekali menyimpulkan untuk menikah dengan ku, apa dia tidak tau pernikahan bukanlah lelucon....
Bersambung-
__ADS_1
Next episode!!