KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Kenapa?


__ADS_3

"Ta!..tapi kenapa!?" Tanya fisya mengerutkan alis nya,melihat hans yang dari tadi selalu memalingkan pandangan


"Karna, maaf mu itu terlalu mudah" hans menggaruk kepala nya


Fisya semakin tidak mengerti, alisnya semakin mengerut,dan matanya tertuju fokus memperhatikan hans,seolah dibalik tatapan itu ada banyak pertanyaan yang tidak tersampaikan, khusu nya


*apa maksud hans bahwa maaf fisya itu terlalu mudah!?


"Fisya harus gimana?" Tanya fisya mengenggam erat buku catatan nya sembari menunduk kaku.


Disela sela kebingungan fisya, hans malah tersenyum kecil, seakan akan menahan tawa


Melihat fisya yang begitu lugu, ditambah lagi ekspresi wajah fisya yang berubah drastis ketika mendengar perkataan hans


"Fisya,...harus gimana? Agar tuan hans mau maafpin fisya?" Tanya fisya pasra


Lucu sekali!


Hans membungkuk kan tubuh nya dan menyesuaikan tinggi nya dengan tinggi badan fisya,kemudian menatap dalam dalam mata fisya yang dipenuhi kebingungan itu

__ADS_1


"Aku akan memaafkan mu! Jika kau mengizinkan aku mencium mu!?" Senyum hans ramah


Me,? Mencium!?


Apakah mencium di bibir!?


Mana mungkin aku akan mengizinkan mu, selain itu memalukan aku tidak sanggup menahan malu, tapi...


Mata fisya tersorot ke mata hans,sedikitpun pandangan tidak luput memandangi wajah tampan hans ketika ia tersenyum,sembari berpikir keras dan mempertimbangkan apa yang diminta oleh hans.


Kemudian fisya menarik nafas dalam dalam dan memejam paksa kedua matanya dengan sangat kuat


"Lakukanlah!" Ujar fisya dengan ekspresi yang memadai


Dia mengizinkan ku?


Sesontak saja hans kaget, padahal ia mengira fisya akan menolak permintaannya dan akan mendiamkan hans semalaman, namun kali ini perkiraannya itu salah, seakan akan ada sesuatu yang merasuki fisya hingga ia berbuat sampai sejauh ini.


Hans melihat mimik wajah aneh yang fisya keluarkan, pipinya memerah, matanya terpejam sangat dalam dan nafasnya sangat cepat, dapat di tebak fisya sangat malu dan enggan melakukan hal ini, tapi ia malah memaksakan diri demi mendapatkan maaf dari hans.

__ADS_1


Hans mendekatkan diri ke arah fisya, dan menyingkirkan rambut yang menutupi kening wanita ini,kemudian dengan sangat lembut ia mengecup kening fisya, setelah itu mengelus kepala fisya


Refleks fisya kaget mendapati apa yang dilakukan oleh hans, padahal fisya sudah memikirkan bahwa hans akan mencium bibirnya dan akan melakukan.....ehem *skip


Tapi malahan hans hanya kencium keningnya saja, ini sangat aneh dan pantas untuk dipertanyakan


"Kenapa?" Tanya fisya memandang curiga hans


"Aku sudah memaafkan mu! Lagi pula kau tidak sengaja kan bertemu dengan direktur jorgi?" Hans menurunkan tangannya


Dan pergi meninggalkan fisya ke kamar mandi.


Fisya masih berdiri kaku, ternyata hans percaya dengan apa yang ia katakan tentang jorgi saat hans menemuinya tengah berjalan berdua dengan lelaki itu.


Kini fisya sudah tau apa yang harus ia lakukan kepada jorgi, tak lain adalah mengakhiri hubungannya dengan jorgi dan mulai menerima hans.


Lagi pula kemungkinan yang bisa ia terima untuk bersama jorgi hanya 10%


Yaitu bila hans mati atau menghilang di telan bumi, dan itu sangat sangat tidak mungkin.

__ADS_1


Fisya benar benar sudah terpaku pada apa yang dikatakan lisa dan perlahan ia mulai menyadari apa yang hans lakukan untuk dirinya selama ini,mulai dari masalah fisya dengan keluarganya sampai kepada elena,yang hampir saja mati...


Bersambung-


__ADS_2