
Dengan wajah maranya mika turun dari panggung menghentak hentakkan kaki dan berjalan dengan cepat menerosobos semua orang
Perasaan fisya menjadi tidak enak karna mika berjalan tepat ke arahnya
"Minggir!" Bentak mika mendorong wartawan yang berada didepan fisya
Dengan mimik wajah marah mika berdiri tepat di hadapan fisya dan mengundang semua perhahatian para tamu
"Kau!..."teriaknya menunjuk wajah fisya
"Kenapa!? Kenapa kau lakukan ini? Relakan saja johan untukku!" mika membentak bentak dan sesekali menunjuk wajah fisya
Fisya terdiam menunduk kaku
Sedangkan hans dan lisa hanya menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya
Tampa melakukan sedikitpun pergerakkan
"Kenapa kau tidak menjawab!?" Lagi lagi teriak kencang mika menusuk dalam ke telinga fisya
Fisya teridam menunduk dan mengenggam kedua tangan nya dan berusaha tampak tegar dihadapan semua orang
"Oooo...aku tau!" Kali ini nada bicara mika berubah sensitif
"Karna kau cemburu melihat aku dan johan lalu kau merencanakan semua ini untuk MEMPERMALUKAN AKU!"tuduh mika terhadap fisya
__ADS_1
Fisya mengangkat kepalanya setelah mendengar sebuah kalimat yang tidak benar itu
"Fisya gak lakuin semua ini mika!" Bentak fisya
Suasana menjadi tegang dan hening meliputi ruang.
banyak orang di ruangan ini namun tidak ada yang mengeluarkan suara hanya terdengar ocehan mika yang memenuhi ruangan ini
Bahkan keluarga johan hanya terdiam memperhatikan
"Lalu siapa!? Siapa? Jangan berbohong kedaku fisya aku tau persis siapa dirimu" ucap mika memandang fisya dari ujung kaki sampai ujung rambut
Lisa melirik ke arah hans memberi kode untuk bertindak membela fisya sekarang namun hans menggeleng menolak untuk terlalu ikut campur
"Kau adalah wanita licik yang tidak tau diri! Kau hanya anak yang tidak mendapatkan sedikitpun kasi sayang orang tua mu dan kau adalah alasan kenapa semua ini terjadi!" Sorot semua tamu semakin fokus melihat perdebatan mika dan fisya
namun kini perkataan mika sudah kelewatan batas
Fisya mengangkat kepalanya dan mengumpulkan semua emosinya untuk diluncurkan dalam waktu bersamaan
"Mika!" Ucap fisya dingin
" fisya memang gak pernah dapat kasisayang dari keluarga fisya! Tapi fisya bukan alasan dari semua kejadiaan ini" bicara fisya tampak lembut masih berusaha menahan emosinya guna tidak mempermalukan mika
"Kebenaran yang pasti adalah kau menghancurkan pernikahan ku karna kau selalu iri dengan diriku" kali ini mika benar benar membuat fisya marah
__ADS_1
"Pernikahan ini hancur karna sikap mu! Perbutan mu sendiri, kurang baik apa lagi fisya? Johan udah pacaran sama fisya dua tahun tapi mika merusak hubungan kita dalam semalam! Tapi fisya gak papa" fisya menyorotkan mata kearah mika
"Sekarang kau ingin johan? Silahkan ambil" ucap fisya membentangkan dua tangan
Mika menggenggam tangannya dan dengan cepat mengangkat tangan kanan hendak menampar fisya dengan cukup keras pertama tama dikumpukannya segala kekuatan untuk membalas ucapan fisya
Namun saat tangan itu ingin menyentuh wajah fisya terasa oleh mika tangan besar dan keras tengah menahan tamparan sempurnanya
"Jangan pernah menyentuh wanitaku!" Tampak wajah hans dengan mimik menyeramkan tengah memandang mika mengunakan tatapan yang cukup mengerikan
"Sedikitpun kau sentuh dia! Maka akan ku bakar kau hidup hidup!" Ancam hans mengerikan dan meyakinkan membuat mika berkeringat meneguk ludah
"Dan aku serius!" Hans menghempas tangan mika cukup keras
Lalu hans berdiri membelakangi fisya bak nya seorang kesatria yang tengah melindungi putri nya
Reza dan lisa tau apa yang akan terjadi bila hans sudah murka, bahkan beberapa orang mulai mengambil posisi untuk menyelamatkan diri
Tidak ada yang tau dampak dari kemurkaan hans
"Ku ingat kan sekali lagi! Aku tidak peduli dari mana kau berasal! Atau berapa besar kekuasaan keluarga mu" sorot mata hans
"Tapi apapun itu masih dibawah kekuasaan ku, jangan pernah coba main main dengan ku Dan aku cukup yakin kau sudah tau siapa diriku!
Tapi yang pasti Aku tak suka sikap mu kepada fisya!" Berkali kali mika meneguk ludah hingga bercucurran keringat dingin
__ADS_1
"Sekarang! Aku ingin bertemu dengan pengacaramu!" Hans menarik tangan fisya berjalan ke luar ruangan....
Bersambung-