
Fisya menyusul hans di kamar yang tengah bersiap siap
Hanya ingin meminta izin untuk bekerja ke tokoh kue kecil yang berada tepat di pinggir jalanan kota guna mengunakan waktu luang
"Tuan hans!" Fisya masuk ke dalam kamar dan melihat hans tengah memakai jaz nya
Tampak begitu tampan disela sela ia merapikan rambut dengan tangan besar itu
"Ada apa?" Ujar hans berlagak sombong sembari merapikan dasi
"Fisya mau pergi kerja hari ini...boleh gak?" fisya menunduk di depan hans guna mendapatkan izin dari wajah memelasnya
"Tidak!" Jawab Hans dingin dan langsung berjalan melewati fisya ke luar kamar
APA!
TIDAK?
Fisya menghentamkan kaki sekali dan berlari mengejar jalan hans yang sangat cepat
Ditemuinya hans tengah berjalan menuruni anak tangga
Dengan menambah kecepatan jalannya fisya menyusul hans dan mengikuti setiap tapak kaki lelaki ini
"Tapi tuan hans?" Fisya memiringkan badan berusaha melihat mimik wajah hans
__ADS_1
Namun sepertinya hans tidak ingin berdebat atau berbicara sekarang
Bisa di lihat dari mimik wajah nya dan jalan yang begitu cepat milik hans
Semakin membuat fisya dilanda kebingungan
"Tuan hans! Fisya kan kerja disana" ucap fisya sembari mengukuti jalan hans
Berharap agar hans berhenti sejenak dan mendengarkan dirinya
Tidak ada jawaban dari lelaki ini
Bahkan ia tampak sangat sibuk hingga tidak bisa berhenti sejenak meluangkan berbicara waktu untuk fisya
Kini aksi kejar mengejar mereka sudah sampai di aula tamu hendak menuju pintu keluar.
Seperti tidak memperdulikan wanita yang tengah berusaha keras meminta perhatian ini
hingga Fisya berjalan mendahului hans dan berdiri tepat didepan tubuh gagah nan besar hans
"Ada apa!? Tidak kau lihat aku ingin pergi?" Ujar hans memandang tubuh kecil fisya yang tidak ada apa apa nya di bandingkan dengan tubuhnya sendiri
"Tuan hans! Fisya mohon izinin fisya kerja hari ini" fisya menepukkan dua telapak tangan dan memohon ke pada hans
"Tidak" jawab hans dingin dan berlagak tidak melihat fisya
__ADS_1
"Tapi kenapa!?" Gadis malang ini mengerutkan alisnya
Terlihat sangat menyedihkan dengan semua kebingungan di pagi ini
"Fisya bisa dipecat..." terus fisya semakin mengerutkan alisnya
"Bagus! Karna aku sudah terlebih dahulu meminta lisa untuk mengeluarkan mu " hans menepuk nepuk kepala fisya dengan perlahan sembari melihat andre yang tengah berdiri di depan mobil menunggu diri nya
Mata fisya nampak berlinangan sedikit air mata
Dengan kerutan alis nya semakin membuat siapa saja akan bersimpati besar kepada wanita ini
Namun sayang trik semacam ini tidak akan mempan bila dihadapkan dengan hans
"Yah! Terimakasi aku sudah terlambat dua menit untuk rapat hari ini" hans melihat jam tangannya
"Jaga kesehatan! Jaga makan! Dan jaga hati mu hanya untuk ku" hans menekukkan badan dan mencium kening wanita yang tengah berkesal hati ini
Hans pergi meninggalkan fisya di ruang tamu berdiri kaku sendirian
Tak percaya dengan apa yang telah diperbuat hans akan pekerjaan fisya
Lalu tiba tiba hans berhenti dan berbalik arah melihat fisya yang tengah menunduk
"Dan satu lagi! Jika ada wanita tua ke rumah ini jangan buka kan pintu untuk nya!..." kali ini hans benar benar pergi...
__ADS_1
Bersambung-