KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Izin


__ADS_3

Fisya menyusul hans di kamar yang tengah bersiap siap


Hanya ingin meminta izin untuk bekerja ke tokoh kue kecil yang berada tepat di pinggir jalanan kota guna mengunakan waktu luang


"Tuan hans!" Fisya masuk ke dalam kamar dan melihat hans tengah memakai jaz nya


Tampak begitu tampan disela sela ia merapikan rambut dengan tangan besar itu


"Ada apa?" Ujar hans berlagak sombong sembari merapikan dasi


"Fisya mau pergi kerja hari ini...boleh gak?" fisya menunduk di depan hans guna mendapatkan izin dari wajah memelasnya


"Tidak!" Jawab Hans dingin dan langsung berjalan melewati fisya ke luar kamar


APA!


TIDAK?


Fisya menghentamkan kaki sekali dan berlari mengejar jalan hans yang sangat cepat


Ditemuinya hans tengah berjalan menuruni anak tangga


Dengan menambah kecepatan jalannya fisya menyusul hans dan mengikuti setiap tapak kaki lelaki ini


"Tapi tuan hans?" Fisya memiringkan badan berusaha melihat mimik wajah hans

__ADS_1


Namun sepertinya hans tidak ingin berdebat atau berbicara sekarang


Bisa di lihat dari mimik wajah nya dan jalan yang begitu cepat milik hans


Semakin membuat fisya dilanda kebingungan


"Tuan hans! Fisya kan kerja disana" ucap fisya sembari mengukuti jalan hans


Berharap agar hans berhenti sejenak dan mendengarkan dirinya


Tidak ada jawaban dari lelaki ini


Bahkan ia tampak sangat sibuk hingga tidak bisa berhenti sejenak meluangkan berbicara waktu untuk fisya


Kini aksi kejar mengejar mereka sudah sampai di aula tamu hendak menuju pintu keluar.


Seperti tidak memperdulikan wanita yang tengah berusaha keras meminta perhatian ini


hingga Fisya berjalan mendahului hans dan berdiri tepat didepan tubuh gagah nan besar hans


"Ada apa!? Tidak kau lihat aku ingin pergi?" Ujar hans memandang tubuh kecil fisya yang tidak ada apa apa nya di bandingkan dengan tubuhnya sendiri


"Tuan hans! Fisya mohon izinin fisya kerja hari ini" fisya menepukkan dua telapak tangan dan memohon ke pada hans


"Tidak" jawab hans dingin dan berlagak tidak melihat fisya

__ADS_1


"Tapi kenapa!?" Gadis malang ini mengerutkan alisnya


Terlihat sangat menyedihkan dengan semua kebingungan di pagi ini


"Fisya bisa dipecat..." terus fisya semakin mengerutkan alisnya


"Bagus! Karna aku sudah terlebih dahulu meminta lisa untuk mengeluarkan mu " hans menepuk nepuk kepala fisya dengan perlahan sembari melihat andre yang tengah berdiri di depan mobil menunggu diri nya


Mata fisya nampak berlinangan sedikit air mata


Dengan kerutan alis nya semakin membuat siapa saja akan bersimpati besar kepada wanita ini


Namun sayang trik semacam ini tidak akan mempan bila dihadapkan dengan hans


"Yah! Terimakasi aku sudah terlambat dua menit untuk rapat hari ini" hans melihat jam tangannya


"Jaga kesehatan! Jaga makan! Dan jaga hati mu hanya untuk ku" hans menekukkan badan dan mencium kening wanita yang tengah berkesal hati ini


Hans pergi meninggalkan fisya di ruang tamu berdiri kaku sendirian


Tak percaya dengan apa yang telah diperbuat hans akan pekerjaan fisya


Lalu tiba tiba hans berhenti dan berbalik arah melihat fisya yang tengah menunduk


"Dan satu lagi! Jika ada wanita tua ke rumah ini jangan buka kan pintu untuk nya!..." kali ini hans benar benar pergi...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2