
"Tuan hans menipu fisya dong!,itu curang!" Ujar fisya menunjuk nunjuk dada hans sembari melontarkan wajah kesal dan ketidak senangannya terhadap kelakuan hans.
Sedangkan lelaki ini berlagak santai dengan satu tangan di sakunya,seakan akan tidak ada yang salah hans malahan tersenyum kecil memandang fisya yang kesal di hadapannya.
"Aku tidak curang!" Senyum hans masih tersirat menjengkelkan
APA KAU BUTA!
"Jelas tuan hans curang! Bahkan anak kecil bisa tau kalo tuan hans curang" nampaknya fisya tidak mau kalah dari lelaki ini, ia tetap pada pendirian kukuh nya
Hans masih tersenyum licik, perlahan berjalan mendekatkan tubuhnya ke arah fisya, seperti biasanya fisya akan terus menghindar, satu langkah hans memincangkan kaki nya, maka satu langkah besar yang fisya ambil untuk mundur dari lelaki ini.
"Apa kau tau apa itu curang?" Tanya hans mendudukkan fisya di atas kasur dan mendorong bahunya hingga ia terbaring
Perlahan hans naik ke atas kasur dengan hanya mengenakan celana kerjanya, baju yang tadinya dikenakan oleh hans sudah berserak di lantai mulai dari dasi hingga kemeja terletak pada tempat yang bukan semestinya.
__ADS_1
Satu tangan hans mengenggam erat kedua tangan yang ia letakkan di atas kepala fisya dan satu tangan lagi ia gunakan untuk menjerjahi tubuh fisya mulai dari paha lalu menuju pinggang
"Curang adalah caraku mendapatkan apa yang aku mau!, dan jika kau mengatakan aku curang maka akan ku lakukan! Percayalah itu hanya kecurangan kecil ku saja!" Hans ******* bibir fisya dan sesekali mengingit bibir itu
Tangan yang tadinya hanya terpaku pada pinggang kini sudah ia masukkan ke dalam baju fisya, dijerjahinya perut fisya dengan perlahan.
Bahkan setiap bagian tubuh yang ia sentuh sangat sensitif.
Fisya hanya terdiam paku, seakan akan membiarkan hans melakukan apa yang ingin ia lakukan,pikiran fisya benar benar buntu seolah tidak dapat lagi mencerna atau memikirkan satu kata pun untuk kalimat yang di sampaikan oleh hans.
Memikirkan bagaimana hans hampir saja menghancurkan wajah jorgi dengan satu tendangan saja, dan itu masih awalan bagaimana jika hans tau lebih dalam tentang jorgi.
Mungkin jorgi akan menjadi menu makan malam nya
Maafkan aku! Kak jorgi
__ADS_1
"Kenapa kau menangis?" Ujar hans baru memandang wajah fisya dengan setetes air mata yang jatuh membasahi kasur
"Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak mau!" Hans menghelap air mata yang jatuh itu,membaringkan tubuhnya di samping tubuh fisya
Kemudian tampa aba aba tangan nya menarik kepala fisya ke arah tubuh kekar hans dan memeluk wanita ini dengan sangat erat sembari mencium kening fisya.
"Apa yang kau tangisi? " sejenak diam tidak ada yang bersahut suara, fisya masih berada di pelukan lelaki ini dengan air mata yang tidak ia sadarkan sudah berjatuhan
"Tuan hans! Fisya minta maaf!" Ujar fisya mempererat pelukannya terhadap hans dan menangis sepuas puasnya di sana
BODOH! Apa yang ku katakan! Kenapa aku meminta maaf? Dan KENAPA aku memeluk lelaki ini!?
Alam sadar fisya benar benar kacau.
Bahkan ia tidak tau apalah maksud dari pelukan dan perkataan maaf itu, tapi apapun itu beban di benak fisya sedikit berkurang dan kini yang tersirat hanya wajah jorgi,jorgi, dan selalu jorgi...
__ADS_1
Bersambung-