KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
makan malam


__ADS_3

Dengan berbagai bujukan dan saran dari andre akhirnya fisya menurut untuk masuk kedalam retoran mewah yang sepi akan pengunjung


Hanya anda hans dengan tiga pelayan yang tengah melayani dirinya


"Nona fisya anda duluan saja! Saya harus mengangkat telpon" andre meninggalkan fisya sendiri


Sejenak fisya memandang meja hans yang penuh akan pelayan pelayan wanita yang sexy


Meja yang akan dia tuju dan duduk di kursi itu


"Apakah benar anda yang bernama nona fisya? Anda ditunggu tuan hans" pelayan wanita yang berlagak sombong itu berdiri di depan fisya


Tak menghiraukan kesombongan wanita didepannya fisya langsung berjalan dan menuju meja hans


"Duduklah" ucap hans membaca daftar menu


Fisya duduk di depan hans hanya diam membatu bingung ingin berbuat apa diposisinya sekarang


"Kau ingin makan apa?"tanya hans


"Fisya...lagi gak mau makan" fisya memalingkan pandangan


Anak ini yang benar saja!


Hans memberikan daftar menu itu kepada pelayan yang berdiri di sampingnya dan langsung melambaikan tangan memerintahkan ketiga pelayan itu pergi


"Fisya! Aku ingin bicara padamu" hans mengambil handphonenya


Fisya langsung berputar arah pandangan dan memandang hans yang menatapnya dengan tatapan yang cukup menyeramkan

__ADS_1


"Bibi mun bilang! Kau pulang kerumah sambil menangis?"ucap hans


Pertanyaan hans membuat fisya menjadi bingung dan kaku,tak ada satu kata keluar dari mulutnya ia hanya menunduk memalingkan wajah


"Tatap aku saat aku berbicara!" Perkataan hans kali ini benar benar membuat fisya gemetar


"Jawab pertanyaanku!"perintah hans setelah fisya menatap dirinya


"Tadi fisya...gak sengaja jatuh tapi udah gak papa kok"fisya tersenyum


Wanita ini selalu bersikap seakan akan semua baik baik saja! Kita lihat seberapa tangguh dirimu


"Aku mendapatkan undangan ini,jadi aku ingin kau pergi bersamaku"hans menjulurkan undangan berwarna gold ke hadapan fisya


Undangan ini lagi!?


Fisya mengambil undangan itu dan membukanya


Apakah tidak cukup semua kesedihan ini?


Kau telah menghancurkan hidupku!


Fisya menyakinkan dirinya untuk tampak lebih kuat dihadapan hans,guna menyelamatkan dirinya dari emosional hans yang sangat susah untuk dikendalikan


"Ada apa?" Tanya hans


"Apa ada yang salah dengan undangannya!?" Hans mengangkat setengah senyuman


Senyuman yang melambangkan sebuah keremehan

__ADS_1


"Gak! Undangannya bagus, fisya suka" fisya menutup undangan itu dan tersenyum manis dihadapan hans


Pura pura bahagia!?


Sepertinya kau ahli dibidang ini


"Untuk tawaran tuan hans tadi....fisya minta maaf tuan hans,tapi fisya gak bisa ikut" fisya tersenyum manis menyakinkan hans


"Kenapa!?" Selalu singkat jawab hans membuat wanita didepannya ini kehabisan kata kata


"Fisya gak bisa...." lagi lagi fisya memalingkan pandangannya


"Kenapa!? Apa kau masih mencintai johan!?"kali ini nada berbicara hans membuat fisya tertekan


Sekarang aku ingin lari! Tapi kemana


Ingin berteriak,tapi bibir ini terlalu kaku


Lelaki ini selalu membuatku berada dalam gelombang kesedihan


"Fisya gak ingat johan...fisya cuma..."terlalu sakit untuk menjelaskan semuanya hanya memalingkan pandangan dan enggan menatap wajah hans


Hans menyadari fisya terlalu kaku untuk bercerita


Terlalu banyak beban yang di tampungnya


Tapi disisi lain ia enggan untuk berbagi luka dengan siapapun


"Sudahlah! Cepat makan aku tidak ingin kau mati kelaparan" hans menyumpit potongan ikan salmon di piring...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2