
Dengan berbagai bujukan dan saran dari andre akhirnya fisya menurut untuk masuk kedalam retoran mewah yang sepi akan pengunjung
Hanya anda hans dengan tiga pelayan yang tengah melayani dirinya
"Nona fisya anda duluan saja! Saya harus mengangkat telpon" andre meninggalkan fisya sendiri
Sejenak fisya memandang meja hans yang penuh akan pelayan pelayan wanita yang sexy
Meja yang akan dia tuju dan duduk di kursi itu
"Apakah benar anda yang bernama nona fisya? Anda ditunggu tuan hans" pelayan wanita yang berlagak sombong itu berdiri di depan fisya
Tak menghiraukan kesombongan wanita didepannya fisya langsung berjalan dan menuju meja hans
"Duduklah" ucap hans membaca daftar menu
Fisya duduk di depan hans hanya diam membatu bingung ingin berbuat apa diposisinya sekarang
"Kau ingin makan apa?"tanya hans
"Fisya...lagi gak mau makan" fisya memalingkan pandangan
Anak ini yang benar saja!
Hans memberikan daftar menu itu kepada pelayan yang berdiri di sampingnya dan langsung melambaikan tangan memerintahkan ketiga pelayan itu pergi
"Fisya! Aku ingin bicara padamu" hans mengambil handphonenya
Fisya langsung berputar arah pandangan dan memandang hans yang menatapnya dengan tatapan yang cukup menyeramkan
__ADS_1
"Bibi mun bilang! Kau pulang kerumah sambil menangis?"ucap hans
Pertanyaan hans membuat fisya menjadi bingung dan kaku,tak ada satu kata keluar dari mulutnya ia hanya menunduk memalingkan wajah
"Tatap aku saat aku berbicara!" Perkataan hans kali ini benar benar membuat fisya gemetar
"Jawab pertanyaanku!"perintah hans setelah fisya menatap dirinya
"Tadi fisya...gak sengaja jatuh tapi udah gak papa kok"fisya tersenyum
Wanita ini selalu bersikap seakan akan semua baik baik saja! Kita lihat seberapa tangguh dirimu
"Aku mendapatkan undangan ini,jadi aku ingin kau pergi bersamaku"hans menjulurkan undangan berwarna gold ke hadapan fisya
Undangan ini lagi!?
Fisya mengambil undangan itu dan membukanya
Apakah tidak cukup semua kesedihan ini?
Kau telah menghancurkan hidupku!
Fisya menyakinkan dirinya untuk tampak lebih kuat dihadapan hans,guna menyelamatkan dirinya dari emosional hans yang sangat susah untuk dikendalikan
"Ada apa?" Tanya hans
"Apa ada yang salah dengan undangannya!?" Hans mengangkat setengah senyuman
Senyuman yang melambangkan sebuah keremehan
__ADS_1
"Gak! Undangannya bagus, fisya suka" fisya menutup undangan itu dan tersenyum manis dihadapan hans
Pura pura bahagia!?
Sepertinya kau ahli dibidang ini
"Untuk tawaran tuan hans tadi....fisya minta maaf tuan hans,tapi fisya gak bisa ikut" fisya tersenyum manis menyakinkan hans
"Kenapa!?" Selalu singkat jawab hans membuat wanita didepannya ini kehabisan kata kata
"Fisya gak bisa...." lagi lagi fisya memalingkan pandangannya
"Kenapa!? Apa kau masih mencintai johan!?"kali ini nada berbicara hans membuat fisya tertekan
Sekarang aku ingin lari! Tapi kemana
Ingin berteriak,tapi bibir ini terlalu kaku
Lelaki ini selalu membuatku berada dalam gelombang kesedihan
"Fisya gak ingat johan...fisya cuma..."terlalu sakit untuk menjelaskan semuanya hanya memalingkan pandangan dan enggan menatap wajah hans
Hans menyadari fisya terlalu kaku untuk bercerita
Terlalu banyak beban yang di tampungnya
Tapi disisi lain ia enggan untuk berbagi luka dengan siapapun
"Sudahlah! Cepat makan aku tidak ingin kau mati kelaparan" hans menyumpit potongan ikan salmon di piring...
__ADS_1
Bersambung-