
Fisya mengeleng, menatap jorgi yang tidak mengerti apa yang fisya maskud, fisya melangkah kan kakinya berjalan mendekat! Hingga fisya sampai ditengah tengah jorgi dan hans.
"Turunkan!" Perintah fisya dengan raut wajah sedih nya.
"Menjaulah! Kau bisa tertembak!" Ucap hans melirik fisya yang berada didepan mata nya
Fisya menunduk! Mengenggam kedua tangannya dengan sangat kuat, seakan akan tengah menyesali apa yang sedang terjadi di antara jorgi dan hans
"fisya bilang! TURUNKAN!" Teriak fisya
Ini pertama kalinya fisya berteriak kepada hans dan jorgi, batin fisya sangat tertekan, ia terus menyalahkan diri sendiri akan kejadian ini.
Semua terfokus ke arah fisya, memperhatikan fisya yang menunduk, wajahnya dihalangi oleh rambut hitam kekuningan yang panjang itu, dan terlihat oleh hans dan jorgi setetes air mata mulai jatuh ke lantai
"Fisya aku-
Jorgi menurunkan pistolnya dan hendak memegang pundak fisya bermaksud untuk menenangkan
__ADS_1
"Jangan sentuh fisya!" Lagi lagi bentak fisya menghindari tangan jorgi yang hampir menyentuh pundaknya.
Sepontan pula hans menurunkan senjata dan terpaku melihat fisya yang benar benar sangat tertekan, tangis nya semakin sedu, bahkan beberapa kali fisya menghelap air mata itu,namun itu tidak menghentikan tangisnya.
Apa yang sudah ku perbuat!!
Aku hanya ingin hidup dengan tenang!
"Fis!...fisya cuma mau hidup dengan tenang!"fisya mengangkat wajahnya dan menunjukkan air wajah yang terlihat begitu sedih itu seiras dengan kerutan alis yang kian mendalam
"Fisya pikir! Kak jorgi ngerti! Seharusnya kak jorgi paham!" Fisya menghempaskan kedua tangannya pasra, melihat ke arah jorgi
"Fisya aku minta maaf ak-
Jorgi mengulurkan tangannya dan hendak menghelap air mata itu, lagi lagi fisya menghindar seakan akan ia tidak butuh hal itu untuk sekarang
"Kak jorgi gak bisa maksain! Kak jorgi seharusnya ngerti sama keadaan fisya!, kalian itu gak pernah bikin fisya senang!" Kini fisya menatap hans dan jorgi
__ADS_1
"Ya! Aku ngelakuain ini biar kamu senang sayang!" Ucap jorgi
"BODOH!" Bentak fisya
"Fisya gak minta ini! Fisya gak mau... fisya gak mau" wanita ini menggeleng pasrah
Bahkan sampai sampai hans menyesali apa yang tengah ia lakukan bersama jorgi, ingin rasanya hans meminta maaf namun ia enggan karena masih ada jorgi yang berdiri didepan fisya berusaha menenangkan nya
"Fisya bilang kayak gitu sama kak jorgi! Karna fisya gak mau kalian sampai seperti ini!" Fisya menghelap air matanya dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis lagi
"Tapi kamu mencintai aku! Kenapa kamu seperti ini! Apa karna hans!?" Jorgi mengenggam kedua tangannya, menatap sinis hans
Fisya menghela nafas nya dan bersiap mengatakan sebuah kenyataan yang pahit, meski fisya tau ini akan membuat jorgi patah hati dan membenci dirinya, tapi fisya lebih menyukai jika jorgi membenci dirinya di banding kan mereka berkelahi
"Kenapa!? Karna, sejak awal! Fisya memang tidak mencintai kak jorgi!" Fisya menunduk
Jorgi terdiam kaku, mendengar satu perkataan fisya yang sangat menusuk dalam ke hatinya, sudah! Ini sudah berakhir, perasaan jorgi retak bak nya gelas kaca yang jatuh dari ketinggian 200 meter. Pecah perkeping keping!...
__ADS_1
Bersambung-