
"Nona fisya! Apa ada yang anda tunggu?" Tanya andre melihat fisya yang berdiri kaku didepan pintu rumah
"Eh enggak! Fisya cuma lagi liat gagang pintu!" Tampa aba aba Kalimat konyol keluar dari mulut fisya
Sejenak andre termenung memikirkan perkataan fisya yang amat konyol di benaknya
Walau ia tau keadaan yang sedang menimpa fisya
Memang amat sulit dan berat bagi ya ditambah lagi diumur fisya yang masih muda
"Nona fisya! Ada banyak waktu untuk memandang gagang pintu,tuan hans sudah menunggu anda!" andre membuka pintu dihadapan fisya dan membungkuk mempersilahkan wanita lugu ini masuk
Fisya kaku berjalan melewati aula tamu dan dengan perlahan menapakki satu persatu anak tangga dihadapannya
Terlalu sakit untuk menyambut malam ini
Bahkan untuk tersenyum demi keselamatan dirinya dari kemurkaan tuan hans sekali pun terasa sangat berat
"Nona fisya!" Kali ini nada berbicara andre menjadi sedikit aneh
"Saya tidak ingin mengambil resiko! Tuan hans sudah menunggu anda! Mari saya antar !" Andre menatap fisya
Dengan penuh keterpaksaan fisya berjalan melewati beberapa lorong dan berhenti didepan pintu kamar
Andre membuka pintu itu dan kembali membungkuk melihat fisya
__ADS_1
Dengan wajah cemas dan jantung yang serasa akan lepas fisya masuk melewati pintu dan meninggalkan andre
"Kenapa kau lama sekali!" Ucap hans dingin memandang luar jendela kaca yang besar disudut kamar
Kaku fisya berjalan ke arah hans setiap tapak kakinya mengingat akan moment moment akan kebersamaan johan dan indahnya persahabatan bersama mika
Yang seketika hancur berkeping keping
"Fisya...minta maaf tuan hans" fisya menunduk dibelakang hans dengan jarak yang cukup jauh
Kembali lagi liangan air mata yang siap meluncur kapan pun insan nya siap akan itu
Hans berbalik arah melihat mata indah dilinangi air mata! Namun fisya tetap berusaha menjaga air mata itu agar tidak jatuh berderai dipipinya
"Bersiaplah! Dilemari ada gaun malam,temui aku jika kau sudah siap!" Tak memperdulikan fisya hans berjalan meninggalkan dirinya sendiri
Fisya berbalik arah mengejar hans menunduk dan melihat bayang bayang hans yang mulai berjalan menuju ke pintu
Dengan semua rasa sakit yang ia terima
Mungkin hatinya bisa menerima satu rasa sakit lagi
"Tuan hans!" Fisya mengangkat kepalanya dan melihatkan wajah sedih untuk mendapat empati dari hans
"Fisya gak bisa pergi..." seketika mendengar kalimat itu hans segera berhenti
__ADS_1
"Kenapa!?"tanya-nya selalu membuat bulu kuduk fisya merinding
Terdiam sejenak! Fisya tak kembali mengumpulkan keberanian dan memikirkan setiap kata kata untuk merangkai alasan yang sempurna agar hans percaya
"Fisya...fisya! Lagi banyak kerjaan"fisya membuang muka dihadapan hans
Apa kau ingin menguju
simpatiku?
"Aku tidak menerima alasan semacam itu" hans mengangkat kepalanya membuat dirinya terlihat menyeramkan dihadapan gadis kecil nan lugu
Gemetar tubuh fisya
Hatinya terasa telah pecah dan kini ditambah lagi dengan sebuah lemparan kalimat yang membuat hati itu hancur berkeping keping
"Boleh fisya gak ikut?" Tanya fisya dengan wajah sedihnya guna menyakinkan hans sekali lagi atas keadaan dirinya
"Jika aku berkata tidak! Maka jawaban atas setiap perkataan mu adalah !Ti-da-k" hans meninggalkan fisya tampa peduli dengan semua air mata yang jatuh
Baiklah hati! Siapkan dirimu untuk berjuta kesakitan selanjutnya
Tunduk fisya yang ditinggalkan oleh ego hans
yang sangat sulit untuk ditahlukkan
__ADS_1
Kini ai mempersiapkan hatinya untuk kehancuran yang kesekian kalinya...
Bersambung-