KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Ego tuan hans


__ADS_3

"Nona fisya! Apa ada yang anda tunggu?" Tanya andre melihat fisya yang berdiri kaku didepan pintu rumah


"Eh enggak! Fisya cuma lagi liat gagang pintu!" Tampa aba aba Kalimat konyol keluar dari mulut fisya


Sejenak andre termenung memikirkan perkataan fisya yang amat konyol di benaknya


Walau ia tau keadaan yang sedang menimpa fisya


Memang amat sulit dan berat bagi ya ditambah lagi diumur fisya yang masih muda


"Nona fisya! Ada banyak waktu untuk memandang gagang pintu,tuan hans sudah menunggu anda!" andre membuka pintu dihadapan fisya dan membungkuk mempersilahkan wanita lugu ini masuk


Fisya kaku berjalan melewati aula tamu dan dengan perlahan menapakki satu persatu anak tangga dihadapannya


Terlalu sakit untuk menyambut malam ini


Bahkan untuk tersenyum demi keselamatan dirinya dari kemurkaan tuan hans sekali pun terasa sangat berat


"Nona fisya!" Kali ini nada berbicara andre menjadi sedikit aneh


"Saya tidak ingin mengambil resiko! Tuan hans sudah menunggu anda! Mari saya antar !" Andre menatap fisya


Dengan penuh keterpaksaan fisya berjalan melewati beberapa lorong dan berhenti didepan pintu kamar


Andre membuka pintu itu dan kembali membungkuk melihat fisya

__ADS_1


Dengan wajah cemas dan jantung yang serasa akan lepas fisya masuk melewati pintu dan meninggalkan andre


"Kenapa kau lama sekali!" Ucap hans dingin memandang luar jendela kaca yang besar disudut kamar


Kaku fisya berjalan ke arah hans setiap tapak kakinya mengingat akan moment moment akan kebersamaan johan dan indahnya persahabatan bersama mika


Yang seketika hancur berkeping keping


"Fisya...minta maaf tuan hans" fisya menunduk dibelakang hans dengan jarak yang cukup jauh


Kembali lagi liangan air mata yang siap meluncur kapan pun insan nya siap akan itu


Hans berbalik arah melihat mata indah dilinangi air mata! Namun fisya tetap berusaha menjaga air mata itu agar tidak jatuh berderai dipipinya


"Bersiaplah! Dilemari ada gaun malam,temui aku jika kau sudah siap!" Tak memperdulikan fisya hans berjalan meninggalkan dirinya sendiri


Fisya berbalik arah mengejar hans menunduk dan melihat bayang bayang hans yang mulai berjalan menuju ke pintu


Dengan semua rasa sakit yang ia terima


Mungkin hatinya bisa menerima satu rasa sakit lagi


"Tuan hans!" Fisya mengangkat kepalanya dan melihatkan wajah sedih untuk mendapat empati dari hans


"Fisya gak bisa pergi..." seketika mendengar kalimat itu hans segera berhenti

__ADS_1


"Kenapa!?"tanya-nya selalu membuat bulu kuduk fisya merinding


Terdiam sejenak! Fisya tak kembali mengumpulkan keberanian dan memikirkan setiap kata kata untuk merangkai alasan yang sempurna agar hans percaya


"Fisya...fisya! Lagi banyak kerjaan"fisya membuang muka dihadapan hans


Apa kau ingin menguju


simpatiku?


"Aku tidak menerima alasan semacam itu" hans mengangkat kepalanya membuat dirinya terlihat menyeramkan dihadapan gadis kecil nan lugu


Gemetar tubuh fisya


Hatinya terasa telah pecah dan kini ditambah lagi dengan sebuah lemparan kalimat yang membuat hati itu hancur berkeping keping


"Boleh fisya gak ikut?" Tanya fisya dengan wajah sedihnya guna menyakinkan hans sekali lagi atas keadaan dirinya


"Jika aku berkata tidak! Maka jawaban atas setiap perkataan mu adalah !Ti-da-k" hans meninggalkan fisya tampa peduli dengan semua air mata yang jatuh


Baiklah hati! Siapkan dirimu untuk berjuta kesakitan selanjutnya


Tunduk fisya yang ditinggalkan oleh ego hans


yang sangat sulit untuk ditahlukkan

__ADS_1


Kini ai mempersiapkan hatinya untuk kehancuran yang kesekian kalinya...


Bersambung-


__ADS_2