KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pergi makan malam


__ADS_3

Terdengar suara langkah kaki yang hendak memasuki kamar


Tak ambil hirau fisya yang duduk di atas kasur itu segera berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal besar


" ayo bagun! Aku ingin makan" suara hans terdengar oleh fisya


Fisya Memilih diam berusaha menyembunyikan wajahnya dengan seribu kekusaman dan kesedihan


"Jika kau tidak bangun dalam waktu sepuluh detik maka aku akan merebus kau hidup hidup"


Ancam hans membuka kancing lengannya


Masih tak bergerak ha?


"Satu!...dua!...tiga!...empat!..." hans terus menghitung tampa henti hingga ke angka delapan fisya langsung berdiri dan turun dari kasur menghampiri hans


"Jangan membuatku kesal" hans memukul kening fisya yang berdiri menundukkan kepala dihadapannya


Masalah apa lagi ini


Tak menghiraukan keadaan fisya yang loyo Hans menarik tangan fisya keluar dari rumah dan memasukkan gadis yang tengah bersedih ini ke dalam mobil


"Tuan hans! Kita ingin kemana?" Tanya fisya menatap hans yang duduk di sampingnya


"Ke neraka!" Singkat jawab hans


Lelaki ini benar benar ingin menghancurkan hidupku


Fisya menahan semua emosinya dan memilih tuk memalingkan pandangan ke luar kaca mobil

__ADS_1


Dilihatnya sebuah taman dipinggir jalan


Taman yang mengingatkan fisya dimana pertama kalinya johan menyatakan perasaannya kepada fisya


Berlinang air mata fisya terlihat oleh andre dari kaca sepion


"Nona fisya ada apa?"tanya andre


Pertanyaan itu membuat hans ikut memandang fisya menunggu jawaban dari wanita disampingnya


Dengan segera wanita malang itu menghelap air mata yang hendak jatuh dan langsung tersenyum


"Oh...itu... tadi fisya gak papa" ucap nya tersenyum


Kembali lagi wajah yang ceria sesaat itu menjadi kusam dan murung,menunduk memandang jari jarinya


"Ada apa?" Tanya hans seperti tidak melihat fisya


Tak ada sahut suara fisya,ia hanya diam dan menunduk tak mendengarkan perkataan hans


Hanya kesedihan yang selalu menemani hari harinya


Benar! Sepertinya johan sudah membagikan undangan ke kampus fisya


"Tuan hans! Anda mendapatkan undangan"andre memberikan undangan kepada hans


Tiba tiba kesunyian didalam mobil itu terpecahkan oleh hadirnya saut suara andre,membuat fisya terkejut dan mengengam kedua tangannya dengan keras


"Oh ya? Dari siapa" tanya hans meski telah membaca undangan itu guna memancing emosi fisya

__ADS_1


"Undangan itu dari direktur johan tuan"andre melirik fisya dari kaca sepion


"Johan yang mana?" Lagi lagi hans membuat air mata wanita itu terus berderai tak terhentikan


"Direktur johan yang merubah profesinya hingga sekarang sedang naik daun" ucap andre


Hans melirik fisya yang duduk di sebelahnya,wanita itu menutup mulut dengan tangan kanan dan berusaha berhenti menangis


"Tuan hans kita sudah sampai" alih perhatian andre


Apa tempat ini?


Fisya melihat restoran yang tampak tak familiar di matanya


Andre membuka pintu dan mengujulurkan tangan ke arah fisya meminta dirinya tuk turun agar hans tidak murka


Fisya berjalan ke samping hans yang berdiri kokoh bersikap tak menghiraukan kehadiran fisya lalu tiba tiba tampa sahut suara hans meninggalkan fisya yang terdiam


"Mari nona fisya" ucap andre di belakang fisya


Namun fisya masih berdiri membatu di depan andre menunduk mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya


Lagi lagi air mata itu jatuh melewati pipinya


Kesedihan datang siap menghantui hari hari fisya selanjutnya


"Nona fisya! Saya mohon kepada anda,kuatkan diri anda! Saya tau ini keadaan yang sulit! Tapi setidaknya jangan mempersulit keadaan anda dengan membuat tuan hans murka" andre memberikan sapu tangannya...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2