
Terdengar suara langkah kaki yang hendak memasuki kamar
Tak ambil hirau fisya yang duduk di atas kasur itu segera berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal besar
" ayo bagun! Aku ingin makan" suara hans terdengar oleh fisya
Fisya Memilih diam berusaha menyembunyikan wajahnya dengan seribu kekusaman dan kesedihan
"Jika kau tidak bangun dalam waktu sepuluh detik maka aku akan merebus kau hidup hidup"
Ancam hans membuka kancing lengannya
Masih tak bergerak ha?
"Satu!...dua!...tiga!...empat!..." hans terus menghitung tampa henti hingga ke angka delapan fisya langsung berdiri dan turun dari kasur menghampiri hans
"Jangan membuatku kesal" hans memukul kening fisya yang berdiri menundukkan kepala dihadapannya
Masalah apa lagi ini
Tak menghiraukan keadaan fisya yang loyo Hans menarik tangan fisya keluar dari rumah dan memasukkan gadis yang tengah bersedih ini ke dalam mobil
"Tuan hans! Kita ingin kemana?" Tanya fisya menatap hans yang duduk di sampingnya
"Ke neraka!" Singkat jawab hans
Lelaki ini benar benar ingin menghancurkan hidupku
Fisya menahan semua emosinya dan memilih tuk memalingkan pandangan ke luar kaca mobil
__ADS_1
Dilihatnya sebuah taman dipinggir jalan
Taman yang mengingatkan fisya dimana pertama kalinya johan menyatakan perasaannya kepada fisya
Berlinang air mata fisya terlihat oleh andre dari kaca sepion
"Nona fisya ada apa?"tanya andre
Pertanyaan itu membuat hans ikut memandang fisya menunggu jawaban dari wanita disampingnya
Dengan segera wanita malang itu menghelap air mata yang hendak jatuh dan langsung tersenyum
"Oh...itu... tadi fisya gak papa" ucap nya tersenyum
Kembali lagi wajah yang ceria sesaat itu menjadi kusam dan murung,menunduk memandang jari jarinya
"Ada apa?" Tanya hans seperti tidak melihat fisya
Tak ada sahut suara fisya,ia hanya diam dan menunduk tak mendengarkan perkataan hans
Hanya kesedihan yang selalu menemani hari harinya
Benar! Sepertinya johan sudah membagikan undangan ke kampus fisya
"Tuan hans! Anda mendapatkan undangan"andre memberikan undangan kepada hans
Tiba tiba kesunyian didalam mobil itu terpecahkan oleh hadirnya saut suara andre,membuat fisya terkejut dan mengengam kedua tangannya dengan keras
"Oh ya? Dari siapa" tanya hans meski telah membaca undangan itu guna memancing emosi fisya
__ADS_1
"Undangan itu dari direktur johan tuan"andre melirik fisya dari kaca sepion
"Johan yang mana?" Lagi lagi hans membuat air mata wanita itu terus berderai tak terhentikan
"Direktur johan yang merubah profesinya hingga sekarang sedang naik daun" ucap andre
Hans melirik fisya yang duduk di sebelahnya,wanita itu menutup mulut dengan tangan kanan dan berusaha berhenti menangis
"Tuan hans kita sudah sampai" alih perhatian andre
Apa tempat ini?
Fisya melihat restoran yang tampak tak familiar di matanya
Andre membuka pintu dan mengujulurkan tangan ke arah fisya meminta dirinya tuk turun agar hans tidak murka
Fisya berjalan ke samping hans yang berdiri kokoh bersikap tak menghiraukan kehadiran fisya lalu tiba tiba tampa sahut suara hans meninggalkan fisya yang terdiam
"Mari nona fisya" ucap andre di belakang fisya
Namun fisya masih berdiri membatu di depan andre menunduk mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya
Lagi lagi air mata itu jatuh melewati pipinya
Kesedihan datang siap menghantui hari hari fisya selanjutnya
"Nona fisya! Saya mohon kepada anda,kuatkan diri anda! Saya tau ini keadaan yang sulit! Tapi setidaknya jangan mempersulit keadaan anda dengan membuat tuan hans murka" andre memberikan sapu tangannya...
Bersambung-
__ADS_1