
Didalam ruangan hans tidak lebih fisya hanya duduk diam di sofa,sesekali melihat pekerjaan hans dan reza,rasanya ia dilanda kebosanan,jujur saja tidak ada yang bisa di lakukan dalam ruangan ini,bahkan sepertinya jarum jam tidak bergeser sedikit pun
"Apa kau bosan?" Tanya lisa meletakkan kap kopi di depan fisya
"Em.."angguk fisya mengambil kapi itu
"Yah! Sepuluh menit lagi jam makan siang" ujar lisa meninggalkan fisya
Diperhatikan lisa tengah memberikan beberapa berkas ke meja hans kemudian ikut berbincang.
Bosan!
Fisya mengambil handphone nya dan melihat sudah hampir pukul dua siang, seharusnya kelas jorgi sudah bubar,fisya memilih untuk mengirim email ke jorgi, mengingat ia sangat bosan mungkin hans akan mengijinkan dirinya berkeliling sejenak (hingga ia bertemu dengan jorgi)
Fisya : kau di mana?
Jorgi :sebentar lagi kelas ku selesai! Bisakah kita bertemu sebentar?
Fisya : sepertinya bisa tapi tidak bisa lama!
Jorgi : aku akan ke caffe sebelah kantor direktur hans
Fisya : oke!
Sudah di putus kan mereka akan bertemu di caffe dekat kantor hans, ya bagaimana lagi fisya sudah dilanda kebosanan, kerjanya hanya duduk memperhatikan hans tampa berkutik sedikit pun dari duduk nya
__ADS_1
"Kling!"
Suara email masuk dari handphone fisya
Sudah dari tadi suara itu menghantui ruangan ini,bahkan hans sedikit terganggu akan suara itu
Jorgi : aku sudah di mobil menuju ke caffe
Fisya : kirim email jika kau sudah sampai
Jorgi : oke!!
Hans melirik tajam ke arah fisya
Memperhatikan setiap gesitnya jemari fisya mengetik pesan, sepertinya fisya lupa bahwa ada hans, reza bahkan lisa yang ada di ruangan yang sama
"Eh! Enggak,fisya cuma lagi balas email dari anak kampus" jawab fisya cukup meyakinkan
Nampaknya kau mulai bermain main dengan diriku
Lirik sinis hans,kecurigaan hans semakin menjadi jadi, sedangkan reza tengah berusaha keras menelpon seseorang
"Dimana wanita ini!! " bentak reza menunjuk nunjuk handphone nya
"Ada apa?" Tanya hans dingin seakan akan tidak peduli, namun untuk memperbaiki suasana canggung ini hans harus menanyakan hal itu kepada reza
__ADS_1
"Aku tengah menunggu kessy!" Jawab reza mematikan handphone nya
Seketika lisa menunduk, mengenggam erat semua rasa sakit yang ia dapatkan dari ucapan reza barusan
"Pacar baru mu itu?" Tanya hans mulai menyusun dokumen
"Ya! Aku rasa sudah berapa hari ya" reza melipat kedua tangannya, benar benar ia tidak peka terhadap perasaan lisa bahkan ia tidak mengira lisa akan jatuh hati padanya.mengingat lisa sudah seperti saudara kandung
"Aku ingin ke toilet!" Kata lisa sembari berjalan menunduk
Fisya tau hal itu, fisya mengerti akan lisa dan sepertinya reza benar benar meninggalkan bekas di hatinya,namun fisya memilih untuk tidak terllau ikut campur, hanya ingin memberikan lisa waktu sendiri
"Kling!" Suara itu datang lagi
Jorgi : aku sudah menunggu mu
" fisya!" Panggil hans sedikit sinis
" ganti handphone mu! Aku tidak suka melihatnya" perintah hans sembari membersihkan meja nya dari tumpukan berkas berkas
"Tapi...e..tuan hans! Fisya boleh keluar sebentar gak? Sebentar aja" ujar fisya dengan wajah menelas
"Kau ingin kemana?" Tanya hans
"Fisya mau liat liat aja! Boleh ya" akhir kata fisya yang tidak mungkin hans tolak
__ADS_1
"Dua puluh menit....
Bersambung-