KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Undangan


__ADS_3

Fisya menghelap air matanya dan berusaha tersenyum mengambil undangan dari tangan johan,dibacanya sejenak pernikahan mereka akan dilakukan besok malam


Dan terlihat dekorasi dan beberapa acara tambahan di kertas itu


Manis sekali! Rancangan pernikah yang pernah aku bicarakan bersamamu ini adalah janji kita berdua di masa dulu dan sekarang semua rencana kita kau jalankan bersama mika


Fisya tetap tersenyum walau mata itu terus menjatuhkan segala penyesalan ke kertas ditangannya


"Kau bisa datang karna kau adalah tamu kehormatan" johan pergi meninggalkan fisya dan menyusul mika yang tengah berbicara dengan jorgi


Wah! Baik sekali dirimu,telah mengizinkan aku menjadi tamu kehormatan di pesta pernikahan antara kekasihku dan sahabatku


Fisya menangis mengenggam kertas undangan di tangannya dan menerka setiap kesalahan yang pernah ia lakukan kepada johan hingga ia bergitu membenci fisya sekarang


"Halo sahabat sejatiku" ucap mika yang memengang pundak fisya dengan wajah gembira


"Ada apa? Kenapa kau menangis? Bukankah kau seharusnya senang,ketika sahabat sejatimu ini akan segera menikah" ucap mika mengelap air mata fisya


Kau ingin aku bahagia?


Maka aku akan bahagia


Fisya mengangkat kepalanya dan berusaha menghentikan tangisaannya lalu tersenyum lebar


"Aku sangat berterima kasih kepada sahabat sejatiku yang telah menjadikan aku tamu kehormatan" ucap fisya meletakkan undangan itu ke lipatan halaman buku

__ADS_1


"Benarkah? Aku akan menunggumu datang " mika tersenyum tampak sangat tak berdosa


Seribu petanyaan melayang layang di pikiran fisya tak ada satupun jawaban yang ia dapatkan dari logika dan IQ nya yang cukup tinggi


Hendak mika meninggalkan fisya,fisya memegang tangan mika dan berdiri dihadapannya


"Mika,fisya salah apa sama mika?" Tanya fisya berderaiyan air mata


Mika mendekat ke arah fisya dengan wajah belaskasihannya melihat wanita yang menangis tersedu sedu didepannya ini


"Apa kesalahan? Apa kau bercanda, kau adalah sahabat terbaik yang selalu berbagi denganku" mika tersenyum


"Terima saja takdirmu fisya! Johan telah memilihku"sejenak mika berhenti berbicara


Menikmati setiap rasa sakit hati fisya yang tersamarkan di wajahnya


"Apa perlu aku rebut lagi kekasihmu untuk yang kedua kali?" Tersenyum wanita sexy itu dan berjalan menghampiri johan


Kenapa kau menangis fisya!


Kau harus tetap tersenyum,kau adalah anak yang kuat


Fisya berusaha menguatkan dirinya dan menghentikan air matanya,namun itu semua sia sia tangisan dan kecewa itu bertambah besar setiap kali ia mengingat nama johan


Lupakan saja! Sekeras apapun aku mencoba untuk mengiklaskan kepergian johan,tetap saja luka di hati ini selalu bertambah

__ADS_1


Fisya berjalan menuju gerbang besar itu dan hendak pulang,ingin melepas segala kesedihannya dan meluangkan waktu untuk sendiri,tidak akan ada bahu untuknya bersandar di kampus ini


"Fisya! Kamu mau kemana?" Tanya jorgi berjalan di sampinh fisya


"Fisya mau pulang,fisya udah capek" ucap fisya menunduk


Jelas jorgi mengetahui masalah yang tengah ia hadappi fisya sekarang,namun sekeras apapun ia membantu fisya tetap saja johan ada keterkaitan keluarga dan kontrak kerja bersama jorgi


"Fisya aku minta maaf!..." jorgi berdiri di depan fisya menghentikan langkahnya


"Aku gak bisa bantu" ucap jorgi memohon kepada fisya


Aku sangat ingin membantumu


Tapi ayahku dan ayah johan


Adalah saudara,jika bukan karna itu...


"Ini bukan salah kak jorgi! Ini salah fisya yang terlalu berharap" fisya melewati jorgi


"Aku akan mengantarmu pulang" lagi lagi jorgi menghampiri fisya


Memandang wajah fisya yang dibasahi oleh air mata,terlalu tersamarkan semua kesedihannya hingga tak perlu ia jelaskan lagi tentang masalah itu


"Fisya gak mu ngerepotin kak jorgi! Fisya bisa jalan kaki dan fisya minta maaf soal hari ini" fisya berjalan meninggalkan jorgi...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2