KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Rumah tuan hans


__ADS_3

Pintu itu tebuka seketika fisya disambut dengan barisan rapi para pelayan


ada banyak pelayan yang berbaris dan mereka membungkukan badan saat hans dan fisya berjalan di tengah tengah barisan rapi itu


"Tuan hans,biar saya bawakkan jaz anda"wanita tua itu menyambut jaz hitam di tangan hans


Fisya di bimbing oleh hans dan anjing hitam di sampingnya berjalan melewati tangga berwarna gold yang dilapisi karpet merah nan mewah,tangga besar itu menuntun mereka ke ruangan lainnya,ruangan yang tak kalah mewah dengan aula


"Kau duluan kekamar! Milo akan mengantarmu" hans meninggalkan fisya dengan anjing hitam besar


Milo membimbing fisya melewati banyak barisan pintu,hingga sampailah mereka di depan pintu berwarna hitam dengan les silver


Anjing itu mengonggong seakan akan memberi kode kepada fisya


Fisya membuka pintu itu dan terpampang luaslah kamar dengan dekor berwarna gold sangat mewah dan elegan,disana ada sofa,tv,lemari besar,meja rias,kasur yang terlihat empuk dan kamar mandi


Lagi lagi anjing itu berjalan mendahului fisya menuju kasur dan mengonggong akan sesuatu yang berada di depannya


"Apa itu milo" tanya fisya berjalan ke arah milo


Ada baju tidur di atas kasur itu dan sebuah kertas kecil bertulisan


*mandilah atau aku yang akan memandikanmu


Seteah membaca kaiat pendek itu Dengan cepat fisya menuju pintu di sudut ruangan itu dan pergi mandi


Lelaki ini selalu mengancamku!


Setelah mandi fisya berjalan ke kasur dan mengangkat baju tidur di atasnya,dilihatnya baju di tangannya ini sangat sexy dan terlalu terbuka.

__ADS_1


Baju apa ini? Pendek sekali!


Fisya berjalan ke depan lemari besar dan memilih baju didalam lemari itu,dilihatnya satu persatu barisan baju itu


"Ini dia!" Fisya mengambil hoodie berwarna kuning


Saat dikenakan fisya memperhatikan posisi hoodie yang terasa kebesaran di tubuhnya tangan hoodie yang menutupi semua jemarinya dan panjang baju itu menutupi hampir semua pahanya


Wah cocok sekali


"Kenapa kau tidak memakai baju tidur di atas kasur?"Tanya hans yang tiba tiba masuk ke kamar


"Fisya gak suka,baju itu gak cocok sama fisya,jadi fisya pakai baju ini" ucap fisya memabar bajunya


" yah tidak apa! Ambilkan aku handuk" perintah hans


Fisya mengambil handuk putih di lipatan banyak handuk dan memberikannya kepada hans


Fisya mengangguk dan duduk di sebelah milo yang tengah tidur di kasur


"Milo mau nemenin fisya ?" Tanya fisya mengelus kepala milo


Milo berdiri dan turun dari kasur itu


menarik narik baju fisya seakan akan siap menemaninya kemanapun dia pergi


"Yah baiklah! Ayo kita jalan jalan" fisya berdiri dan berjalan melewati pintu besar


Meraka berjalan menyelusuri satu persatu anak tangga menuju ke aulah,belum sampai mereka di tujuannya andre sudah menyusul mereka

__ADS_1


"Nona fisya anda ingin kemana perlu saya antar" tanya ramah andre


"Eh enggak kok! Fisya mau liat liat aja " ucap fisya tersenyum


"Ya jika begitu silakan" andre menyingkir dari hadapan fisya dan menjulurkan tangan memberikan jalan kepada fisya


Fisya kembali berjalan jalan di ruang rumah besar ini, saat fisya melewati aula tamu menuju ruang makan terdengar suara banyak orang tengah memasak sesuatu,fisya menuju ke sumber suara itu dan membuka pintu bak pintu chef di restoran restoran besar


Terlihat banyak orang tengah sibuk menyiapkan makan malam dan milo anjing besar itu mengonggong saat ia julurkan kepalanya ke pintu itu


"Ah nona fisya..." ucap pelayan tua yang mengambil jaz hans tadi


"Perkenalkan saya bibi mun kepala pelayan di rumah ini" wanita itu membungkuk


"Oh ya...fisya tadi lupa nyapa bibi" fisya tersenyum


Ramah sekali,tuan hans tidak pernah membawa wanita sesopan ini ke rumah


"Jadi apa yang membawa nona ke ruangan ini" tanya bibi itu


"Oh fisya tadi keliling trus fisya dengar kayak ada yang lagi masak jadi fisya ke sini" fisya senyum ramah ke bibi mun


"Fisya mau nanya,ada yang bisa fisya bantu?" Tanya fisya


Bukan hanya cantikk Wanita ini juga sangat rendah hati dan ramah


"Tidak perlu,nona bisa melanjutkan berkelilingnya masih ada banyak ruang yang belum nona lihat,di tambah lagi tangan nona sepertinya sedang terluka" bibi mun melihat perban di tangan fisya


"Maaf menganggu nona fisya! Tapi tuan hans menunggu anda di kamar" ucap andre dari belakang menghentikan pembicaraan

__ADS_1


"Fisya duluan ya bibi" fisya melambaikan tangan dan pergi meninggalkan dapur...


Bersambung-


__ADS_2