
"Bela anda di tunggu direktur ke ruangannya untuk pemeriksaan data kerja" ucap karyawan yang membawa sebuah dokume
"Baiklah,fisya! Aku duluan doakan aku berhasil" ucap bela tersenyum ke pada fisya
"Fisya pasti doa in yang terbaik " jawab fisya tersenyum lebar
Fisya kembali melanjutkan pekerjaannya,kali ini dia hanya terfokus pada satu tujuan yaitu membuat bos bangga dan mendapatkan bonus untuk membayar semua hutangnya pada orang tuanya
Tidak lama reza masuk ke dalam ruangan fisya membawa kantung plastik yang penuh dengan cemilan
"Fisya ayo" ucap reza duduk di atas meja fisya
"Ayo? Kemana" jawab fisya
Apakah belum ada yang memberi tahunya bahwa hans sedang menunggu kedatangan fisya di ruangannya
"Ayo kita menghadap ke bos mu" ucap reza
Dengan segera Fisya merapikan tempat kerjanya dan membawa sketsa buattannya
Baiklah! Semoga aku berhasil dan mendapatkan bonus dari bos
Fisya berjalan di belakang reza menuju lift pribadi
"Apa itu" tanya reza didalam lift
"Ini sketsa yang fisya buat" ucap fisya memegangnya dengan erat
__ADS_1
Seakan akan semua harapannya ada pada kertas sketsa berwarna biru itu
Mereka bedua sampai di lantai terakhir saat lift berhenti terdengar dari dalam ruangan itu suara decittan ciuman lalu perlahan pintu lift itu terbuka fisya melihat seorang wanita yang melepaskan pakaiannya tangah duduk di atas lelaki ber jaz hitam itu sembari berciuman
Apa! Kenapa aku selalu di hadapkan dengan moment ini
Reza melihat Fisya yang sedang berusaha menutup pandangannya dengan kertas sketsa itu dan menundukkan kepalanya karena merasa enggan dan jijik melihat kedua mahluk yang sedang bercinta didepannya
Hans ini yang benar saja
"Ekhem" reza berjalan
meskipun hans dan elena menyadari kedatangan reza mereka tetap melanjutkan aksinya
Seolah tak ambil pusing Reza berjalan menuju sofa meletakkan kantung plastik yang berisikan makanan di sofa itu lalu ia duduk dengan santainya
"Fisya gak liat! Fisya gak liat! Fisya gak liat"ucap fisya menyadarkan dirinya dengan nada rendah agar orang disekelilingnya tidak mendengar ucappan
Tapi...mereka sedang
berjalan lah ia perlahan menuju meja hans dan saat ia sudah dekat dengan meja itu,fisya menutup matanya dan memalingkan pandangannya sembari meletakkan kertas sketsa itu di meja hans
Apakah benar fisya yang berada di hadapanku sekarang! Dia bahakan lebih cantik dari kemarin
Hans melepaskan kecuppan bibir itu dan melihat fisya yang dengan cepatnya berputar arah dan berjalan menuju lift
"Fisya" ucap hans memanggilnya
__ADS_1
Fisya terkejut dan berhenti dengan perlahan ia berputar tubuhnya sembari menutup mata
"Ya" jawab fisya menggemaskan
Anak ini lucu sekali
Reza memperhatikan fisya yang bertingkah aneh didepan hans
"Elena pakai bajumu dan turun dari kursiku" perintah hans tegas kepada elena
Apa! Siapa wanita ini sebenarnya? Sebelumnya hans tidak pernah menolakku dan sekarang dia memintaku untuk berhenti
Elena turun dari kursi hans memasang kembali kancing bajunya dan duduk di sebelah reza
"Fisya?" Ucap hans sekali lagi memanggil fisya
"Ya" fisya menjawab dengan jawaban yang sama sembari menutup matanya
Tawa kecil reza melihat tingkah fisya. berbeda dengan elena yang melihat fisya dengan tatapan kebencian
"Fisya tatap mataku saat aku berbicara" ucap hans dingin
Apa membuka mataku!? Aku tidak ingin melihat aksi kotor kalian,tapi jika aku tidak membuka mataku maka kemungkinan mendapatkan bonus itu berkurang
Jantung fisya berdetak dengan kencang mengingatkan-nya akan kejadian johan dan mika.
Fisya memberanikan diri membuka matanya
__ADS_1
Dan saat fisya membuka matanya....
Bersambung-