
Fisy bersandar di dinding. ia berdiri sendiri tepat didepan ruangan sekret BEM, berdiri dengan wajah cemas, sembari menatap jam di layar handphone
Pukul 17:00
Sudah pukul lima sore dan ia masih menunggu jorgi yang sibuk mengurus daftar lomba di dalam ruangan,sudah sekitar dua jam fisya berdiri di sini,setiap detiknya fisya berharap jorgi akan segera keluar agar ia bisa mengatakan kehendaknya
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama" ujar jorgi menyandang tasnya dan berdiri di samping fisya
Akhirnya!
" kak fisya mau bilang kalo-
"Ngobrolnya di cafe saja ya, aku sudah memesan kursi! Tenang tidak jauh kok" jorgi mendahului kalimat fisya
Ia berjalan mendahului fisya sembari melihat layar handphone nya, sedangkan fisya masih berdiri di tempat yang sama.berniat untuk menolaknya namun apa boleh buat jorgi sudah memesan kursi di sana.
Fisya menghidupkan handphone nya dan mengirimkan pesan kepada hans
Fisya : malam ini aku akan pulang sedikit terlambat--
Hans : kenapa!?
Fisya : aku harus mengurus beberapa hal
Fisya menyusul jorgi dan berjalan di sebelahnya, sembari memikirkan kata kata yang tidak terlalu berlebihan dan tidak menyakiti hati jorgi saat mendengar nya.
"Aku pulang duluan hans!" Reza meletakkan setumpukkan kertas di atas meja hans
__ADS_1
"Sebaiknya kau juga pulang!" Susul lisa dan aron
"Hati hati" ujar hans
Disaat semua pekerjaannya sudah selesai, entah kenapa hans masih mengundur waktu pulang nya, mungkin ini karna fisya mengatakan bahwa ia akan terlambat, tapi itu bukan lah sebuah hambatan untuk pulang
"Tuan hans! Mobil anda sudah siap" andre berdiri didepan hans
"Kita harus pulang, karna besok pagi anda ada rapat penting"andre kembali mengingatkan akan tugas hans
"Baiklah!, kita lewat jalan B 2 " hans memakai jaznya
B 2?
Jika lewat sana maka sama saja seperti memutari satu kota ini untuk pulang!?
Disisi lain, fisya tengah memperlambat jalannya
Alisnya menggerut seakan akan tengah berpikir keras
"Kak jorgi!" Panggil fisya menghentikan jalan jorgi
Lelaki itu berbalik arah dan berjalan beberapa langkah untuk berdiri dan bertatapan langsung dengan fisya.
Inilah waktunya!
Tidak perlu menunggu di cafe, ini sudah jam lima. Dan jika aku mengulur waktu untuk mengatakannya di cafe, akan terasa sangat canggung
__ADS_1
"Ada apa fisya?" Tanya jorgi
Fisya mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap mata coklat milik jorgi
"Fisya mau ngomong sekarang"ucap fisya tegas
"Cafe nya ada di ujung sana, yakin ingin berbicara di sini!?" Tanya jorgi
Tampa ragu ragu dan berpikir panjang fisya langsung mengangguk,seolah hal yang ingin ia katakan tidak bisa lagi di undur, ibaratnya sudah berada di ujung bibir
"Yah baiklah! Kau ingin mengatakan apa?" Jorgi sedikit membungkuk,menyesuaikan tinggi tubuhnya dengan tubuh fisya, sekilas mereka terlihat seperti adik kakak
Fisya memejamkan mata dan mengenggam kedua tangan,sembari berharap kepada semesta agar apa yang ia katakan tidak membuat jorgi sakit atau sampai patah hati
"Fisya mau! Kita akhiri hubungan ini!" Sepontan tampa ragu ragu
APA!
Sekejap jorgi seperti mati rasa mendengar kalimat dari bibir fisya, tidak ada hujan dan tidak ada angin, lantas kenapa fisya ingin mengakhiri hubungan ini.
Bercanda!?
"Ayolah! Jangan bercanda seperti itu! Itu tidak lucu" ujar jorgi merengutkan wajah
"Fisya gak bercanda!" Fisya membuka matanya dan menemui ekspresi wajah jorgi yang menatapnya penuh dengan ketidak percayaan...
Bersambung-
__ADS_1