KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Hancur


__ADS_3

Reza,aron dan diandra hanya terpaku menyaksikan semua yang dikatakan oleh fisya


Seakan akan fisya membanting perasaan jorgi yang sudah sangat melekat akan dirinya.


Tapi percayalah fisya melakukan ini karna fisya tidak ingin jorgi berurusan dengan hans, karna siapa saja yang berurusan dengan hans pasti akan berakhir kandas, justru karna fisya mencintai jorgi, ia malah memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan cara seperti ini.


"BOHONG!" Jorgi mengenggam kedua pundak fisya


"Fisya mohon! Lebih baik kak jorgi pulang!" Ucap fisya dengan sangat lembut, berusaha keras untuk tidak melihat mimik wajah jorgi saat ini


Serius! Fisya mengusir jorgi!?


Tapi kenapa? Apakah fisya sudah terlanjur mencintai hans!? Atau...


Reza mulai menerka nerka apa yang sebenarnya ada di pikiran fisya hingga ia meminta jorgi untuk pulang, sesaat fisya seperti tidak memiliki rasa simpati kepada jorgi, namun dibalik wajah acuh tak acuhnya ada ribuan penyesalan didalam hati nya.


"Bohong! Semua itu bohong!" Teriak jorgi yang menyandarkan kepalanya di bahu fisya sembari menangis, merasakan setiap goresan luka yang fisya berikan


"Fisya mohon!" Fisya menyingkirkan tangan jorgi dari pundaknya, dan mundur beberapa langkah, kemudian fisya membungkuk penuh rasa bersalah


"Maafkan fisya!" Ucap fisya membungkuk dengan sangat dalam

__ADS_1


Sebenarnya apa yang terjadi!!


Diandra mencari keberadaan lisa untuk bertanya detail dari permasalahan ini, yang bisa diandra tangkap di pemikirannya adalah, bahwa fisya mencampakkan jorgi


Fisya berjalan ke arah hans dan berdiri di depannya, namun tak ingin melihat wajah hans, seakan akan fisya memberikan kode untuk jorgi agar segera pergi atau hatinya akan semakin terluka bila dia melihat fisya pulang bersama hans.


"Tuan hans! Ayo pulang!" Ucap fisya dengan sangat,sangat, sangat berat hati


Ada apa ini!!


Apakah fisya sudah jatuh cinta pada hans?


"Aku benar benar tidak percaya" bisik aron


Tidak lama pula lisa datang dan langsung melihat keadaan sudah terkendali, ada dua hal yang lisa rasakan ; pertama ia bersyukur fisya dapat menghentikan nya dan kedua lisa malu karna polisi sudah dalam perjalanan


"Apa sudah selesai!?" Tanya lisa tidak percaya berdiri di sebelah diandra


"Iya!, bagaimana dengan polisinya?"


"Sudah dalam perjalanan" ucap lisa menghela nafas

__ADS_1


"Apa! Cepat batalkan! Ini bisa memalukan" diandra panik


"Tidak bisa! Mereka sudah dekat" lisa menggaruk kepalanya


Terlihat dengan sangat lesu jorgi berjalan menuju pintu keluar, dengan berat hati dan penuh dengan rasa sakit, perlahan jorgi meninggalkan fisya dan berusaha keras menerima kenyataan yang pahit ini.


"Jika aku tidak bisa memiliki fisya! Maka tidak ada yang boleh!" Jorgi menembakkan pistolnya ke arah fisya, pikirannya benar benar sudah hancur tercampur aduk


Peluru itu dapat di terka akan menancap tepat di jantung fisya,


Lisa dan diandra berteriak dengan sangat kencang, tidak percaya dengan apa yang jorgi lakukan.


Namun untung saja hans menyadari hal itu dan langsung menghempaskan tubuh fisya menjauh, dan akhirnya pundak hans tertembak,untung saja peluru itu tidak mengenai tulang nya.


"Keterlaluan!" Aron dan reza mengejar jorgi yang telah berlari sebelum Peluru itu tertancap, kemudian lisa dan diandra menjadi panik langsung menghampiri hans.


Sedangkan fisya yang terjatuh ke lantai, terdiam kaku memandang setiap darah yang keluar dari pundak hans, fisya tidak perna melihat darah sebanyak itu, dan fisya juga tidak perna menghadapi situasi segawat ini.


Penglihatan fisya mulai buram, ia hanya dapat mencium bau amis dari darah itu, dan perlahan tubuhnya terhempas ke lantai dan semuanya menjadi gelap!...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2