
Hans duduk diam melipat kedua tangannya sembari memandang teman temannya yang berlumuran adonan kue di sekujur tubuh nya, berbeda dengan fisya yang duduk di samping hans memandang mereka menahan tawa
"Ada yang sebenarnya ingin kalian lakukan? Apa kalian ingin menghancurkan dapur ku?" Tanya hans kesal
Tidak ada yang berani menjawab, reza dengan wajah konyol nya dan aron yang pura pura tidak mendengar, ia sibuk memandangi seluruh sudut ruangan demi menghindari tatapan mata hans, berbeda dengan aron dan reza, terlihat lisa dan diandra duduk santai sembari memakan keripik dari toples
"Yah! Sebenarnya kami ingin membuat kejuttan untuk mu, atas kesembuhan mu, tapi aku tidak mengira akan menjadi seperti ini, reza bilang dia bisa membuat kue begitu pula dengan lisa dan diandra! " aron mulai memberanikan diri mengakui kesalahan
"Kenapa tidak membeli saja, apa kalian sudah jatuh miskin!?" Tanya hans masih dengan keadaan tangan yang dilipat
"Akan lebih spesial bila di buat sendiri" reza mencelah dengan wajah semangat dan gembira seakan akan tidak ada yang terjadi antara kompor di dapur hans dan dirinya
Hans memijat kening nya sembari menunduk, berpikir keras kenapa teman temannya bisa sebodoh ini, heboh nya lagi mereka melakukan itu di jam 4 pagi, bahkan matahari pun enggan keluar di waktu seperti ini
__ADS_1
"Yah! Aku hargai atas rencana kalian, kita bisa merayakannya di suatu tempat tampa harus menghancurkan dapur ku" usul hans
"Jika begitu! Ayo kita ke BAR!" Reza berdiri dan menepuk meja makan
"Aku tidak ikut!" Sahut lisa ketus
"Aku ingin ikut! Tapi jika lisa tidak ikut dan pastinya fisya tidak akan mendatangi tempat seperti itu....jadi aku tidak ikut!" Diandra menunjukkan wajah kecewa nya
"Wanita memang tidak tau arti kebahagiaan!" Ucap reza cemberut
Reza dan aron melihat hans, memandangnya penuh dengan keyakinan bahwa hans tidak akan menolak ide cemerlang dari reza ini, karna hans tidak pernah menolak untuk mengunjungi bar milik direktur A dan bersenang senang bersama banyak wanita
Hans sangat ingin pergi ke sana, apalagi mendengar para pekerja yang baru saja masuk itu, namun hans melihat fisya yang meliriknya tampa ekspresi, dan hal itu menggagu hans karna ia teringat dengan apa yang dia katakan dengan fisya malam kemarin
__ADS_1
"Aku tidak bisa!" Ketus hans Memandang fisya
Mendengar itu fisya tersenyum kecil, ternyata hans tidak lupa dengan apa yang dia katakan kemarin malam
"Kenapa!" Reza mengerutkan kening nya dan memandang hans serius
"Jika ingin merayakannya maka diandra, lisa dan tentu saja istri ku ini harus ikut" ucap hans santai, seakan akan tidak berpikir panjang menyebut fisya istrinya didepan teman teman
"Kau benar!" Aron menunjuk nunjuk wajah nya seakan akan berpikir keras
"Jika begitu sudah di putuskan kita akan merayakannya di restoran " lisa menepuk meja penuh dengan rasa semangat
"Malam ini, besok aku harus bekerja dan aku sangat yakin reza dan aron juga harus bekerja" sepontan hans mengingat kan pekerjaan reza dan aron yang sejak kemarin mereka berusaha pura pura lupa akan tugas mereka...
__ADS_1
Bersambung-