KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Rumah sakit II


__ADS_3

Beg!...


Suara keras pintu ruang tempat hans di rawat terbuka dengan sangat cepat dan kencang, hingga suaranya membeberkan fisya dan diandra yang tengah memotong buah buahhan


"Dasar! Tidak tau diri" ucap reza penuh dengan kemarahan


Ia berjalan menghentak hentakkan kaki menuju ke arah fisya dan diandra, sesaat fisya menjadi takut karena melihat tingkah dan ekspresi reza yang cukup menyeramkan.


Namun aneh nya lagi aron dan lisa terlihat tenang, mereka menganggap hal itu sudah sangat sering terjadi.


Seketika reza berdiri di hadapan fisya dan diandra, kemudian dia menunjuk diandra dengan penuh kobaran emosi


"Aku sudah mencari mu kemana mana! Dan kau ada di sini!! Apa kau tidak tau betapa malu nya aku berkeliling seperti orang gila di ruang tunggu itu ha!" Marah reza menyorot mata diandra


"Re-.. reza tenanglah!" Ucap fisya menurunkan tangan reza yang menunjuk diandra


"Tenang?" Tanya reza melihat fisya


"Bagaimana aku bisa tenang!? Seakan akan dia mempermalukan aku! Pertama dia hampir menabrak mobil ku beberapa minggu lalu dan sekarang dia mempermainkan ku!" Teriak reza

__ADS_1


Tiba tiba aron berdiri dari duduk nya dan berjalan ke belakang reza, kemudian dengan sangat kencang aron memukul kepala reza, sekilas wajah kesal nya


"Diam bodoh! Hans sedang sakit" ucap aron menyeret reza dan mendudukan paksa reza di kursi


Reza duduk di sebelah lisa yang menatapnya dengan penuh rasa marah


Habislah aku!


"Kau itu bisa tenang tidak!" Lisa memukul pundak reza


Reza menunduk dan meminta maaf, menyadari perbuatannya itu sudah keterlaluan, memarahi wanita didepan orang yang terkapar sakit! Sungguh memalukan.


"Ngomong-ngomong reza! Apa maksudmu diandra hampir menabrak mobil mu?" Tanya lisa heran kenapa reza bisa mengenal diandra si bunga kampus dan ratunya kecantikkan itu


Terlihat jelas, kerut wajah diandra yang meluncurkan senyum keterpaksaan menahan rasa marah kepada reza, seakan akan kemarahannya hanya tinggal di ujung lidah


"Untung saja aku cukup ahli mengendarai mobil!" Sombong reza menjadi jadi


Diandra meletakkan pisau yang ia gunakan untuk memotong buah itu di atas meja dengan cukup keras dan berjalan ke arah reza dengan menghentak hentakkan kaki.sejujurnya melihat diandra marah sudah membuat reza menelan ludah ketakutan

__ADS_1


"Sudah-sudah!" Fisya berusaha menenangkan


"Kau ini!!!" Marah diandra


"Semuanya mohon permisi sebentar!" Ekspresi diandra berubah menjadi sangat manis serasi dengan senyuman yang ia lontarkan.


Semuanya heran, bukannya tadi diandra terlihat sangat marah dan seketika ia tersenyum manis.


"IKUT AKU!" Diandra menarik lengan reza berjalan ke luar ruangan untuk meluap kan segala emosinya.


Aron dan lisa yakin setelah reza pulang ia akan menjadi kebab goreng mengingat emosi diandra sangat besar dan selalu membara


"Selamat tinggal teman teman!" Senyum pasrah reza pada keadaan


Aron melambaikan tangannya, sedangkan lisa memfoto diandra yang tengah menyeret reza kemudian membagikannya di grup perusahaan dengan caption


*akibat salah wanita!^^


"Apa baik baik saja membiarkan reza pergi bersama kak diandra!?" Tanya fisya mengintip di sela sela pintu masuk

__ADS_1


"Tidak apa apa! Jangan khawatirkan reza, itu sudah biasa! Bukan hanya diandra seorang yang membuat nya babak belur, tapi beberapa mantan pacar nya juga!" Ucap aron santai....


Bersambung-


__ADS_2