KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Cemburu?


__ADS_3

"Hahaha! Aku menghajar mereka dengan skill ku!" Ucap diandra berjalan di samping fisya sembari membawa satu piala dan beberapa buket bunga


"Itu karna fisya!" Jawab fisya ketus


"Iya, iya, terimakasih, sebagai imbalannya aku akan meneraktirmu makan" diandra mengambil kunci mobil dan masuk ke dalamnya


Fisya berdiri di depan pintu mobil sembari memandang jam di tangannya, sudah pukul 17:12 sore, artinya fisya pergi sudah seharian penuh, meninggalkan hans di rumah sakit.


Bagaimana keadaan tuan hans! Apa dia baik baik saja?


Apa dia meminum vitamin nya?


Apa tuan hans sudah makan hari ini!?


Benak fisya dihantui akan keadaan hans, dia sangat ingin pergi makan malam dengan diandra, mengingat di keluarganya hanya diandra lah yang sangat baik kepada fisya, namun di sisi lain fisya ingin kembali ke rumah sakit untuk merawat hans.


"Jadi kita akan makan dimana?" Tanya diandra setelah fisya masuk


"Maaf kak diandra, tapi fisya harus pulang ke rumah sakit" fisya menolaknya dengan sehalus mungkin agar diandra tidak merasa kecewa

__ADS_1


Diandra terdiam, fokus kepada jalanan, menjadi sangat canggung, awalnya fisya tidak enak dengan apa yang barusan ia katakan kepada diandra, tapi tidak lama diandra tertawa terbahak bahak


"Ternyata kau sangat mencemaskan direktur hans ya!?" Diandra menghelap air mata yang tidak sengaja keluar saat dia tertawa begitu lapang


"Kalau begitu, kita akan makan di rumah sakit bersama teman teman!" Diandra tersenyum


"Terimakasi kak diandra!" Jawab fisya


Mobil berjalan ke restoran terdekat, diandra turun dan memesan beberapa makanan untuk di bawa pulang, bukan main main, diandra memesan banyak makanan dengan porsi yang sedikit berlebihan, bahkan pelayan di sana pun ikut heran melihat diandra.


Setelah berbayaran diandra masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit, di perjalanan diandra dan fisya bercanda dan bergurau layak nya keluarga.


Mereka sampai di rumah sakit, memarkirkan mobil kemudian berjalan masuk menuju ke ruangan hans, terdengar dari pintu ada beberapa suara yang memenuhi ruangan itu, nampaknya ada tamu


"Kami pulang!" Sapa diandra


"Selamat datang" lisa menyambut kedatangan diandra.


Tidak lama pula, fisya masuk melepaskan sepatunya dan melihat ke arah hans, yang tengah berbicara dengan seorang wanita cantik yang berpakaian sexy, rambu hitam sebahu, dan kulit putih, sangat cantik.

__ADS_1


Fisya masuk berusaha tersenyum, diandra menarik fisya untuk membantu lisa menyiapkan makan malam, namun entah kenapa fisya tersenyum seperti biasa tapi hatinya tengah menderita!


Perasaan apa ini?


Kenapa aku merasa sesak saat melihat tuan hans berbicara dengan wanita itu?


Persaan ini sama seperti saat aku melihat kak jorgi berbicara dengan anais.


Mungkinkah ini *cemburu**!?*


"Oh ya lupa, fisya ini listy dia adalah rekan kerja ku" hans memperkenalkan fisya dengan wanita ini


Hahaha! Kenapa harus cemburu?


Ada beberapa faktor yang membuatku tidak boleh cemburu! Pertama dia hanya rekan kerja, kedua dia hanya menjenguk, ketiga aku tidak memiliki hak untuk cemburu.


Fisya dan listy berjabat tangan saling tersenyum dan berbasa basi, meski ada yang mengganjal di hati, tapi fisya harus melakukannya


"Wah! Apakah anda calon istri direktur hans?" Tanya listy tersenyum....

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2