KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Ada apa ini


__ADS_3

Sepulang dari kampus fisya pangsung menemui mobil hitam milik hans terparkir di depan kampusnya, tampa ragu lagi fisya masuk ke dalam mobil itu dan melihat hanya ada andre yang duduk di kursi depan stir, dan tidak ada bau bau keberadaan hans.


"Selamat siang nona" ujar andre melihat fisya yang duduk sembari fokus memeperhatikan handphone nya


"Siang" jawab fisya tidak melihat andre


Andre menjalan kan mobilnya, meski fisya tau jalan yang di ambil andre sangat asing dan tidak menuju ke kediaman hans, namun fisya menghiraukannya, pikir fisya andre akan membeli sesuatu atau berkunjung ke suatu tempat sebelum pulang,


Fisya begitu fokus memperhatikan layar handphone nya, dimana di grup kampus semua mahasiswa tengah mengeluh kesah tentang tugas yang di berikan dosen hari ini


"Nona kita akan ke rumah tuan reza" andre memberitahu tujuannya


Namun tidak ada jawaban fisya masih sangat di sibukkan dengan handphone nya, hingga terasa oleh nya mobil ini berhenti didepan rumah besar berwarna putih, tidak kalah besar dengan rumah hans, perbedaannya di halaman tidak ada kolam air mancur.


Fisya turun dan memperhatikan rumah ini,


"Ini rumah siapa?" Tanya fisya melihat ke atap rumah besar ini


"Ini rumah tuan reza, mari masuk" andre membimbing fisya dari depan menuju ke dalam rumah


Fisya mengikuti andre dari belakang sembari melihat lihat isi rumah reza, sistem pelayan di rumah ini sangat berbeda dengan kekediaman hans, fisya dapat melihat ada beberapa wanita yang terserak serak di mana pun mata memandang, entah itu pelayan atau pacar reza tapi yang pasti mereka memakai baju dengan warna yang sama.

__ADS_1


"Tuan hans saya kembali" andre berdiri di hadapan hans yang tengah duduk di sofa


Hans menatap curiga andre, karna di belakang atau pun sisi lainnya tidak ada kehadiran fisya


"Dimana dia?" Tanya hans


"Nona fisya ada di si......" andre terdiam padahal ia tau fisya tadi mengikutinya dari belakang


"Apa kau lupa menjemputnya?" Tanya wanita tua yang duduk di sofa sebelah hans


Bukan hanya wanita tua ini dan hans yang merasa janggal karna fisya belum terlihat di mata, aron,reza, diandra dan lisa bahkan pasangan dari wanita tua ini juga ikut khawatir.


Fisya berjalan teramat lambat belum sampai ia di hadapan hans fisya sudah berhenti kaku memandang layar handphone di tangannya.


Tiba tiba kening fisya mengerut


"Satu minggu? Itu mustahil! Dalam satu minggu bahkan setengah dari makalah itu belum selesai!" Ucap fisya berdiri kaku


"Apa yang satu minggu?" Tanya reza duduk di samping lisa tengah membuka toples cemilan


"Tugas fis....." fisya mengangkat kepalanya dan melihat dihadapan matanya tengah berkumpul banyak orang memperhatikan dirinya, semua orang yang duduk di sofa itu fisya kenali kecuali pria dan wanita yang kulitnya nampak sudah berkeriput

__ADS_1


"Jadi ini istri mu hans?" Tanya wanita tua itu berdiri dan berjalan ke arah fisya, kemudian mengenggam pundak nya sembari memperhatikan sudut demi sudut wajah fisya


"Bu-,..bukan" fisya melambaikan kedua tangannya ke kanan dan kekiri


"Bukan?" Wanita yang kini tengah memegang wajah fisya dengan kedua tangannya pun menoleh kesal melihat ke arah hans


"Tuan muda steven glen!..." sahutnya lantang menyebut nama hans seakan akan meminta penjelassan


Hans mengaruk kepalanya sembari tersenyum memandang nenek nya tengah menatap tajam


"Ya,...ya, dia akan segera menjadi istri ku !" Ucap hans ragu ragu...


Bersambung-


Mampir ke novel carlos ya guys,


novelnya action sama stategi, buat yang suka teka teki sama aksi yang menegangkan, cocok banget



Yok...

__ADS_1


__ADS_2