
"Fisya tunggu! Aku akan mengantarmu pulang"jorgi memegang tangan fisya dan menghentikan langkah kakinya
"Kak jorgi!" Fisya berbalik arah
"Boleh fisya pulang sekarang?" Tanya fisya menunduk
"Fisya cuma mau sendiri" ucapnya menangis
Menunduk menyembunyikan wajahnya dibalik rambut yang terjuntai yang terliaht di mata
tidak membuat tetessan air mata terhalang untuk membasahi pipinya
"Aku akan mengantarmu!" Ucap jorgi menarik tangan fisya menuju mobil kuning mewah di parkiran
Mobil itu berjalan,menyelusuri jalanan kota yang ramai, setiap kali melihat jalanan besar didepannya membuat fisya selalu teringat akan kenangan bersama johan
Apakah seperti ini rasanya sakit hati?
Begitu menyenangkan hingga membuat tubuhku lemah lalu tubuh ku memerintahkan hati untuk merasa sakit dan ribuan penyesalan jatuh diwakilakan air mata
Jorgi melihat fisya yang terus tersenyum,entah antara senyuman dan deraiyan air mata itu membuat jorgi bingung akan fisya
"Fisya?" Panggil jorgi untuk memastikan fisya baik baik saja
Tak ada sahut suara fisya,ia hanya melihat rumah besar milik hans yang diselubungi oleh pagar besar yang panjang
Apa sebaiknya aku pulang ke rumah ku?
__ADS_1
Tapi jika aku pulang kesana itu hanya akan menambah masalah
"Kak jorgi fisya turun disini aja" ucap fisya memandang jorgi yang tengah menyetir
"Apa!?" Jorgi kaget dan menginjak rem mobilnya
"Fisya turun disini aja,terimakasi untuk tumpangannya"fisya keluar dari mobil dan menutup pintu
Jorgi terdiam melihat fisya yang diperbolehkan masuk melewati gerbang menuju ke dalam kediaman hans
jika diingat ingat hanya orang tertentu yang boleh menginjakkan kaki disana
Apa yang fisya lakukan di rumah direktur hans?
Atau jangan jangan....
Pikir negatif jorgi
"Nona fisya sudah pulang?" Ucap Bibi mun yang sedang menyiram tanaman didepan rumah
Fisya menunduk hanya mengangguk dan menutupi segala kesedihannya
Tak ingin berbagi sedikitpun kesedihan yang amat besar ini dengan orang lain
"Nona fisya! Ada apa?"bibi mun meletakkan penyiram Tanaman di tanah
"Fisya gak papa!"elak fisya
__ADS_1
"apakah tuan hans ada di rumah" tanya wanita ini loyo
"Maafkan saya nona! Tapi tuan hans akan pulang pukul 5 sore nanti! Apakah nona fisya ingin saya antar masuk ke dalam" wanita itu menunduk
"Gak papa fisya jalan sendiri aja,bibi lagi kerja fisya gak mau nganggu bibi"fisya berjalan meninggalkan bibi mun dengan segala pertanyaan yang tergantung di benaknya
Fisya masuk ke rumah itu melewati aula tamu dan menuju tapakkan kaki pertama dari anak tangga,setiap ia melangkahi satu anak tangga satu tetes air mata jatuh dengan segala kenangan
Tiba tiba ditengah perjalanan melewati anak tangga langkahnya terhenti
Kenapa aku bersedih seperti ini?
Seharusnya aku bahagia ketika sahabatku akan
Segera menikah!
Fisya menghelap air mata itu dan terus berjalan
Tak dihiraukannya sosok lelaki yang tak jelas berdiri didepannya
"Nona fisya apakah anda sedang sakit?
tubuh anda terlihat pucat"ucap lelaki itu cemas
Tak bertimbal kata satupun dengan lelaki yang tengah berdiri didepannya
Fisya berjalan terus menuju kamar hingga berdiri di depan pintu
__ADS_1
Mengingat semua kejadian pagi tadi dan semua rasa sakit yang ditinggalkan oleh johan...
Bersambung-