KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Jemputtan


__ADS_3

"Apa fisya serius?" Tanya jorgi memastikan wanita ini tidak salah saat mengatakan jawaban nya


Fisya mengangguk dan menatap wajah senang jorgi.


Lalu tiba tiba lelaki ini memeluk tubuh kecilnya dengan sangat erat sembari berterimakasih entah berterimakasi untuk apa


Setelah beberapa saat Berulah dia teringat bahwa ini sudah sangat larut malam dan fisya bisa mendapat kan masalah bila ia belum pulang juga


"Ini sudah malam! Besok akan ku belikan coklat untuk mu tapi untuk malam ini sebaiknya kau pulang" jorgi menepuk pelan kepala fisya dan meninggalkannya berjalan


Saat hendak menyusul jorgi


Cahaya terang dari sorotan lampu mobil menyilaukan matanya


Dan mobil itu berhenti tepat di depan fisya dan jorgi


"Direktur jorgi?" Setelah kaca mobil di turun kan ternyata yang tengah menyetir itu adalah reza


"Direktur reza? Sedang apa anda disini malam malam begini?" Tanya jorgi setelah reza turun dari mobil nya


Dan tampa maksud apa pun reza menggosok kepalanya dengan kencang dan menatap fisya yang berdiri di samping jorgi

__ADS_1


"Aku kemari untuk menjemput fisya!" Tatap sayu reza tertuju ke arah fisya


"Oh! Padahal aku baru saja ingin mengantar nya,tapi jika ada direktur maka itu sama saja" jorgi berbalik arah untuk meninggalkan beberapa pesan pada kekasih nya ini


"Hati hati ya!" Jorgi melihat ke arah fisya dan tersenyum leluasa


Fisya mengangguk dan berjalan masuk ke dalam mobil karna reza sudah membuka kan pintunya untuk fisya.


Mobil itu berjalan dan meninggalkan jorgi sendirian di sebrang jalan.


Meski sudah tidak bersama jorgi lagi tapi hati fisya tetap merasa senang karna bisa menjalin hubungan dengan idola kampus itu, tapi di sisi lain ia mencemaskan keselamatan jorgi jika saja hans tau tentang hal ini


"Apa kau tau hans sudah menunggumu di rumah?" Awal topik pembicaraan di buka oleh reza yang duduk di sebelah fisya tengah serius memperhatikan jalanan


Fisya hanya diam bingung ingin menjawab apa?


Rasanya ia ingin meminta saran dari reza akan hubungan ini tapi di sisi lain ia takut reza malah mengadukan dirinya kepada hans


"Lain kali jika hans tidak menjemput mu kau bisa menelpon aku atau aron untuk menjemput mu!" Saran yang benar benar sudah sangat terlambat bagi fisya


Lalu tiba tiba reza menginjak rem mobil dengan sangat cepat dan keras prihal ada mobil yang berlawanan arah dengan mobilnya dan hampir saja tertabrak

__ADS_1


Untuk saja kepala fisya tidak terbentur karna pengereman menadadak ini


"Sial! Mobil siapa ini!?" Reza membuka sabuk pemangannya dan keluar dari mobil dengan mimik wajah kesal dan marah


Itu kan mobil kak....


Fisya segera turun dari mobil dan langsung menghampiri reza yang tengah di landa emosi


Meski mobil nya tidak apa apa tapi cukup membuat jantung hampir lepas dari tempat nya


"Reza tunggu!" Fisya menarik lengan reza


"Hei! Kau tidak perlu marah marah! Mobil tidak apa apa dasar bodoh!" Ternyata yang keluar dari mobil itu adalah diandra


"Kau yang menyetir sembarang dasar wanita! Tidak pernah menyadari kesalahannya!" Reza menarik genggaman tangan fisya dan hendak ingin memarahi habis habisan wanita yang menyetir sembarangan ini


Namun nampaknya diandra lebih galak dari pada reza


Sedangkan fisya dilanda ketakutan dan kebingungan


"Kak diandra!" Teriak fisya menyadarkan diandra akan posisinya...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2