
Aku melihat jam didinding, sudah pukul 20:21 dan hans tak kunjung datang, aku takut dia langsung pergi ke bar bersama reza dan aron, dan yang lebih aku takutkan lagi hans malah mencampakkan ku karna aku terlalu bersikap tidak peduli dengan dirinya.
Jujur saja setiap detik dan menit jarum jam berjalan aku merasa gugup bahkan jantungku sudah berdebar debar dengan sangat kencang, ditambah lagi dengan pakaian seperti ini, pakaian yang membuat bentuk tubuhku terlihat, bahan nya sangat tipis hingga pakaian dalam ku dapat terlihat dengan sangat jelas.
Tak lama ketakutan dan kecemassan ku pun terbalas, langkah kaki mendekat, aku langsung berdiri dan melihat hans masuk kemudian mengunci pintu nya, namun ia belum menyadari keberadaan ku
Saat hans berbalik arah dan melihat diriku, ia tercengang melihat betapa terbukanya pakaian ku,
Aku berjalan beberapa langkah mendekat ke arah hans, dan berdiri di hadapannya sembari menunduk malu karna hans memperhatikan tubuh ku
"Ada apa dengan mu?" Tanya hans memandangku kaku
__ADS_1
Aku mengangkat pandangan ku dan menatap wajah hans, penuh dengan kebingungan
"Apa kau baru selesai menangis?" Tapat! Hans dapat langsung menebak apa yang terjadi seharian.
Aku hanya diam, berkali kali meneguk air liurku dan menyebabkan sakit di tenggorokkan, aku menyakinkan diriku untuk mencium lelaki di hadapan ku ini
Ayolah fisya! Sentuh wajahnya dan cium dia! Kau sudah sering melakukan ini dengan hans!
Akhirnya aku menginjitkan kaki ku, memegang wajah hans dengan kedua tangan ku dan perlahan menutup mata dan mengecup bibirnya pelan, sangat gugup dan malu, di tambah lagi hans yang masih kebingungan tidak mengedipkan mata saat aku mencium tepat di bibir nya
Aku melepaskan ciuman ku dan memandang tubuh hans yang masih berbalut dengan baju dan jaz nya, sembari merasa malu dan tidak enak hati aku melepaskan dasi hans dan membuka kancing bajunya satu persatu, saat hendak melepas kancing baju yang kedua hans memegang lengan kanan ku dan menatap wajah ku
__ADS_1
"Ada apa dengan mu?" Tanya hans keheranan
Wajar saja ia merasa aneh, ini pertama kalinya aku berprilaku seperti wanita ******* di depan dirinya, tapi bagaimana lagi inilah keputusan yang ku ambil untuk menyakinakan hans bahwa aku serius dengan dirinya dan agar dia tidak meragukan isi hati ku lagi
"Kau menginginkan ini kan?" Tanya ku sembari melepaskan piama
Hans terfokus ke arah payu- dara ku yang tertutupi dengan bh berwarna hitam, dengan menunduk aku memberanikan tekat untuk mencium bibirnya sekali lagi
"Benar! Aku tidak bisa menolak nya!" Ucap hans mengangkat pandangan ku dan mencium bibiku dengan penuh gairah, aku membiarkan tangannya menjerjah ke berbagai arah, bokong ku, pundak ku dan paha ku, aku sudah tidak memperdulikannya.
Kemudian hans menuntunku berjalan ke arah kasur dan mendudukkan aku di sana, sembari melihat nya membuka baju, setelah dia membuka baju nya, hans mendorong pundak ku pelan hingga aku tertidur, hanya memandang langit langit kamar menunggu hans melakukan gilirannya.
__ADS_1
Ia mencium leher ku, membuatku mengeluarkan suara aneh, suara yang mereka sebut desahhan, suara ini sangat aneh, seperti aku tengah merintih kesakitan namun juga menikmati setiap kenikmatan....
Next episode-