KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Luka ( part 3)


__ADS_3

"Ada apa dengan tangan mu?" Tanya hans sekali lagi


Bingung menghantui fisya, ia tidak ingin mendapatkan masalah lagi dengan hans,tapi di sisi lain jika ia tidak jujur maka jorgi yang tidak bersalah akan menjadi imbasnya


"Tangan fisya..." pikir panjang fisya untuk mengatakannya


Baiklah untuk kak jorgi...


Berkorbanlah untuk kak jorgi kali ini saja


"Tangan fisya sebenarnya kena..." belum usai ia menyelesaikan kalimatnya pengakuannya terdengar suara pintu lift terbuka


"Siapa yang terluka?" Ucap reza panik berjalan cepat menghampiri hans


Hans tidak menjawab dia hanya diam dan memandang tangan fisya di atas meja dan sepertinya hans sedang menjelaskan sesuatu kepada reza lewat tatapan matanya


"Fisya tangan kamu kenapa?" Tanya reza melirik tangan yang dibalut perban berlumuran darah di atas meja


Dokter fank yang dikenal dengan dokter prefesional dan sekali gus dokter pribadi hans berdiri di belakang reza


" dokter tolong priksa tangan fisya" perintah hans


"Baiklah tuan hans" jawab dokter itu

__ADS_1


Dengan segera dokter fank memutar kursi fisya ke hadapannya dan berlutut membuka perban di tangan fisya


"Luka anda cukup parah nona" ucap dokter itu memakai sarung tangan


"Ada apa dengan tangannya dokter" ucap reza mewakili pertanyaan hans


"Saya akan membersihkan darah di tangannya dan kita akan mengetahui hasilnya dengan segera" dokter itu mengoleskan alkohol ke tangan fisya membersihkan semua darah di tangan itu


Nyeri terasa di tangan fisya tapi tidak begitu sakit,tepatnya tidak sesakit semua penderitaan hidupnya selama ini


Setelah tangan fisya di bersihkan terlihat beberapa goressan luka di tangan fisya


"Nona! Apa yang anda lakukan pada tangan anda? Luka nya cukup banyak dan ada beberapa luka yang cukup dalam" dokter itu membalut luka itu kembali


Benarkah? Apakah luka seperti ini bisa di katakan parah hingga kalian semua mencemaskan ku?


"Tuan hans dan tuan reza perkiraan saya luka nona ini disebabkan oleh benda tajam! Anda bisa lihat di luka itu seperti goressan" ucap dokter itu


Benda tajam?


Bagaimana bisa benda tajam itu melukai tangan fisya atau mungkin itu disegaja


"Apa yang kau lakukan pada tangan mu!" Pertanyaan hans selalu tampak menakutkan

__ADS_1


Bingung menghantui pikiran fisya dan wajahnya menjadi takut,namun mau tak mau ia harus menceritakan semua atau jorgi akan menjadi imbasnya


"Tangan fisya kena pecahan kaca" ucap fisya memalingkan wajahnya dan menutup kedua matanya


Seketika semua mimik wajah di ruangan itu menjadi berubah kebingungan


"Bagaimana bisa pecahan kaca meninggalkan luka sebanyak itu?" Kali ini hans benar benar serius


"Fisya tadi mecahin gelas,jadi fisya bersihin" ucap fisya jujur memandang hans


"Dengan tangan kosong?" Tanya reza


Fisya menunduk tidak ingin orang lain tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya pagi ini


"Tampaknya kau tidak mau jujur, kau selalu menutupi banyak hal dan bertingkah semua baik baik saja!" Hans berdiri


"Mulai hari ini kau akan tinggal bersama ku! Dan aku tidak menerima alasan apapun dari mu" tegas hans


Fisya mengangkat wajahnya melihat ke arah hans,seakan akan hatinya terkejut dengan keputussan hans


"Tapi fisya..."


"Aku tidak menerima alasan apapun dari dirimu" suara hans membuat siapa saja menjadi merinding saat ia sudah mulai marah

__ADS_1


"Bukan aku yang membuat keputusan ini! Tapi kau,kenapa kau tidak pernah ingin jujur, jangan pernah berpikir dengan kebohongan kecilmu kau bisa mengubah kenyataan!"hans melihat gadis lemah di hadapannya dengan air mata yang berlinang...


Bersambung-


__ADS_2