
"Tuan hans! Cukup" bentak fisya memegang tangannya
Deraiyan air mata itu tak lagi terbendung
Rasa sakit yang selama ini di tutup akan seyuman kini tidak bisa ditutup lagi,bibir yang telah kaku untuk tersenyum dan hati yang telah lama menahan segala kepedihan kini tidak sanggup lagi
"Tuan hans! Cukup, fisya gak mau diperlakukan seperti ini" air mata itu mendukung semua kepedihan yang diterima oleh hati fisya
"Apa belum cukup semua kepedihan yang fisya rasakan? Apa masih kurang semua hinaan,tuduhan dan penghianatan dalam hidup fisya?.gak ada satupun yang ngerti! Kalian gak mau dengerin fisya!...fisya udah capek"tangis itu membuat tubuh lemah tidak berdaya ini terjatuh ke lantai putih didepan hans
"Fisya udah capek...fisya capek nutupin kepedihan fisya sama senyuman,fisya capek seakan akan semua baik baik saja" fisya meletakkan kedua tangannya kelutut sembari disirami oleh air mata
Wanita malang yang tengah menangis tersendu sendu di lantai itu membuat benak lelaki ini bersimpati.Hans duduk di depan fisya,menarik kepala wanita malang itu dan meletakkannya di dada,sembari memeluknya
"Gadis bodoh!" Ucap hans mencium keningnya
Fisya menangis di pelukkan hans, melepaskan segala kesedihannya berharap lelaki yang tengah memeluknya ini mengerti akan perasaannya
Tidak pernah ada yang memperlakukan ku seperti ini,tidak ada yang peduli terhadapku selama hidupku! Dan kini...
__ADS_1
"Sudah jangan menangis" bujuk hans membelai rambut indahnya
"Apakah kau ingin membicarakan semua ini denganku" hans menghelap air mata di pipi fisya
Wanita cantik itu mengangguk,menyetujui keinginan hans,dibantunya wanita itu berdiri dan sekali lagi dihelapnya semua air mata di pipi fisya.
"Jangan menangis lagi" ucap hans memegang tangan fisya dan mengajaknya keluar dari rumah sakit ini
Fisya berjalan menunduk di belakang hans dilihatnya kali ini hans mengenggam tanganya dengan lembut
"Maaf kan aku" ucap hans berjalan di depan fisya
Apa? Lelaki ini meminta maaf kepadaku?
Fisya terus berjalan menunduk dengan genangan air mata dan tidak sengaja menabrak hans yang tengah menghentikan jalannya. Hans berputar arah menghadap ke arah fisya . Fisya mengangkat kepalanya dan melihat lelaki tinggi didepannya tengah memperhatian dirinya
"Apa kau ingin menangis lagi?" Hans merendahkan tubuhnya dan menunduk melihat wajah fisya
"Jika kau menangis lagi,aku akan sangat marah" ancam hans melihat ke arah fisya
__ADS_1
"Nah! Sekarang mari kita makan siang" hans menghelus kepala fisya sembari memalingkan wajah
Diambilnya handphone dari saku celananya dan menelpon seseorang
"Andre! Pesan kan aku restoran disekitar rumah sakit!" Perintah hans
"Baiklah tuan! Saya akan segera melakukan perintah anda " turut andre menjawab
"Dan aku hanya ingin makan berdua saja! Tampa ada tamu disana" hans menutup panggilan telponnya dan melihat ke arah fisya
"Kau ingin makan dimana" tanya hans mengelus kepala fisya lagi
Anda sangat baik kepada saya, apakah anda tau bahwa saya hanyalah anak malang yang tidak punya apa apa
"Tawaran anda sangat berarti tuan,tapi saya tidak..."
"Tidak bisa apa!?" Sorot mata hans yang menakutkan tengah menatap fisya
"Ma...maafkan saya tuan" fisya kembali menunduk
__ADS_1
Hans kembali membimbing tangan fisya dan menariknya berjalan ke pintu keluar rumah sakit...
Bersambung-