
Karna terlalu kesal dan malu akan sikap hans di meja makan tadi
Akhirnya fisya memutuskan untuk tidur lebih awal
Menghindari aksi hans malam ini yang dapat berdampak cukup besar bagi kehidupannya
Hans masuk ke kamar dan melihat fisya yang tengah tergeletak di atas kasur
Jika saja hans ingin melakukannya malam ini akan terasa sangat mudah baginya apa lagi mangsa yang empuk tengah bersikap seakan akan tertidur pulas
"Aku tau kau tidak tidur" hans melepaskan baju nya dan meletakkan helayan kain itu ke atas kasur
Apa yang akan dia lakukan kepadaku!?
Tuhan tolong selamatkan keperawanan ku malam ini!!
Pikir negatif fisya
Terasa olehnya hans yang mulai naik ke atas kasur
Setiap geraknya membuat kasur empuk ini ikut bergerak
Bahkan jantung fisya berdebar dengan sangat cepat
"Kau ini kenapa!?" Tanya hans berbaring di samping fisya
"Tenang! Aku sudah cukup puas hari ini jadi aku tidak akan melakukannya kepadamu" ucappan hans membuat fisya terkejut
Fisya membuka matanya dan berbalik arah menatap lelaki yang tengah berbaring disebelahnya
__ADS_1
Memastikan bahwa lelaki ini benar benar hans
Karna sikapnya yang cukup aneh hari ini berkali kali membuat fisya terkejut
"Kenapa kau menatapku!? Apa aku tampan?" Hans kembali membuat fisya malu dan salah tingkah
"Gak!" Singkat jawab fisya dan langsung memusatkan pandangan ke langit langit kamar
Perlahan hans mendekat kan diri ke tubuh fisya
Dan dengan sangat perlahan ia menjulurkan tangan ke tubuh mungilnya lalu memeluk fisya dengan sangat erat dan lembut
Bau badan fisya tetap sama seperti malam pertama hans mencicipi tubuh ini
Baunya sangat lembut dan wangi rasa ingin terus memeluk fisya selalu hanya untuk mencium bau wangi ini
Hans meletakkan dagunya di pundak fisya dan terus mempererat pelukkannya
Bahkan sesekali hans melihat mata fisya yang sibuk memperhatikan lelangit kamar
Berbeda dengan fisya yang merasa tidak nyaman
Bagaimana tidak dengan hembussan nafas hans di lehernya dan tangan hans yang kian mempererat pelukan itu semakin membuat fisya
Ingin menendang lelaki ini keujung dunia hingga tak tampak lagi batang hidungnya
"Kau sangat lucu" ujar hans memandang pipi fisya
Dan kau sangat menyebalkan
__ADS_1
Fisya memutar bola matanya dan tetap membiasakan diri akan hal ini
Memang sudah beberapa hari hans tidak tidur di rumah atau fisya tidak menyadari kehadirannya
Tapi malam ini akan menjadi malam yang begitu panjang
"Apa yang kau katakan dengan senior kampusmu!?" Hans berusaha mencari topik pembicaraan agar fisya merasa sedikit santai
"Fisya cuma balikkin buku " fisya terus mengelak
"Tapi apapun itu, perkataan mu cukup membuat hatinya terluka! Kau bisa lihat dari raut wajah nya" dan sekarang hans seperti ahli psikologi
Perkataan hans membuat fisya sadar
Bahwa memang cukup menyakitkan kenyataan yang harus ia terima tapi disisi lain fisya ingin menyelamatkan jorgi dari murkanya hans
"Jika diingat ingat dia adalah direktur jorgi
Yang setiap kali pertemuannya selalu aku tunda
Aku tidak memiliki banyak waktu untuk perusahaan kosmetik miliknya" hans memejam kan mata hendak tidur dan mengakhiri malam ini
"Kenapa?" Tanya fisya kembali membangunkan hans
"Nampaknya kau begitu tertarik dengan lelaki itu" hans melirik fisya dengan tatapan ketidak senangan
Baiklah fisya! Sekali kau berbicara tentang jorgi lagi maka akan menghancurkan mood iblis ini
"Maksud fisya kenapa tuan hans belum tidur ini sudah larut malam" elak fisya yang berhasil membodoh bodohi hans...
__ADS_1
Bersambung-