KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Makan malam


__ADS_3

mobil berhenti di depan restoran mewah,ini pertama kalinya fisya pergi ke restoran seperti ini,sangat mewah dapat dilihat dari para tamu yang datang mereka menggunakan gaun dan memakai jaz,terlihat sangat elegan,


namun berbeda dengan reza,aron dan lisa mereka hanya memakai baju sehari hari nya seakan akan tidak memperdulikan hal itu.


"ayo masuk!" ujar hans berdiri di sebelah fisya


tak perlu menunggu lama nampaknya reza sudah sangat lapar hingga ia menerobos masuk meninggalkan fisya dan yang lainnya


"yah!...dia memang memalukan!" lisa berbisik kecil ke arah fisya


"ada yang bisa saya bantu tuan?" seorang pelayan dengan pakaian yang sangat rapi datang menghampiri meja fisya


"kami pesan semua makanan spesial dan aku tidak ingin menunggu lama"cerocos reza mewakili


semua hanya terdiam,memandang kaku reza yang sibuk melipat tangan bajunya,jika di bandingkan dengan para tamu lainnya tingkah dan sikap reza seperti orang biasa,meski ia diliputi kekayaan namun reza tetap memilih menjadi konyol dan apa adanya,


hans dari tadi hanya memperhatikan fisya dari atas sampai bawah dengan tatapan yang cukup menjanjikan


"aku suka kau berpakaian seperti ini"kata hans melipat tangannya dan mengalihkan perhatian


fisya memang terlihat cantik dengan rok hitam yang menutupi lutut dan kaos putih pendek meski sangat sederhana tapi jika fisya yang mengenakannya maka akan sangat menarik dan cantik

__ADS_1


fisya mneunduk malu,malu karna hans mengatakan hal itu didepan teman temannya dan berkat hans ketiga iblis ini juga ikut memperhatikan fisya


"yah!..aku setuju,fisya sangat sederhana dan apa adanya"lisa ikut mengomentari


wanita yang sangat menarik


aron melirik fisya


"silahkan dinikmati tuan" pelayan itu datang lagi dengan beberapa orang yang berbaju sama (seragam) membewa beberapa nampan


dihidangkannya makanan itu di atas meja tersusun sangat rapi,mulai dari makanan berlemak yang berat hingga cake yang lembut dan manis,fisya mengambil sepotong cake itu dan mencicipinya,entah kenapa fisya kurang tertarik dengan makanan makanan yang berat


"fisya udah makan tadi di kampus"senyum manis wanita ini membalas perhatian hans


hans hanya terdiam dan memotong daging steak di piringnya lalu mengangkat potongan itu dengan garpu dan menghadapkannya ke arah fisya


"makanlah! tubuhmu itu sangat kecil"kata hans menyuapi fisya


tampa sadar fisya mendekatkan kepala dan membuka mulutnya,memakan potongan daging dari sendok garpu milik hans hingga ia lupa bahwa di meja ini mereka tidak duduk berdua saja namun berlima!


"aaaaaa.....manis sekali!"lisa mulai bertingkah aneh

__ADS_1


fisya menututp mulutnya sembari mengunyah ikut merasa malu karna lisa mengatakan hal itu


"ini!" lagi lagi hans kembali mengarahkan sendok dengan daging di ujungnya ke arah fisya


ini memalukan!....


fisya kembali menyuap makanan itu,memang terasa sangat memalukan karna reza,aron dan lisa terus memandang mereka berdua dengan senyuman tersipu sipu.


terakhir hans menghelap mulut fisya dengan sapu tangan nya


"suatu hari aku akan diperlakukan seperti itu juga!" iri lisa memalingkan wajah,berharap reza yang sibuk makan di sampingnya ini menjadi peka atas perasaan lisa.


"sayangnya..dia tidak terlalu memikirkan perasaan mu lisa!" ujar aron memainkan garpunya dan tersenyum licik melihat lisa


"apa maksud mu!,aku tidak...tidak..e.."cemas lisa merasa menyesal karna sudah bercerita kepada aron tentang perasaannya


"yah! semua orang tau itu,bagaimana tidak? kau itu  cantik dan cukup berprestasi di bisnis tapi belum memiliki pasangan!,mengingat kau sudah menolak beberapa lelaki minggu ini!" lagi lagi aron membeberkan sebuah fakta yang membuat wajah lisa memerah dan terlihat salah tingkah.


lalu tampa aba aba reza mengangkat sendok dengan makanan di atasnya dan mengarah kan makanan itu ke arah lisa...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2