
Fisya pulang dari kampus sekitar pukul 2:20 tidak ingin hans marah
Namun bukanlah perjalanan yang cukup mudah baginya untuk keluar dari lingkungan kampus
Karna harus terus bersembunyi dan menghindar dari jorgi
Tepatnya Fisya belum menyiapakan jawaban untuk pertanyaan jorgi
"Nona fisya! Anda sudah pulang? Biar saya bawakan tas anda" bibi mun menghampiri fisya
"Eh...gak perlu bibi...fisya bisa bawak sendiri tasnya juga ringan kok" senyum fisya seakan akan membetulkan hari ini
"Baiklah jika begitu nona fisya" bibi mun meninggalkan tawa sapanya dan pergi menyiram bunga di halaman
Fisya berjalan masuk ke ruangan rumah berjalan melewati tangga untuk menuju kamar memikirkan betapa manisnya setiap sisi coklat hany yang telah lama menghilang dari hidupnya
Saat ia buka pintu kamar terlihat hans tengah tergeletak diatas kasur dan masih mengenakan jaz kantornya bahkan mungkin karna terlalu lelah hans tidur dengan memakai sepatu kerja
"Tuan hans! Fisya pulang" ucap fisya berjalan mengendap endap memastikan hans masih bernyawa
"Bagus! Jika kau sudah pulang, tidurlah di sampingku! Aku sangat lelah" ucap hans tidak membuka matanya
Apa!!!
Kau menyuruhku pulang hanya untuk menemanimu tidur?
__ADS_1
Inilah yang disebut dengan siksaan hidup!
"Tapi tuan hans...fisya baru pulang dari kampus" fisya memandang sekotak coklat manis di tangannya
"Ya...ya...ya... pergilah jangan ganggu aku! Bermainlah dengan milo atau melakukan hal lainnya" hans melambaikan tangan mengusir fisya
Ternyata benar!
Ini adalah hari keberuntungan ku!
Fisya meletakkan tasnya di atas meja dan dengan cepat berjalan keluar kamar menuju ruang tamu
Telah didambakannya memakan coklat hany di atas sofa tampa ada gangguan dari iblis jahat yang tengah tak berdaya itu
Terasa sangat sunyi dan hening tapi fisya tetap fokus pada tujuannya yaitu memakan sekotak coklat pemberian jorgi
Astaga! Bahkan rasa coklat ini tidak berubah setelah sekian lama!
terakhir kali aku memakan ini dua tahun yang lalu
Fisya begitu menikmati coklat berbentuk kepala kelinci itu hingga tidak sadar andre tengah membimbing tiga tamu lelaki ke dalam aula tepat dihadappannya
" tolong tunggu disini sebentar! Saya akan memanggil tuan hans" andre meninggalkan tiga orang asing bersama fisya
Fisya melihat ketiga tamu itu sangat sibuk memutar muar pandangan dan kepalanya memandang setiap sudut aula tamu bahkan fisya tidak yakin jika ketiga orang itu tau keberadaan fisya sekarang
__ADS_1
"Hei kau! Buatkan kami minuman! Apa kau tidak lihat kami adalah tamu di sini" ucap salah satu lelaki menunjuk fisya
Fisya menoleh kiri dan kanan memastikan bahwa lelaki itu benar benar tengah berbicara kepadanya
"Iya! Dia berbicara kepadamu!" Sahut lelaki lain membela temannya
"Oh iya! Tunggu fisya buatkan minuman" fisya berdiri dan menutup kotak coklatnya
Berjalan ke dapur untuk membuatkan tiga lelaki ini minuman
"Aku sungguh heran! Bukannya direktur hans adalah orang yang disiplin? Tapi kenapa ia membayar pelayan seperti itu untuk bekerja di rumahnya?" lalaki itu duduk di sofa dengan santainya
Ketiga tamu yang tidak di siplin itu berlagak bak ruangan ini adalah rumah mereka sendiri
Mereka duduk tampa ada aturan dan membicarakan banyak hal
"Bibi mun pulang! Dan aku sangat lapar!" Ucap reza masuk dengan jalan konyolnya
Melihat reza yang berada di ruangan ini ketiga tamu itu berdiri dan membungkukkan badan
"Direktur reza! Selamat siang" tuturnya sopan
"Ya..ya..ya terserah! Dimana bibi mun?" Ucap reza tak menghiraukan mereka dan memutar bola matanya hendak mencari bibi mun...
Bersambung-
__ADS_1