KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Muak!


__ADS_3

"Apa ini karna lelaki itu?" Tanya hans kembali kengungkit tentang jorgi


Fisya melepaskan tangannya dari lengan hans


Dan menatap lelaki ini dengan tatapan yang tidak biasa, jantungnya berdetak sangat cepat dan kerrutan alis itu masiu tersirat


"Ini gak ada hubungannya sama kak jorgi! Tuan hans harusnya tau kalo kontrak itu tinggal tiga hari lagi!. Tuan hans seharusnya lebih paham dari fisya! Karna sejak awal kontrak itu tuan hans yang buat!" Ucap fisya dengan anda suara yang sedikit naik, dikarnakan emosi dan terlalu lelah dengan kehidupannya


Sepertinya wanita ini sudah tidak peduli lagi dengan emosi hans, bahkan ia berani membentak dan berbicara dengan nada suara cukup keras di hadapan direktur hans yang sangat di segani dan di takuti di kota ini


"Aku tidak peduli!" Sekali lagi kalimat pendek yang tidak berarti keluar dari mulutnya, semakin membuat api di dalam hati fisya membara


"TUAN HANS GAK BISA GITU!" Bentak fisya.


Kini mata yang memang berkaca kaca itu menjatuhkan setetes penyesalannya.


Fisya menangis namun ia masih berusaha menahan diri untuk tidak menangis di hadapan hans


"Tuan hans! Tolong....tolong!... ngerti'in fisya sekaliiiii ajaa" ujar fisya dengan suara yang sedikit serak akibat menangis


Sebenarnya apa yang diinginkan oleh wanita ini

__ADS_1


Tersirat di benak hans untuk menghentikan air mata yang mengalir di pipi itu


Tapi bagaimana? Ia tidak begitu memahami apa yang dimaksud oleh fisya.


Sempat ia berpikir bahwa dirinya sudah memberikan apa yang semua wanita ingin kan kepada fisya, uang, rumah, bahkan hans berancana untuk mengajak fisya berkeliling dunia tapi nampaknya fisya bukanlah insan yang sama dengan wanita wanita di luar sana.


"Apa yang kau ingin kan?" Tanya hans halus


Mulut fisya terbuka ;menganga seakan akan sangat bingung bagaimana lagi cara menghadapi hans, sampai sampai ia tidak tau apa yang sebenarnya tersirat dibenak lelaki ini, dikepala fisya masih menyimpan banyak pertanyaan dan pertanyaan yang selalu ingin fisya pecahkan adalah


Apa yang sebenarnya hans inginkan dari dirinya


"Fisya cuma mau tuan hans mengakhiri ini sebagaimana kesepakatan yang tertulis dinkontrak!" Fisya menghelap air mata nya


Lagi lagi kau tetap membahas hal itu!


Hans memalingkan pandangannya


Kembali dengan sikap dingin dan tingkah acuh tak acuhnya, sepertinya sangat enggan melakukan apa yang diinginkan oleh fisya


Berpaling?

__ADS_1


Kenapa kau selalu berpaling!?


"Aku tidak mau!"


Fisya menghela nafas dalam dalam


Kemudian tersenyum sebentar seakan akan ada yang lucu diantar mereka.


Tidak lebih ia menertawakan nasib yang harus fisya jalani. Begitu malang sampai terlihat lucu jika diingat semua keluk kehidupan fisya.


Kepalanya menjadi sangat pusing,fisya memijat kening dengan cukup keras sembari mengeleng dan tersenyum


"KENAPA!?"bentak fisya sekali lagi


"Tuan hans lihat fisya! Lihat!" Ini kali pertama fisya memerintah hans dengan nada yang berlebihan


"Lihat! Fisya cuma wanita biasa! Fisya gak bisa ngasi semuanya untuk tuan hans,bahkan fisya gak bisa nurutin mau nya tuan hans! Kenapa tuan hans masih mau sama fisya!?" Nada berbicaranya sedikit demi sedikit berubah menjadi sangat rendah


"Ada banyak wanita yang lebih baik bahkan lebih memiliki apa yang tuan hans mau di luar sana yang mengantri untuk tuan hans!....


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2