
Sudah pukul 5 sore dan tidak ada satupun pelanggan yang datang ke tokoh kue ini.
"Sudah jam tutup, aku akan pulang "ucap alex pergi meninggalkan tokoh kue
"Yah aku juga akan pulang, sebaiknya kau juga" lisa mengambil kunci dari lemari kaca
Fisya mengambil tas kecil dan dokumen bio datanya lalu berjalan ke luar tokoh menunggu lisa mengunci pintu tokoh
Jika aku tau pekerjaan ku hanya duduk diam memperhatikan lisa, aku bisa mencari pelerjaan disela sela lisa menjaga tokoh
Wajah fisya menjadi sedih dan kusam,ia mengingat hanya tersisa satu hari lagi untuk mengumpulkan uang sebelas juta dollar
"Baiklah, selesai aku akan pulang dah fisya" lisa pergi meninggalkan fisya didepan pintu tokoh sendirian.fisya berjalan ke kursi didepan tokoh dan duduk disana sembari melihat jam di handphonenya.
Ternyata semesta pun tidak memberikan keajaiban nya untukku, aku sungguh menyedihkan
Perlahan air mata fisya jatuh dari pipinya,fisya menunduk melihat jari jemarinya yang memegang handphone ditetesi air mata.
Aku harus bagaimana lagi.
Air mata itu semakin banyak berjatuhan ke tangan fisya.
Reza yang selesai makan dan beristirahat berjalan keluar dari pintu restoran dan menelpon hans
"Hallo hans" reza bejalan menunduk dan menendang kerikil kecil di hadapannya
" bagaimana tentang wanita itu? Apa kau sudah menemukannya" tanya hans penuh harapan
__ADS_1
"Hans dengar aku sudah mencari di seluruh kota ini dan aku tidak menemukannya, kau lupa kan saja diiiiaaaa...." reza mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang sedang duduk di kursi dengan rambut berwarna kekuningan menjuntai indah,tubuh putih bersih,dan tidak terlalu tinggi itu sedang menundukkan kepala dihadapannya.
Apakah dia orangnya?
"Hallo reza jadi apa yang ingin kau katakan sebenarnya?" Tanya hans
"Tidak...tidak jadi, akan ku hubungi kau nanti dah" reza menutup telpon nya dan berhenti berjalan memandang wanita yang sedang duduk dihadapannya
Aku yakin dia orangnya,sangat sesuai dengan informasi yang diberikan andre ini
Reza berjalan menghampiri fisya yang sedang menangis di kusi sembari melihat kertas di tangannya.
Benar wanita ini yang sedang aku cari.akhirnya aku bertemu dengannya.
Girang reza menemukan wanita yang selama ini dia cari,saat reza berjalan mendekat ia melihat wanita itu sedang menangis
"Hei" reza duduk di sebelah fisya
Fisya memalingkan pandangannya dan menghelap air matanya.
Setelah ia menghelap air matanya fisya memandang lelaki disampingnya dan tersenyum.
Apa dia tersenyum? Padahal tadi sedang menangis.yah tidak ada yang mengerti wanita
"Hari sudah mulai gelap!, kenapa kau sendirian di sini?" Tanya reza yang terfokus dengan dokumen berwarna kuning di sebelah fisya yang bertulisan BIO DATA
"Fisya gak papa,fisya cuma duduk sendiri di sini " ucap fisya melihat handphonenya
__ADS_1
Tidak salah lagi,tadi dia menyebut namanya dan mananya ada fisya, akhirnya aku bisa beristirahat setelah hari yang panjang ini.
"Oh ya lupa! Perkenalkan nama ku reza" ucap reza membuka masker dan topinya, berharap fisya mengenalinya
"Aku fisya" ucap fisya melihat wajah tampan reza
Lalu fisya teringat dengan johan (mantan kekasi fisya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri) dan ingatan itu membawa fisya memikirkan nasibnya jika ia tidak menemukan uang sebelas juta dollar esok hari.
Lagi lagi mata fisya mengeluarkan air mata,fisya menunduk dan membiarkan rambutnya menutupi air mata yang bercucuran di wajahnya
Menangis lagi?
"Kenapa kau menangis?" Tanya reza memberikan sapu tangan putih miliknya
"Fisya gak nangis" siapa yang fisya bohongi air mata itu telah jatuh ke tangannya
"Ekhm..." reza berpura pura batuk
"Aku pernah mendengar seseorang mengatakan kepadaku jika kau punya masalah ceritakan saja,meski orang itu tidak bisa membantu menyelesaikan masalah mu tapi setidaknya beban di benakmu terbagi dengannya" ucap reza memandang langit yang mulai gelap
Fisya memahami perkataan itu, jika diingat ingat tidak ada satupun tempat fisya mengadu. Fisya menunduk melihat jari jemarinya dan berpikir
Jika aku ceritakan masalahku dengannya apakah dia akan peduli dengan ku,tapi jika ku pendam sendiri masalah ini, maka benakku akan dihantui kesedihan.
Akan ku ceritakan kepadanya meski aku tidak begitu mengenalnya, setidaknya dia bisa menjadi pendengar yang baik.
Fisya menarik nafasnya dan menghelap air matanya sembari menyingkirkan rambu dari wajahnya.
__ADS_1
Bersambung-