
Fisya keluar dari lift dan melihat di hadapannya wanita bertubuh sexy yang sempat bercinta dengan hans menunggu kedatangan fisya di depan pintu lift
"Hai! Aku elena" mata elena menyorot dari ujung rambut sampai ujung kaki fisya
Anak kampung kok main di kota
"Sepertinya tuan hans tertarik padamu!" wanita itu berdiri di depan fisya
Elena terlihat seperti wanita yang kejam di mata fisya,mungkin karna perbedaan drajat yang membuat fisya tidak menghirukannya dan seakan akan menghormatinya
"Kau lihat apa ini" elena menunjukkan tangannya tepat di depan wajah fisya
Salah satu jemari yang indah itu terbalut oleh cincin berlian putih,memang sangat cocok dengan statusnya sebagai artis papan atas
"Cincin" jawab fisya kebingungan
Apa yang dia inginkan dariku
"Yah anak kampung! Ini bukan hanya sekedar cincin biasa!" Ucapnya memandang jarinya
Fisya tidak mengerti ada apa dengan cincin itu ditambah lagi wanita yang didepannya ini mencium cincin di jari manisnya
"Asal kau tau saja! Ini adalah cincin berlian yang sangat mahal! Bahkan lebih mahal dari harga dirimu" ucap nya menyorot mata fisya
Yah kau benar! Harga diriku hanya sebatas sebelas juta dolar dan dirimu! Mungkin lebih dari itu
Fisya menunduk dan merendah seakan akan menunjukkan kehormattannya pada wanita di depannya ini membuat wanita itu menjadi jadi
"Dan ini diberikan oleh tuan hans kepadaku" sekali lagi wanita itu membelai cincinnya
Benak fisya kemana mana saat mendengar kata tuan hans,mengingatkannya akan kontrak yang bodoh itu dan membuat air matanya berlinang menyesali hidupnya
__ADS_1
Sebegitu rendahkah diriku? Hingga aku dibayar dengan uang sebelas juta dolar? Dan dirimu mungkin lebih ringgi dari pada itu
Ingatan tentang kepedihan hidup fisya terbayang bayang di benaknya sembari Tunduk tak berani melihat wanita yang ada di depannya ini
bela (rekan kerja fisya) yang sedang mengcopy sebuah data di salah satu ruangan melihat fisya dari jendela sedang berbincang dengan elena menyadari betapa bahayanya jika fisya berhadapan dengan wanita itu dengan segera ia menghampiri fisya
"Fisya kamu kok disini" ucap bela melihat tubuh fisya dan memandang jijik elena
"Dan ingat fisya! Aku bukanlah sainganmu" bela mendorong pundak fisya hingga terjatuh
Terhempaslah tubuh lemah itu ke lantai, hatinya yang memang sudah retak kini semakin retak.
Aku memang pantas mendapatkan ini
Bela membantu fisya berdiri dan membersihkan bajunya, namun bela terfokus pada kamera cctv tepat diatas mereka yang merekam setiap kejadian yang fisya alami
Kau akan hancur kali ini
Dan tiba tiba ia berhenti hanya untuk menatap sinis fisya
Wanita aneh
"Fisya! Kamu gak papa kan?" Tanya bela melihat wajah fisya
Fisya tidak ingin bela khawatir atau mencemaskan dirinya,dipaksakannya bibir itu tersenyum hanya untuk memperbaiki suasana sembari menyamarkan semua kepedihan dalam hidup nya
"Gak...fisya gak papa" senyum fisya melihat bela
"Syukurlah kalo kamu gak papa" bela menghela nafas
"Yuk duduk di luar! Aku traktik kamu es krim
__ADS_1
Kamu suka es krim ?" Tanya bela
"Fisya suka" senyum fisya
Bela menarik tangan fisya berjalan menuju kantin.diperjalanan fisya selalu memikirkan apa kesalahnnya pada dunia hingga banyak sekali orang yang menyusahkan dirinya
"Fisya mau yang rasa apa" tanya bela menunjukkan daftar menu
Fisya melihat di daftar menu itu harga es krimnya cukup mahal hingga fisya memilih rasa vanila dengan ukuran sangat mini setidaknya hanya itu yang berharga dua dollar
"Fisya mau yang ini" fisya menunjukkan gambar nya
"Benarkah? Disini ada rasa vanila dengan banyak toping dan ukuran jombo! Fisya yakin gak mau?" Bela menyakinkan pilihan fisya
"Gak...fisya gak mau, fisya mau yang ini" fisya menunjuk es krim yang paling murah
Anak ini sangat berbeda
Bela duduk di sebelah fisya dan melihat wajah fisya
"Kamu kenapa bisa punya masalah sama elena?" Tanya bela
Ingin sekali fisya berteriak melepaskan semua beban di hidupnya dan menangis sembari bercerita kepada bela namun fisya tidak kngin bela bersimpati kepadanya-
"Gak papa, fisya yang salah duluan, fisya tadi gak sengaja nabrak kak elena" ucap fisya berbohong
Tidak mungkin! pasti ada alasan lain
Dilihat dari wajahnya sepertinya dia sedang tertekan akan aku cari tau sendiri
"Fisya aku duluan tadi lagi copy berkas, udah aku banyar tinggal ambil aja es krimnya bye" bela meninggalkan fisya duduk sendiri di kantin...
__ADS_1
Bersambung-