
Hans mengajak fisya makan siang di sebuah restoran mewah,namun di lihatnya disana tidak ada tamu satupun semua meja kosong hanya ada banyak pelayan restoran yang berbaris menyambut kedatangan tuan hans
"Tuan hans! Mari saya antar ke meja anda" ucap salah seorang pelayan lelaki menghampiri hans
Pelayan itu menghantar fisya dan hans ke meja yang amat berbeda dengan meja lain, dimana meja itu terletak di pinggir kaca besar dengan hiasan diatasnya yang elegan, suara merdu dari pemain piano yang perfesional itu membuat tempat ini layak nya surga
"Silahkan dipilih daftar menunya tuan hans" pelayan itu memberikan buku besar berisikan barisan makanan yang lezat
"Kenapa kau masih berdiri disana? Duduk!" Perintah hans membuka daftar menu
Fisya terkejut dan langsung duduk di depan hans yang sibuk membolak balikkan halam di daftar menu
"Kau ingin makan apa" tanya hans menutup daftar menu itu dan memberikannya kepada lelaki yang berdiri di sebelahnya
Apa? Dia bertanya kepadaku? Semua ini sangat mewah. aku tidak pantas menerimanya setelah apa yang ku lakukan pada tuan hans
"Maaf kan saya tuan tapi... saya tidak bisa menerima tawaran anda untuk mengajak saya ke tempat seperti ini" fisya menunduk
Sorot mata menyeramkan hans memandang gadis lemah di depannya, tatapan yang membawa mimpi buruk bagi siapa saja yang melihatnya
"Aku pesan semua menu utama di restoran ini" hans melambaikan tangan menyuruh lelaki di sampingnya itu pergi
Gadis ini! Yang benar saja, apa dia sedang menolak untuk makan siang dengan ku
"Aku tidak menerima alasan lain dari bibir mu" hans memandang bibir kecil nan cantik itu
"Ba...baiklah tuan" fisya menunduk menunjukkan seribu ketakutannya pada lelaki di hapannya ini
__ADS_1
Sunyi diantara mereka, tidak ada satupun yang memulai percakapan. Hans memainkan handphonenya dan fisya memperhatikan jalan luas di balik kaca besar
"Jadi...apa yang ingin kau katakan kepadaku" ucap hans meletakkan handphonenya
Apa yang harus aku katakan? Haruskah aku menceritakan yang sebenarnya? Atau menyembunyikannya lagi!
Sudah cukup! Hati ini memang sudah terluka, biar lah semua orang tau!
"Fisya... e maksudnya saya" fisya memalingkan kepalanya berpikir bagaimana cara menjelaskan kejadian di hari itu dengan bahasa yang belum ia kuasai
"Kau tidak perlu terlalu formal!... aku adalah kekasihmu kau bisa berbicara seperti biasanya" ucap hans
Kekasih? Haruskah aku percaya dengan ikatan cinta lagi? Setelah apa yang cinta lakukan kepadaku
"Kau bisa membicarakan semuanya atau kita kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan" ancam menakutkan hans
"Tuan hans!... semua berita itu bohong! Fisya gak mungkin lakuin itu semua, fisya..." air mata itu jatuh lagi
"Fisya..." air mata itu semakin derai berjatuhan
"fisya bingung!..fisya gak bisa cerita! Fisya bingung mau mulai dari mana"
"Lalu bagaimana aku mengetahui berita yang sesunggunya? Atau kau memang melakukan hal itu" pancing emosi hans melihat fisya
Apa! Sudah cukup, aku selalu bertindak seakan akan aku adalah penyebabnya tapi sekarang tidak
Fisya menghelap air matanya
__ADS_1
"Fisya gak pernah lakuin itu! Waktu itu fisya masuk ke rumah johan,fisya lihat banyak baju di lantai trus fisya dengar suara dari kamar,fisya lihat di kamar ada johan sama mika trus...." bibir lemah itu kembali kaku,hati yang memang surut terluka kini makin terluka
"Terus...mereka" nafas fisya tidak bisa diatur dengan stabil,lagi lagi wanita ini menangis di depan hans.
Fisya memalingkan wajahnya ke arah jendela
"Lupakan" ucapannha derai penuh air mata
"Jika kau tidak bisa bercerita maka aku akan mencari tau sendiri!" Hans mengambil handphone dan menelpon reza
"Hallo! ada apa?" Ruyuh reza
"Kau cari informasi tentang lelaki yang sedang naik daun itu" perinta hans tidak jelas
"Johan?" Tanya reza
"Ya!"
"Oh johan, lelaki yang tertangkap basah oleh fisya sedang melakukan hal yang diluar dugaan dengan sahabat dekatnya?" Cerocos reza
Ternyata benar dugaan ku
" kumpulkan semua bukti!" Hans menutup telponnya
....
Bersambung
__ADS_1