
Deringan handphone hans menandakan satu panggilan masuk itu menghentikan mereka berdua
"Ya" jawab hans dingin sembari memakai kemejanya
"Tuan hans...fisya udah mau sampai, tuan hans mau fisya titipin aja atau dibawa ke ruangan tuan hans" bergema suara fisya di benak hans
"Bawa ke ruangan ku" hans menutup telpon itu
Dengan segera hans memakai bajunya tampa menghiraukan elena yang berbaring di sofa
"Pakai bajumu!" Perintah hans melirik elena
"Tapi hans..." bujuk elena menarik lengan hans
"Keluar dari ruangan ku" dingin perintah hans
Apa yang benar saja! Kau belum melakukan apa apa dan langsung meminta ku keluar!?
"Tapi hans" tegas elena
"Keluar dari ruangan ku atau kau tau akibatnya" kali ini mada berbicara hans benar benar menakutkan
Elena memakai bajunya dan merapikan diri lalu berjalan masuk ke dalam lift
Didalam lift elena berpikir hans tidak pernah menolak dirinya selama ini tapi kenapa setelah ada satu panggilan masuk hans langsung berubah pikirran
Lift itu berhenti dengan gaya sombongnya elena berjalan melewati semua karyawan yang sudah muak melihat dirinya
Namun seketika elena berhenti dan menatap wanita kampungan yang membawa keranjang bekal
Wanita ini kan....
__ADS_1
Mungkin dialah alasan hans menolakku
Awas saja kau
Elena mempercepat jalan nya hingga berhenti di hadappan fisya
Lugu fisya melihat elena seakan akan tidak tau harus berbuat apa
"Em...permisi fisya mau lewat" sopan fisya menunduk di hadapan wanita sombong ini
"Kau pikir kau bisa pergi begitu saja" elena mendorong bahu fisya
Semua karyawan di dalam ruangan ini mengeluarkan handpone nya masing masing dan merekam aksi elena
Mengingat hans pernah mengatakan bahwa dilarang keras menyentuh fisya
" kau pikir kau siapa!?" Sunyi melanda ruangan ini hanya ada suara elena yang melengking tinggi
"Fisya salah apa sama kamu?" fisya yang benar benar tidak tau apa maksud dari perkataan elena hendak bertanya
"Maaf...fisya gak ngerti" fisya mengerutkan alisnya
Wanita ini sangat pandai berakting
Elena melihat keranjang yang dibawa oleh fisya
Dan merampas keranjang nya dengan keras lalu mengacak ngacak isinya
Dia mengambil satu mangkuk besar yang berisikan sup ikan yang terlihat lezat
Bahkan saat elena membuka tutup mangkuk itu aroma dari masakkan fisya benar benar menghiurkan
__ADS_1
"Aku salut dengan akting mu" elena mengangkat mangkuk itu dengan tinggi lalu menuangkan isinya diatas kelapa fisya
Semua yang menyaksikan tidak berani berbuat apa apa
Hanya bisa merekam adegan ini untuk disebarkan
Fisya menunduk memejamkan mata berusaha agar kuah sup itu tidak masuk ke dalam matanya
Dan saat semua tumpahan kuah membasahi baju dan rambut fisya
Bahkan beberapa sayuran dan daging ikan menempel di bajunya
Elena berhenti sejenak melempar mangkuk itu dan kembali mengacak acak keranjang lalu menemukan daging asap dengan saus merah
Ini yang ku cari
Elena membuka kotak daging asap itu dan menumpahkan isi nya ke baju fisya bahkan sisa dari saus itu ditumpahkan ke kepalanya
"Inilah pelajaran untuk mu karna telah merebut hans dari ku" elena melemparkan kotak itu kehadappan fisya
Jadi semua ini hanya untuk iblis bodoh itu!?
Fisya mengenggam tangannya dan memandang elena
"Kau ingin hans!? Silahkan ambil dia, aku tidak peduli" nada berbicara fisya seakan akan meremehkan elena
"Beraninya kau...
Plak!!
Satu tamparan keras tepat di wajah fisya meninggalkan semua rasa sakit
__ADS_1
"Jaga bicara mu!" Elena menghelapkan tangannya ke baju fisya dan mendorong kening gadis malang itu...
Bersambung-