
Sial! Dia mengatakannya
"Apa maksud mu dari toilet belakang?" Tanya lisa menjulurkan tangannya seakan akan sedang menunggu penjelassan gadis ini
Habislah aku!
Nampaknya bukan Hanya Lisa dan yang ingin tau tentang hal ini, tatapan hans lebih tajam melihat ke arah fisya yang sempat mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu jauh dari parkiran.
Jelas ini akan membuat hans marah,karena fisya telah berbohong dan menyusahkan dirinya sendiri, jika dingat ingat hans tidak ingin gadis ini kenapa napa,seakan semua keselamatan dan kesehatan fisya diatas segalanya
"Tadi kak fisya di toilet 3X jika dilihat jaraknya dari lapangan memang tidak terlalu jauh,tapi kak fisya berlari ke sini lewat lorong kantin atau lorong paling belakang, jadi sama saja kak fisya memutari gadung kampus!" Gadis ini berlagak pintar seakan akan ingin menunjukkan kepada idolanya yaitu fisya bahwa ia juga memiliki IQ yang sama seperti fisya
Gadis payah!
Fisya menunduk kaku membiarkan rambutnya terjuntai menutupi wajah, karna tidak ingin melihat raut wajah hans yang entah sedang mengekspresikan apa ataupun bagaimana wajah yang lainnya, jantung fisya berbedar dengan sangat kencang
__ADS_1
"Ini!" Gadis di hadapan fisya menjulurkan sebotol air mineral yang ia keluarkan dari tas sandang nya
"Kak fisya pasti capek!" Lagi lagi wanita ini tersenyum, wajar saja ia bersikap seperti itu karna memang ia tidak tau apa apa soal hans dan fisya.
Dia adalah mahasiswi baru di kampus ini namanya nayla, pertama kali ia menginjakkan kaki di gerbang kampus,fisya lah idola pertama yang ia temui, fisya menjadi panutannya ke kampus, bagaimana tidak wajahnya,senyum nya bahkan tingkah laku dan beberapa hal menarik tentang fisya membuat nayla semakin ingin mendekati senior ini
Dengan loyo fisya mengambil air meneral yang dijulurkan nayla dan tersenyum, senyumnya tidak seperti biasa tapi terlihat aneh karna sebagian dari bibir fisya bergemetar
"Terimaksih....
Terimakasih sudah menjerumuskan aku ke dalam masalah!
"Apakah benar kau membiarkan fisya berlari sejauh itu?" Tanya reza mendekati hans,tidak heran kenapa reza bertanya seperti itu karna hans lah yang memutuskan untuk mengajak mereka menunggu fisya di parkiran
"Tanyakan padanya!" Kata hans segara masuk ke dalam mobil,
__ADS_1
Seketika semua memandang fisya yang terlihat tegang dan bergemetaran
Apa yang terjadi?
Heran nayla yang baru saja ingin menjalin pertemanan dengan idola nya dan ternyata ia melihat moment ini
"Ini, tadi senior BEM memberikan ini untuk kak fisya" nayla mengeluarkan sekotak coklat candy
Fisya terkejut memandang kotak coklat itu bahkan tubuhnya tidak bisa bergerak melihat apa yang dikeluarkan oleh nayla, ia tau coklat itu dari jorgi dan jika saja nayla membawa nama jorgi ke situasi ini maka entah apa yang akan terjadi selanjutnya
"Tadi kak senior BEM mau ngasi ini ke kakak tapi sepertinya kak fisya menghindar dari senior BEM!" Nayla kembali menguakkan sebuah fakta
Karna tidak ingin jorgi dan diandra tau bahwa kedatangan hans hanya untuk menjemput dirinya maka fisya memutuskan untuk menghindar dan memilih berlari ke lorong kantin
Gemetar!
__ADS_1
Tangan fisya terjulur hendak mengambil sekotak coklat, jantung nya benar benar ingin meledak, dan juga mata fisya tersorot kaku berharap gadis ini tidak menyebutkan nama jorgi di hadapan para iblis yang tengah dilanda kecurigaan...
Bersambung-