
Fisya tak menghiraukan hans yang tengah mengecup keningnya dan entah sedang berkata apa,karena terlalu gembira akan kepergian hans
Setiap selangkah tapak kaki hans berjalan
Fisya terus memperhatikan hans yang akan melewati pintu
Dan akhir yang ditunggu tunggu bayangan hans hilang dibalik tembok
"Akhirnya milo!..." ucap fisya girang mengelus kepala milo yang tengah duduk di sofa
Fisya duduk di sebelah milo dan menyimak acara televisi yang tadinya di tonton dengan hans
Bahkan fisya bingung dengan apa yang dilihat hans dari acara televisi ini, ditelevisi fisya hanya melihat seseorang tengah berbicara namun entah membicarakan apa ada banyak tulisan disana
Bahkan dia tidak tau cara bergembira
Fisya mengambil remot yang diduduki milo dan menganti acara televisi dengan film kartun kesukaan fisya.
Disaat pergantian episode yang sangat dinanti nantikan fisya berdering handphonenya di atas meja
Lelaki ini yang benar saja! Baru lima menit dia pergi dan sekarang sudah menelponku?
Tuduh Fisya berdiri dan mengambil hendphone di meja
"Ya?.." tanya fisya mengangkat telpon itu
"Malam fisya..." ternyata itu suara jorgi
__ADS_1
"Kak jorgi?" Fisya terkejut lalu duduk di atas kasur
"Kenapa kak? Malam malam nelpon fisya?" Tanya fisya
"Tidak ada! hanya saja saat ini aku sedang sangat ingin mendengar suaramu" ucap jorgi yang membuat fisya tersenyum senyum entah kenapa
"Oh ya besok apakah kau akan ke kampus? Mengingat sudah satu minggu kau tidak ke kampus"ingatan jorgi pada fisya
"Emm...fisya belum tau kak" jawab fisya ragu ragu pada keadaannya sekarang
"Memangnya kenapa?" Tanya balik fisya
"Yah...aku hanya sedang merindukan mu aku rasa" perkataan jorgi membuat senyum fisya semakin lebar
"Fisya aku akan menghubungimu lagi nanti,aku sedang banyak pekerjaan" akhir jorgi yang menyadari fisya kehabisan kata kata
Fisya memandang hadphone ditangannya dengan senyum senyum tersipu malu
meyakinkan berulang ulang kali pada dirinya bahwa ini bukanlah sebuah mimpi
Apakah kak jorgi benar benar sedang merindukanku?
Fisya memeluk handphonenya penuh dengan kesenangan,lalu berbaring di atas kasur melihat langit langit kamar yang indah dan disela sela kebahagiaannya seketika dia teringat akan hans dan semua peraturannya
Apakah tuan hans akan mengizinkan aku ke kampus besok?
Fisya berpikir cukup keras bagaimana caranya agar dia bisa meyakinkan hans untuk mengizinkan dirinya pergi ke kampus besok
__ADS_1
Berkali kali fisya memandang handphone-nya menunggu telpon dari hans
"Kenapa lelaki ini tidak menelpon ku?"
Hingga Handphone di hadapannya bergetar mengeluarkan suara
dilihatnya dilayar handphone itu benar benar hans yang tengah menelpon dirinya
"Ya?" Ucap fisya mengangkat telpon itu
"Aku akan pulang pukul satu malam,dan kau harus menungguku di kamar"perintah hans kepada fisya
Apa! Pukul satu malam?
Lelaki ini benar benar gila
"Tapi fisya ngantuk...fisya mau tidur" keluh fisya
"Aku tidak peduli! yang aku ingin adalah kau menunggu aku pulang!" Hans mematikan handphonenya
Aku ingin sekali membunuhmu!
Berbagai cara fisya lakukan agar ia tetap terjaga fisya bermain game di handphonenya hingga handpone-nya mati,berkali kali mecuci muka
Menonton televisi hingga pukul 12 malam
Tak kuat menahan kantuk ahkirnya fisya tertidur lelap di atas sofa...
__ADS_1
Bersambung