KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Marah


__ADS_3

Seusai sampai di rumah dan makan malam kini nenek dan kakek itu tengah duduk di perapian bersama reza dan lisa, bercerita panjang pebar tentang banyak hal


Dikarnakan merasa pusing fisya tidak bisa bergambung bersama mereka fisya langsung membaringkan dirinya di kamar


Hari ini menyebalkan !


Tiba tiba langkah kaki yang kian terdengar jelas itu mengarah ke pintu kamar, tebak fisya hanya ada dua kemungkinan pertama hans dan kedua nenek nya, mengingat wanita itu berkata bahwa dia sangat ingin mengenal fisya dan menghabiskan waktu bersama


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya hans masuk dan mengunci pintu


Fisya hanya diam dan berbaring ke arah yang berlawanan dari hadapan hans, mengingat ia sangat kesal karna hans menjerumuskannya begitu saja hari ini, jujur fisya cukup kewalahan menjawab pertanyaan pertanyaan aneh dari nenek dan kakek nya di mobil, bukan berarti fisya membenci nenek itu, tapi ia hanya bingung harus menjawab apa


"Kau kenapa?" Tanya hans melepaskan bajunya


Fisya tetap diam, membuat hans jatuh dalam kebingungan, hans naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di sebelah tubuh fisya, kemudian hendak berniat memeluk tubuh kecil ini, namun saat tangannya baru saja ingin menyentuh perut fisya, wanita ini langsung turun dari kasur dan membawa bantal ke arah sofa di depan televisi


Ada apa? Apa dia marah dengan ku!?


Hans menghela nafas nya, karna ini pertama kalinya fisya berlagak seperti itu dengan hans, dan jujur saja hans juga menyukai sikap fisya yang menggemaskan ini .

__ADS_1


Ia melihat fisya tidur di sofa dan masih enggan berbicara


"Kenapa?" Tanya hans lembut berdiri di belakang sofa dan memperhatikan wajah fisya yang berusaha menutup matanya


" ada apa sayang?" Ucap hans memutari sofa itu dan duduk di lantai tepatnya di hadapan fisya


Apa! Yang benar saja


Lagi lagi fisya berdiri hendak pindah ke kasur lagi, namun saat ia mengambil bantal fi sofa itu hans malah memegang tangannya dan menarik tubuh fisya hingga ia terduduk di pangkuan hans, saat fisya sudah duduk, hans memeluk tubuh fisya dan meletakkan dagunya di pundak fisya


"Kenapa? Apa kau mengalami hari yang buruk?" Tanya hans


"Pikir saja sendiri!" Ketus fisya berusaha melepaskan diri dari pelukkan hans


"Ada apa dengan mu sayang? Apa kau marah kepadaku?" Tanya hans lembut


Fisya masih diam membatu tidak bersuara di pangkuan hans, seakan akan dari diam nya ada makna yang tersirat yang harus hans pecahkan sendiri


"Jangan mendiamkan ku! Apa kau tidak tau rasanya didiamkan dengan istri mu sendiri" hans mengumam

__ADS_1


" fisya gak suka!" Ucap fisya pelan hampir tidak terdengar dengan hans


"Apa yang kau tidak suka sayang, katakan" hans berdiri dan mengendong fisya untuk duduk di atas sofa, hans duduk di sofa dengan fisya yang duduk di pangkuannya yang mengarah ke tubuh hans


"Ada apa?" Tanya hans melingkarkan tangannya di pundak fisya sembari menatap wajah malu malu fisya


"Kenapa bilang ke nenek kayak gitu? Fisya jadi pusing kan" ketus fisya cemberut


Oh ternyata itu alasan dari sikap manjanya ini?


"Memangnya kenapa?" Tanya hans menarik tubuh fisya ke arahnya dan kenge-cup pelan bibir fisya


" apa kau tidak sayang kepadaku?" Tanya hans membuat fisya semakin kesal


Wajah fisya cemberut tebal dan hendak turun dari pangkuan hans


"Baiklah, baiklah akan ku jawab" hans berhasil menghentikan fisya


Setelah fisya kembali duduk seperti semula, hans mengelus kepala fisya

__ADS_1


"Karna aku tidak ingin nenek menjodohkan ku dengan yang lain, aku hanya ingin bersama mu selamanya....


Bersambung-


__ADS_2