
Fisya sampai di rumah besar milik keluarganya,sempat fisya berpikir dua kali untuk kembali ke gubuk neraka ini
Perlahan fisya membuka pintu rumah dilihatnya ruang tamu yang sepi memudah kan fisya untuk masuk ke dalam kamarnya
Baiklah,aku akan baik baik saja hari ini
Fisya melangkahkan kakinya ke dalam rumah berjalan perlahan melewati tangga menuju kamarnya dan saat fisya sampai di kamarnya ia menutup pintu kamar dan berbaring di kasur kusam miliknya
Apa yang harus aku lakukan? Jika dihitung harinya hanya tertinggal 6 hari lagi sebelum lelaki itu menjemputku dan merenggut keperawananku
Fisya menggosok matanya dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi,dilihatnya di kaca kamar mandi ada banyak bekas memar di tubuhnya
Bekas apa ini? Kenapa banyak sekali
Fisya tidak mengingat kejadian semalam dan pagi tadi karena saat di perjalanan pulang kepalanya tiba tiba terasa sangat pusing
Fisya tidak menghiraukan bekas cup-ang di tubuhnya dan pergi mandi
Bagaimana aku menyelamatkan diriku,seberapa besar kebangkrutan di perusahaan ayah hingga ia menjualkan ku kepada lelaki yang tidak ku kenal.
Fisya mengganti bajunya dan duduk di depan meja rias tua
Bagaimana jika aku menganti semua kerugian yang ayah alami,mungkin saja aku terbebas dari lelaki gemuk itu,tapi seberapa banyak uang yang harus aku cari hingga dapat menganti semua kerugian ayah
Kepala fisya kembali pusing memikirkan semua itu, ditambah lagi ia terbayang saat sahabatnya sendiri berselingkuh dengan kekasihnya
__ADS_1
Fisya memandang wajahnya di cermin,dilihatnya setiap sudut wajahnya
Malang sekali hidupku
beranjak lah ia dari meja riasnya pergi ke luar kamar, memikirkan setiap kalimat yang akan sampaikan kepada ayahnya agar membiarkan fisya mencoba untuk menganti kerugiannya
Saat berjalan menyelusuri tangga tidak sengaja fisya menabrak ayahnya yang sedang berjalan berlawanan arah dengan fisya, fisya memandang wajah ayahnya yang menakutkan itu dan memberanikan diri untuk menyampaikan semua kalimat yang telah ia karang di perjalanan
"Ayah...fisya boleh nanya gak" fisya menunduk dengan jantung yang berdebar debar
"Kau ingin bertanya apa" ternyata hari ini suasana hati ayah fisya sedang dalam keadaan baik
Baiklah ini dia fisya,kau harus memberanikan diri demi keperawananmu
"Ayah... berapa banyak kerugian yang ayah alami?" Tanya fisya memandangnya
"Berapa banyak?" Ayah fisya berbalik memandangnya
"Memangnya kau mau apa"
Hati fisya berdebar debar sangat kencang saat ia ingin mengucap kan kalimat tawaran kepada ayahnya
"Mungkin...fisya bisa mengembalikan kerugian ayah,trus ayah gak perlu minta bantuan bos ayah" fisya menunduk dan memejam kan matanya karena takut akan hal yang akan terjadi selanjutnya
"Hah? Mengantinya"terbahak ayah fisya tertawa,tawanya mengundang kedatangan ibu fisya dan saudarinya
__ADS_1
"Ada apa ini!" Tanya wanita tua di belakang ayahnya
"Dengar lah! Anak mu ingin mengembalikan semua kerugian kita" kalimat itu terdengar seperti meremehkan fisya
"Apa? Kau ingin mengembalikannya" tawa saudari fisya.
"Fisya tau ini gak mungkin fisya kembalikan tapi setidaknya kasi fisya kesempatan" fisya mengangkat kepalanya dan memandang tiga mahluk di hadapannya
Ibu fisya berjalan mendekat ke arah nya sembari mengibaskan kipas merah miliknya
"Kau sangat percaya diri" ucapnya memandang fisya dengan pandangan jijik
"Bagaimana kita membuat kesepakatan, aku beri kau waktu tiga hari untuk mencari uang sebelas juta dollar jika kau berhasil mengembalikannya maka aku akan membatalkan perjanjian dengan boss,tapi jika kau tidak bisa mengembalikannya maka kau akan tetap tidur dengan bos" ucap wanita itu menutup kipasnya
Tiga hari? Mencari uang sebelas juta dollar, ini perjanjian yang tidak adil,tapi setidaknya aku bisa berusaha bekerja keras selama tiga hari untuk membuktikan diri
"Setuju" tampa pikir panjang fisya menyetujuinya
Nekat sekali dirimu
"Yah baiklah semoga berhasil dalam tiga hari kedepan" ibu fisya meninggalkan fisya bersama dengan kedua anggota keluarga yang lain.
Baiklah mulai besok aku akan bekerja keras untuk menyelamatkan diriku!
Bersambung-
__ADS_1