KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Jangan!


__ADS_3

"Astaga! Jadi ini benar benar terjadi pada mu fisya" ujar reza melihat fisya


usai menonton video yang top trending di grup


Fisya mengangguk dengan senyum tipisnya seakan akan tak percaya dengan apa yang terjadi padanya hari ini


Bagai mana tidak tampa ada angin dan hujan elena memperlakukan fisya dengan begitu kasarnya


Deringan dan bunyi handphone aron memecahkan suasana genting ini


Ia melihat ada penggilan masuk dari hans


"Ya?" Ia menjawab panggilan itu


"Apa fisya bersama kalian" ujar hans selalu terdengar dingin


"Ya! kami di apartement lisa" jawab aron yang langsung diakhiri tutuppan panggilan oleh hans


Sejenak semua memandang aron penuh dengan rasa penasarran akan siapa yang menelpon namun enggan untuk bertanya


"Siapa yang menelpon?" tanya lisa mewakili fisya dan reza


"Hans!" Aron menutup handphone nya


"Apa kata nya!?" Tanya panjang lebar lisa sangat ingin tau dan sekali lagi mewakili pertanyaan fisya dan reza


"Tidak ada!" Aron menaikkan pundaknya


Sejenak terdiam kembali memperhatikan video di handphone reza yang terletak di atas meja

__ADS_1


Bahkan fisya sendiri tidak tau bahwa kejadian tadi siang divideokan bahkan menjadi top trending


Lalu terdengar suara pintu terbuka semua pendangan memusat ke pintu itu


Dan bertapa terkejutnya mereka saat melihat hans tengah menarik rambut elena dengan wajah menakutkannya bahkan kata menakutkan itu ditambah lagi dengan hans yang membawa pistol ditangan kirinya


Hans melepaskan rambut elena hingga elena terdorong dan jatuh dihadappan semua orang


Tampak begitu menyedihkan dan malang


Dengan rambut yang kusut,pakaiyan yang sobek dimana mana dan parahnya lagi ada memar bahkan luka di wajah dan tangannya


"Apa yang kau lakukan dengan wanita ini!" Lisa memandang wajah dingin hans


Tak ada sahut suara hans ia hanya memandang elena dengan pandangan yang penuh akan kobaran emosi


Sembari terbatuk batuk elena mengeluarkan deraiyan air matanya dan berjalan ke arah kaki fisya


Hendak ia sentuh kaki itu fisya langsung duduk di depan elena dan berusaha membangkitkan wanita malang ini agar terlihat memiliki sedikit harga diri


"Aku menyesal! Dan benar benar meminta maaf kepadamu fisya" elena memegang lengan fisya enggan untuk berdiri karna sudah terlanjur malu


Fisya menyingkirkan rambut di wajah elena dan memandang nya


"Fisya udah maaf pin kamu!" Fisya tersenyum


Mulia sekali!


Senyum tipis aron dan reza melihat betapa baiknya fisya setelah apa yang elena lakukan kepadanya,fisya sempat untuk tersenyum dan meluangkan ruang dihatinya untuk elena

__ADS_1


"Baiklah! Urussan mu sudah selesai!" hans meletakkan pistol itu tepat di kepala elena


Aron,reza dan lisa sempat ingin menghentikan namun mereka tau persis bagaimana sifat hans


Tubuh elena bergemetarran terlihat di bibirnya yang begitu pucat sedangkan hans tampak seperti tidak memiliki hati dan begitu menakutkan


"Katakan apa kalimat terakhirmu!" hans mendorong kelapa elena dengan pistol itu


Dengan cepat fisya menyingkirkan pistol di kepala elena lalu berdiri membelakangi wanita malang itu sembari membentangkan tangan


"Tuan hans! Jangan" teriak fisya


"Apa maksud mu! Apa kau tidak lihat wanita hina ini telah menyakiti dirimu!? Kenapa kau masih memberikan belas kasihan kepadanya?" Tanya hans memandang fisya yang berdiri didepannya dengan wajah dingin


Menarik sekali!


Aron semakin terfokus pada fisya


Seakan akan ingin tau apa yang akan dilakukan wanita muda satu ini


"Fisya gak papa...tuan hans" fisya menunjukkan kedua lengannya dan memutar mutar lengan itu untuk menyakinkan hans bahwa ia benar benar tidak apa apa...


Bersambung-


Hai reader's terus coment dan like novel kita ya


Dan jangan lupa untuk vote sebanyak banyak lalu ajak teman kalian untuk baca novel ini


Agar author semangat up nya ya 😇

__ADS_1


__ADS_2