
Semalam hans tidak pulang dan saat fisya bangun hans tidak ada di sampingnya
Jadi fisya memutuskan untuk pergi ke kampus hari ini
"Eee andre bisa antar fisya ke kampus gak?" Tanya fisya menghampiri andre yang tengah berdiri mengawasi para pelayan yang sedang bekerja
"Tentu nona fisya" andre membungkuk dan mempersilahkan fisya berjalan dahulu
Didalam mobil fisya hanya diam menunggu beberapa pertanyaan andre atau melontarkan sebuah pertanyaan
Lalu tak lama berdering handphone andre memecahkan keheningan ini
Dilihatnya oleh andre bahwa hans tengah menelpon dirinya
"Iya tuan?" Tanya andre yang terdengar sangat sopan
"Kau dimana?" Tanya hans dingin
"Saya sedang mengantar nona fisya ke kampus tuan" andre melirik fisya di kaca spion yang berlagak pura pura tak mendengar
Hening sesaat tak ada jawaban dari hans
Membuat andre mengeluarkan keringat dingin.
Berkali kali ia menelaah kalimat yang ia katakan kepada hans berpikir kalimat mana yang membuat hans marah
"Katakan kepadanya aku akan pulang dan aku ingin melihatnya sebelum pukul tiga" hans memutuskan telpon nya
Tuan hans selalu saja begitu
Selalu saja hampir membuatku mati ketakutan
Andre membetulkan kaca matanya dan melihat fisya dari spion
__ADS_1
"Nona fisya" sapa nya memanggil fisya yang tengah sibuk memandang luar kaca
"Ya?" Suara fisya terdengar sangat menggemaskan
"Tuan hans ingin ada pulang sebelum pukul tiga" andre menghentikan mobilnya tepat di gerbang kampus
"Ya fisya pasti pulang tepat waktu" fisya mengambil tasnya dan kelur dari mobil
Masuk kedalam kampus yang begitu besar
Katanya ini adalah kampus terfavorit di belahan dunia banyak orang orang pintar dari berbagai negara yang mendaftar namun tidak diterima di sini
Tapi bagi fisya ini tampak seperti kampus biasa pada umumnya yang mengenang banyak kenangan buruk
"Pagi fisya!" Jorgi menghampiri fisya
Fisya tersenyum indah menyapa jorgi
"Eee...fisya kita duduk disana sebentar, aku mau ngomong sesuatu" jorgi menunjuk kursi taman berwarna putih
"Kak jorgi mau ngomong apa?" Tanya fisya
"Kesana aja yuk ngomong nya" jorgi menarik tangan fisya berjalan mengarah ke kursi taman dan menduduk kan fisya di sana
Fisya duduk di sebelah jorgi yang sibuk mencari sesuatu di dalam tas nya
Sepertinya sesuatu yang tengah ia cari itu sangat penting
"Ini untuk fisya!" Jorgi memberikan sekotak coklat hany kesukaan fisya
Fisya tersenyum lebar memandang kotak coklat di tangan jorgi
Ia tidak mengira bahwa masih ada yang menjual coklat hany dijaman seperti ini
__ADS_1
"Untuk fisya?" Senyum fisya amat lebar terpapar garis kebahagiaan di wajah nya
Hanya itulah yang ingin jorgi lihat di pagi hari ini
Namun bukan hanya coklat yang ingin jorgi berikan tapi sebuah pertanyaan yang hanya bisa di jawab oleh fisya
"Em..fisya" mimik wajah jorgi berubah menjadi serius
"Boleh aku bertanya sama fisya? Tapi fisya harus jawab jujur" jorgi memandang mata fisya
"Kak jorgi mau nanya apa?" Tanya fisya menyingkirkan rambunya dari wajah mulus itu
"Soal pesta kemarin" seketika ungkapan itu membuat raut wajah fisya berubah drastis
"Aku melihat semua nya dan aku mendengar segalanya disana, memang sangat dramatis tapi bukan itu yang ingin aku tanyakan" jorgi membetulkan duduk gagah nya
"Aku hanya ingin tau jika kau tidak keberatan
Tolong jelaskan apa yang dimaksud dengan perkataan direktur hans bahwa kau adalah wanitanya!?" lontaran pertanyaan itu membuat wajah fisya mengerutkan segela penyeselan untuk kejadian kemarin
Serta bingung ingin menjawab apa untuk pertanyaan seserius ini
Sejenak fisya terdiam dibenaknya ia sangat memohon kepada semesta untuk menyelamatkan dirinya sekali lagi
Lalu dengan ajaib nya bell masuk untuk kelas pagi berdering
Kali ini semesta benar benar di pihaknya
"Maafkan fisya kak jorgi tapi fisya harus masuk ke kelas" fisya mengambil tasnya
"Emm...makasi coklatnya" fisya berjalan cepat meninggalkan jorgi dengan seribu pertanyaan yang tak terjawab...
Bersambung-
__ADS_1