Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Memenggal Kepala Nin Tian


__ADS_3

Bab 100 Memenggal Ke Nin Tian


Mereka semua sungguh kaget bukan main, ada juga jurus yang unik yang memungkin tubuhnya berubah menjadi sekumpulan kupu-kupu 🦋 yang sangat cantik.


Apalagi, kupu-kupu itu memiliki warna biru cerah dan ada sedikit cahaya yang eksotis sehingga siapapun yang melihatnya menjadi memanjakan mata.


Wanita bercadar dan satunya lagi yang memiliki punggung berdarah, dia memandang Xiao Chen serius.


“Masih ada orang yang bersembunyi cukup dalam. Dia bisa mengelabui kita!" Wanita bercadar memandang Xiao Chen yang memakai topeng.


Kakek tua yang memiliki nama Tang Zhang Zhang juga serius, tatapannya martabat kepada Xiao Chen.


Sebenarnya ada juga para kelompok yang masih bersembunyi hanya saja mereka tidak menunjukkan tanda-tanda setelah kedatangan Xiao Chen.


Kini Nin Tian yang emosi dan sekarang memiliki jemari cacat, akhirnya marah dan berkata kepada Xiao Chen, “Brengsek siapa kamu sebenarnya! Sialan apakah meminta kematian!"


Swosh!


Sosoknya menghilang dan mencoba menyerang Xiao Chen dengan kecepatan penuh seperti hampir mendekati cahaya.


Sayangnya dia bertemu dengan Xiao Chen yang memiliki mata pencerahan sehingga ketika diaktifkan pergerakan Nin Tian melambat 10%


Sring!


Kepala Xiao Chen memiringkan ke kanan dan belati kecil yang diunuskan Nin Tian hanya berjarak satu sentimeter mengenai topengnya.


Setelah menghindari serangan yang begitu sangat cepat, Xiao Chen melompat ke kanan dengan satu langkah.


Sring!


Nin Tian masih menyerang menggunakan tangan kirinya dengan kecepatan sangat penuh seperti menghampiri cahaya, sayangnya Xiao Chen melakukan hal yang seperti itu lagi menghindari dengan sangat mudah walaupun hanya berjarak beberapa sentimeter saja akan mengenai tubuhnya.


"Tsk!"


Nin Tian menggertakan giginya dan mencoba menggunakan kekuatannya ke tingkat penuh untuk menyerang semaksimal mungkin


Sring! Sring! Sring!

__ADS_1


Tak terhitung jumlahnya dia menyerang Xiao Chen. Tetapi pada akhirnya dia hanya menyerang udara kosong saja. Sosoknya Xiao Shi seperti bulu yang susah dikendalikan.


“Bajingan! Jika kamu memiliki kemampuan ayo sarang aku jangan terlalu sering menghindari seranganku sialan!" Nin Tian menggertakan giginya sampai bunyi berderak.


Sring!


Nin Tian masih tidak bisa menyentuh sedikitpun dari baju Xiao Chen. Sekarang Xiao Chen melompat ke atas dia tidak menjawab kata-kata amarah dari Nin Tian.


Setelah melompat ke atas, topengnya tiba-tiba ada sihir formasi berwarna kuning tua dengan bentuk bintang kejora dan berputar-putar sangat cepat langsung menyemburkan api yang sangat panas ke arah Nin Tian.


Buarrr!


"Uhh tidak baik!" Nin Tian bersalto sambil berguling-guling di tanah seperti sedang jaranan kuda lumping.


Hiya!


Teknik kecepatan pedang mimikri!


Nin Tian mengucapkan jurus yang telah dia kuasai sambil menatap ke arah Xiao Chen sangat ganas.


Empat pedang melesat seperti peluru, dengan keempat pedang itu memiliki bentuk hewan masing-masing ada pedang yang memiliki aura kucing, harimau, kerbau, dan ular.


Sring!


Nin Tian mencibir melihat pemuda bertopeng itu akhirnya memiliki tubuh yang cacat akibat dipotong dengan jurus milik sendiri.


“Hahaha kamu bajingan, berani sekali terhadap Tuan ini,” ucap Nin Tian sambil berjalan untuk menghampiri Xiao Chen yang sedang tergeletak.


“Hahahah!" Nin Tian tertawa terbahak-bahak sungguh sangat ganas langsung sosoknya menghilang dengan kecepatan mata telanjang dia sudah di sampingnya Xiao Chen langsung memutilasi Xiao Chen sampai darahnya memuncratkan kemana-mana.


Sring! Sring!


Setelah Nin Tian memastikan bahwa Pemuda bertamu itu sudah meninggal, akhirnya Dia berjalan untuk mendekati telur surgawi itu sambil mengeluarkan celotehan.


“Cih, dasar sampah, hanya itu saja kemampuanmu!”


Tang Zhang Zhang dan para kelompok lainnya yang melihat pemuda topan itu meninggal dengan cara mengenaskan akhirnya banyak menutup mata dengan tersenyum pahit.

__ADS_1


Tidak bisa membayangkan jika posisi Xiao Chen dibangkitkan dengannya.


“Apakah dia mati?" Wanita bercadar sedikit tak yakin jika dia mati karena walaupun dalam posisi genting mungkin saja Pemuda pertama itu akan mengatakan berbelas kasih atau mengeluarkan jeritan tertentu.


Tetapi, selama penyiksaan dari Nin Tian, pemuda itu tidak menunjukkan suara yang melolong hanya diam saja.


Benar saja, tiba-tiba itu yang telah terpotong-potong menjadi beberapa bagian berubah menjadi ribuan semut yang sangat banyak dan mencoba menyatu lagi menjadi satu.


Xiao Chen yang sudah membentuk lagi tubuhnya langsung berlari untuk menusuk punggung Nin Tian secara menyelinap.


Swosh!


Dentang!


“Apa bagaimana mungkin!" Nin Tian menahan menggunakan belati kecil dari tangan kirinya, melihat pemuda pertama itu tubuhnya menjadi seperti semula tanpa ada luka sedikitpun akhirnya Nin Tian tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang panik.


“Ahh kamu berngsek!” Nin Tian mundur satu langkah dan menyerang lagi Xiao Chen. Tetapi, Xiao Chen langsung tangannya berubah menjadi tangan kepiting yang sangat besar langsung mencapai belati itu.


Tangan kirinya langsung memukul perut Nin Tian menggunakan teknik Tinju Gajah Prajna Gong.


Bang!


Hanya satu kali tinju alhasil dia terpental sampai memuntahkan 4 suap darah. Xiao Chen melompat dan langsung memenggal kepalanya Nin Tian.


Sring!


”Hemm sekarang situasinya berpaling aku bukanlah sampah melainkan kamu,” ucap Xiao Chen acuh tak acuh.


Setelah membunuh Nin Tian yang matanya masih melotot, dia mengambil cincin penyimpanan dan Xiao Chen melirik ke kiri ke kanan untuk memastikan semua kelompok tidak akan menyerang dirinya.


Setelah itu, dia mencoba mengambil telur itu untuk dibawa kembali.


Hanya saja setelah memegang telur, ada Serangan yang mendadak sehingga tubuh Xiao Chen di bagian perut terbelah menjadi dua.


Alhasil Xiao Chen terjatuh di tanah dengan perut terpotong.


Xiao Chen yang terpotong menjadi dua bagian dia yang sedang terkapar di tanah, kepalanya menoleh ke arah tepat dimana serangan muncul.

__ADS_1


“Hmm ternyata masih ada kelompok bersembunyi dan aku tidak mengetahui," ucap Xiao Chen dengan tenang.


__ADS_2