Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Perlawanan Diaken Sekte Dewa Perang


__ADS_3

Bab 254 Perlawanan Diaken Sekte Dewa Perang


Setelah Xiao Chen melihat Xia Yang menukik jauh ke bawah, tangan kanannya memgeluarkan satu pedang. Satu pedang itu tiba-tiba memunculkan klone dan berubah menjadi empat pedang seketika dihunuskan ke dua tangan dan dua kali Xia Yang.


Sring!


Ahhh!


Dua lengan dan dua paha seketika ditusuk oleh empat pedang masing-masing, Xia Yang menjerit dan darahnya keluar sangat banyak.


“Apakah semua wanita seperti ini, hanya melihat sampulnya saja? Aku sungguh sangat muak dikatakan mesum. Aku memeluk Yang Zhiqing tidak perlu izin dari mu, dia adalah salah satu wanita ku apakah kamu paham!” Xiao Chen galak dan menggerakkan tangan kanannya sehingga pedang yang menancap itu, seketika terlepas dan berubah menjadi satu lagi.


Seluruh pertahanan Xia Yang sudah dibobol oleh Xiao Chen sehingga dia hanya bisa terkapar dan tidak bisa berkutik lagi.


“Xiao Chen. Jangan seperti itu, kamu sungguh sangat galak sekali.” Yang Zhiqing tersenyum dan mendekat Xia Yang yang memiliki wajah penuh horor.


Jimat penyembuhan diaktifkan sehingga semua luka Xia Yang sudah sembuh dengan kecepatan mata telanjang.


Yang Zhiqing setelah itu menarik tangan Xia Yang dan mencoba mendukung agar bisa berdiri dengan tegap.


“Kamu jangan takut, dia adalah Xiao Chen. Sebenarnya dia adalah pra yang baik kamu harus percaya.” Yang Zhiqing terkekeh Walaupun dia cukup sangat kesal karena adegan ciumannya yang sudah dibayangkan akan rusak setelah kedatangan Xia Yang.


”Hmmmpp. Aku tidak tahu bahwa dia adalah Xiao Chen yang sering kamu sebutkan selama empat hari terakhir.” Xia Yang menghela nafas panjang. Tekanan yang dilakukan oleh Xiao Chen sungguh sangatlah menakutkan terlebih lagi dia bisa berubah bentuk menjadi seperti dirinya.


Pada saat itu, pertempuran yang dilakukan oleh Xiao Chen dengan Xia Yang terdengar sehingga Jiang Bilan dan Zhang Tianji seketika mendekati ke arah sumber suara ledakan yang berasal dari ruangan Yang Zhiqing.


Mereka berdua seketika matanya sedikit berkerut melihat bekas pertempuran itu dan dia juga melihat pemuda yang sedang berdiri di samping Yang Zhiqing.


Jiang Bilan melihat wajah Xiao Chen yang memiliki penampilan yang sangat cantik dan perpaduan tampan sehingga untuk mengatakan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


Apalagi Jiang Bilan melihat pemuda itu tangan kirinya meraih pergelangan tangan Yang Zhiqing. Dia tidak tahu siapa pemuda itu, yang pasti dia adalah pemuda yang sangat tampan.


Zhang Tianji juga sudah sampai di tempat pertempuran tersebut sehingga setelah melihat Xiao Chen, yang tangannya sedang memegang tangan kiri Yang Zhiqing, seketika mendekati dan berkata dengan muram.

__ADS_1


“Siapa kamu tanda seru Kenapa kamu berada di sini!” Zhang Tianji tanpa malu-malu mendekatinya dan mencoba untuk memisah kedua tangan itu yang sedang bergandeng.


Hanya saja Yang Zhiqing ketika melihat pergerakan Zhang Tianji sedang mendekati ke arahnya dan mencoba meraih tangannya seketika wajahnya menjadi dingin. Dia mendengus karena tidak suka dengan cara Zhang Tianji. “Murid Zhang Tianji? Apa yang kamu lakukan Kenapa kamu mendekat!”


Zhang Tianji mengabaikan perkataannya Yang Zhiqing, karena sudah terbakar cemburu akhirnya mencoba memisah paksa tangan Xiao Chen.


”Bajingan! Siapa kamu lepaskan tangan kotormu dari Dewi ku!”


Yang Zhiqing tidak tahan dia marah tangan kanannya menampar pipi Zhang Tianji.


Plak!


Sekali tampar langsung terhempas sekitar enam meter, Zhang Tianji setelah ditampar langsung tertegun. Tetapi dia mencoba berdiri dan berkata kepada Yang Zhiqing.


“Kamu menampar aku, kenapa nona Yang Zhiqing menampar aku! Jelas-jelas aku hanya ingin melepaskan tangan kotor dari pemuda itu!” Zhang Tianji menunjuk-nunjuk jarinya ke wajah Xiao Chen.


“Tutup mulut bau mu itu! Dia adalah Xiao Chen kekasih ku! Kamu tidak berhak ikut dalam masalah kita berdua!” Yang Zhiqing memelototi Zhang Tianji.


Ini ....


”Tidak ini mustahil. Bagaimana pemuda lemah seperti dia menjadi pasangan yang indah seperti Nona Yang Zhiqing! Kesenjangan sungguh seperti langit dan bumi.” Zhang Tianji muram dan melanjutkan perkataannya lagi, “Brengsek sihir apa yang kamu gunakan kepada Nona Yang Zhiqing sehingga dia luluh terhadap mu!”


“Tampan dan tampan.” Xiao Chen tersenyum sambil mengejek Zhang Tianji.


Seketika Zhang Tianji wajahnya mendung dan tempramen nya sedang sangat buruk.


Pada saat itu, Yang Zhiqing meraih lengah Xiao Chen dengan lembut dan mengajaknya agar bisa menemui beberapa diaken Sekte Dewa Perang.


Zhang Tianji mengikuti dibelakang dengan wajah yang sangat muram. Entah kenapa dia ingin sekali membunuh Xiao Chen. Saya tidak peduli kamu kekasih Yang Zhiqing atau tidak, tapi saya ingin melihat bagaimana kamu mati sehingga saya puas!


Setelah beberapa saat kemudian, Yang Zhiqing sudah tiba ditempat perkumpulan para guru dan tetua Sekte Dewa Perang.


Setelah Yang Zhiqing menjelaskan kesemua panutua dan guru-guru, mereka semua terkejut. Tapi setelah Xiao Chen berkata bahwa dia ingin mengambil Yang Zhiqing kembali pulang, tiba-tiba seluruh panutua dan beserta guru wajahnya menjadi bermartabat.

__ADS_1


Baginya, Yang Zhiqing seperti pelindung dari sekte Dewa Perang. Jika pelindung itu hilang, bukankah sekte ini tidak memiliki tumpuan?


Panutua ke tiga bernama Liao Wudi, berkata dengan berat hati, “Tuan Xiao Chen. Sebenarnya nona Yang Zhiqing sudah seperti murid Sekte yang paling penting dan paling inti di sini. Jika kamu mengambil, kami seperti kehilangan separuh dari nyawa kami.”


Xiao Chen menatap Liao Wudi dan menjawab, ”Saya hanya mengambil untuk sementara waktu. Karena Sekte Dewa Perang sudah menyambut Yang Zhiqing dengan baik, maka saya sangat berterima kasih.”


Liao Wudi wajahnya sangat rumit, ”Nak Er Chen apakah masih ada opsi yang lain, saya hanya ingin sekte ini aman tanpa serangan dari luar.”


”Itu bisa dipikirkan nanti." Xiao Chen berbalik dan keluar dari ruangan tersebut.


Liao Wudi mengangguk pelan dan menghela nafas. Tapi apa yang Liao Wudi tidak tahu, ada panutua ke lima yang sudah membuat segel yang sangat rumit dan seketika tangan itu bercahaya merah mencoba menyerang Yang Zhiqing.


Hahaha!


Xiao Chen sudah mengerti seketika berbalik arah dan memgeluarkan pedang dan menangkis cahaya merah itu.


Dentang!


“Kakek tua busuk sialan! Aku tahu niat busuk kalian hanya ingin mengendalikan Yang Zhiqing kan?” Xiao Chen muram melompat langsung berlari mendekati panutua ke lima untuk membunuh secara terang-terangan.


”Hey! Apa yang kalian lakukan!” Liao Wudi beteriak dia sangat kaget dengan pengaturan yang secara tiba-tiba mendadak.


Tangan Xiao Chen berubah menjadi ungu, dan itu membuktikan bahwa tangannya mengandung racun sangat kuat.


Xiao Chen mendekati panutua ke lima, meraih tangan dan tangan kirinya mencekram wajah panutua hingga kulit kepalanya korosi hingga meleleh dan akhirnya panutua meninggal dengan kepala meleleh akibat racun Gu.


Bajingan kamu membunuh panutua ke lima!


Selain Liao Wudi, mereka semua mengepung Xiao Chen.


“Kamu ingin mati!” Xiao Chen muram langsung menggigil jempol dan darah itu keluar seketika berubah menjadi sabit.


Xiao Chen mendengar satu panutua langsung perutnya terpotong menjadi dua bagian.

__ADS_1


”Sekarang kamu!” Xiao Chen menatap panutua ke enam dan sabit merah terbuat dari darah, berubah menjadi ular dan menerkam kepalanya hingga terlepas.


__ADS_2