
Bab 84 Tidak Terduga
Xiao Chen sekarang yang memiliki wajah pucat setelah terlepas dari cengkraman kedua Wenren Wushuang, akhirnya raut wajahnya perlahan-lahan menjadi normal kembali.
“Apakah kamu ingin membunuhku!” Xiao Chen melototi Wenren Wushuang.
“Aku tidak tahu, ketika aku tertidur tidak menyadari bahwa aku begitu tak terkendali,” kata Wenren Wushuang tersipu.
"Huh!"
Xiao Chen bangun dan pergi untuk mencuci wajah. Setelah itu, dia kembali lagi intuk meminum beberapa Teh yang tadi malam sudah dibuat.
Sekarang saatnya mereka memulai kembali untuk pergi dari wilayah ini, dan Xaio Chen secara cepat harus pergi ke wilayah Lembah Phoenix kematian.
Sebelum pergi keluar dari rumah, entah kenapa Wenren Wushuang dan Xiao Chen merasakan ada kegelisahan yang tidak berdasarkan.
Bahkan, mereka merasakan aura yang sangat mencekam di luar rumah itu.
Tepat ketika kedua orang itu pergi keluar rumah dan hendak menghampiri paman pemilik grobak dan kedua wanita yang tidak lain Dongming Yue dan Leng Yueyan seketika Xiao Chen langsung seperti terjatuh ke lembah neraka.
Bahkan Wenren Wushuang melihat keanehan perilaku Xiao Chen sedikit mengerutkan keningnya sehingga langsung melihat apa yang terjadi di luar rumah.
Wenren Wushuang syok setelah melihat. Dia menemukan bahwa Leng Yueyan dan Dongming Yue sudah mati dengan mengenaskan.
Paman pemilik grobak memiliki lubang besar de perutnya. Sementara itu, Leng Yueyan dia meninggal tubuhnya sudah terpotong menjadi beberapa bagian.
Hanya Dongming Yue yang tergeletak di luar rumah sembari tubuh dan kepalanya sudah terlepas. Mungkin Dongming Yue hendak melarikan diri tetapi gagal sehingga di wajahnya ada jejak ketakutan sampai mati.
Bukan hanya itu saja, semua penduduk di sini sudah mati dengan cara yang mengenaskan.
Wenren Wushuang langsung terjatuh seketika aura mendung membasahi seluruh tubuhnya.
"Ahhhhhhhh!"
__ADS_1
Akhirnya Wenren Wushuang beteriak marah. Namun, juga ada jejak kesedihan yang sangat jelas.
“Ahahah teman ku yang sejak dari lama, sudah meninggal semua hahah! Aku sungguh sangat bodoh kenapa aku meninggalkan mereka dan memilih pergi ke kamar pemuda sialan itu hahhah aku sungguh bodoh hahah 🗿!" Walaupun dia tertawa, matanya mengeluarkan air mata yang sangat deras dengan diiringi rasa sedih dan sakit secara bersamaan.
Xiao Chen yang melihatnya, tentu saja langsung mengepalkan tangannya sungguh sangat erat. Dia juga berpikir sungguh sangat bodoh kenapa dirinya tidak mengeluarkan beberapa semut untuk melihat sekeliling, malahan dirinya melupakan akibat berhubungan intim.
Xiao Chen mencoba memejamkan matanya dan mendekati Wenren Wushuang dan mencoba menarik agar bisa dipeluk. Akan tetapi tiba-tiba ada cahaya ungu langsung keluar dari tubuh Wenren Wushuang hingga ingin mengenai Xiao Chen jika tidak menghindari.
“Lepaskan! Ini gara-gara kamu, jika kamu tidak membuat kesepakatan itu, kedua teman ku masih selamat!” Wenren Wushuang menatap ke arah Xiao Chen dengan sangat ganas.
Seketika tangan Xiao Chen langsung kaku seperti patung. Mungkin jika dirinya akan tahu, Xiao Chen tidak akan melakukan hal seperti itu.
Karena dimarahi Wenren Wushuang, Xiao Chen tetap ngeyel langsung meraih tubuh Wenren Wushuang langsung memeluk dengan sangat erat.
“Kamu berpikir jernih jangan biarkan hati iblis merasuki mu, jika aku tahu akan menjadi seperti ini, lebih baik aku tidak akan melakukannya.”
“Setidaknya kamu selamat sehingga mereka berdua akan lega di alam baka.”
Akan tetapi nasehat Xiao Chen tidak didengar oleh Wenren Wushuang seketika dia berteriak: “Kepaskan! Aku ingin sendiri! Ahhhh!"
Xiao Chen berkata: “Dunia ini kejam, kamu menangis tidak ada gunanya. Bahkan yang jahatnya lagi, dewa tidak peduli. Tetapi aku juga tahu bahwa kamu sedang butuh tempat sanadaran. Ijinkan aku menjadi sandaran mu.”
“Ahhh aaaa Xiao Chen dia mati!” Wenren Wushuang berkata sambil menangis.
“Jangan menangis tidak ada gunanya, lebih baik kamu tingkatan kekuatannya. Dengan itu di masa depan bisa mencari siapa orang yang telah membantai Dongming Yue dan Leng Yueyan.”
“Aku belum memikirkan seperti itu, aku hanya tidak tahu apa yang akan aku lakukan di masa depan, setiap memikirkan kejadian ini, hatiku sungguh sakit!”
Alhasil Wenren Wushuang menangis kembali sehingga Xiao Chen langsung menegur.
“Jangan menangis, tidak ada gunanya menangis!” seru Xiao Chen.
“Kamu melarang aku tidak menangis, lantas kenapa kamu menangis!” Wenren Wushuang marah.
__ADS_1
“Sial mataku terkena ranting pohon!” Xiao Chen mengusap-usap matanya sehingga Wenren Wushuang langsung tersenyum.
"Pfff!”
"Uhhh?” Alhasil Xiao Chen bingung. Kemudian berkata lagi: ”Apa yang kamu tertawakan?”
Wenren Wushuang mencoba tenang. Setelah berdekatan dengan Xiao Chen entah kenapa hati yang suram perlahan-lahan sudah menghilang.
Sekarang dia mencerna kata-kata Xiao Chen sehingga tidak ada gunanya untuk menangis.
“Xiao Chen, aku sungguh sedih melihat teman ku sudah meninggalkan aku di sini, aku sungguh bingung apa yang akan aku lakukan di masa depan," kata Wenren Wushuang.
”Kamu tidak perlu khawatir, ikutlah aku ke lembah Phoenix kematian,” ucap Xiao Chen.
“Lembah kematian!” Wenren Wushuang kaget. Dia juga pernah mendengar nama itu, tetapi tidak pernah menemukan para pendekar dari lembah kematian.
“Iya aku akan pergi ke wilayah itu untuk menyelesaikan misi,” kata Xiao Chen mengangguk lembut.
“Misi apa?” Wenren Wushuang berkata lagi.
“Aku ingin menghabisi nyawa para pendekar di wilayah itu, karena berani sekali menculik Feng Huang ku,” balas Xiao Chen.
“Apakah wanita itu yang di dalam mimpi bahwa dia memiliki tahi lalat di pantatnya?” Mata Wenren Wushuang lurus ke arah Xiao Chen.
Xiao Chen tidak nyaman. Tetapi masih menjawab. ”Feng Huan di culik, dan aku ingin membunuh semua hingga tidak ada yang tersisa.
“Wilayah itu aku pernah mendengarnya, tetapi aku belum pernah melihat pendekar dari wilayah lembah kematian?” kata Wenren Wushuang bingung.
“Aku bisa menemukan titiknya, karena aku merasakannya,” ucap Xiao Chen dengan gelang ajaib bisa menentukan titik dimana Feng Huang berada.
“Baik, jika kamu akan pergi, apakah kamu bisa membawa aku?” Wenren Wushuang sungguh sangat berharap.
“Kamu bisa mengikuti aku, tetapi kamu juga harus meningkatkan kekuatan agar tidak menjadi beban,” kata Xiao Chen wajahnya sungguh ambigu.
__ADS_1
“Hmm itu pasti, karena dengan kekuatan ku meningkat, aku jga bisa mencari siapa yang membunuh Dongming Yue dan Leng Yueyan.” Jawaban Wenren Wushuang sungguh sangat serius.
“Baiklah itu lebih baik dari pada tidak. Aku merasakan bahwa dalang semua ini adalah praktisi iblis, dia tidak bisa memasuki rumah yang kita sewa karena aku sudah menyisipkan beberapa alat,” kata Xiao Chen.