
Bab 59 Mengeluh
Xiao Chen setelah tiba di rumahnya dia memutuskan untuk bermalam terlebih dahulu di rumah sendiri. Ketika sudah pagi barulah langsung mengatakan kepada ayahnya bahwa dirinya telah membunuh putra pertama dari keluarga Wang.
Di pagi hari itu setelah Xiao Chen bangun dari tidurnya, seketika langsung mengatakan.
Tentu saja, Xiao Shi terkejut sambil menatap ke arah putra sendiri dengan tatapan yang sangat luar biasa.
Xiao Shi dengar dari anaknya bahwa putra pertama keluarga Wang, meninggal bahkan diri sendiri mendengar putra sendiri telah membunuh beberapa pengawal yang telah mengejarnya.
Ini sungguh sangat hebat ternyata sekarang putra sendiri sudah sebagai anak yang jenius. Memikirkan ketikkan dulu dan sekarang tiba-tiba seperti mimpi saja karena tidak menyangka putra sendiri yang dulunya dianggap sampah sekarang menjadi jenius bisa mengalahkan putra keluarga Wang.
Untuk putra kedua, Xiao Shi belum berpikir terlalu jauh karena dia masih dianggap putra yang tidak berguna hanya mengandalkan latar belakang untuk menggertak kepada orang miskin.
“Hahaha kamu aku sangat keren nak, Ayah sangat bangga setelah melihatmu seperti itu,” kata Xiao Shi ambil tertawa terbahak-bahak kemudian tangannya juga langsung meraih bahu anak sendiri Langsung memeluk sangat erat sehingga, Xiao Chen ingin menangis karena terlalu sesak tidak bisa bernafas akibat dipeluk oleh ayahnya.
Meskipun demikian, Xiao Chen sungguh sangat senang karena melihat ayah sendiri sudah tidak cacat ketika pada itu baru pertama melihat tangan dan kakinya hilang.
“Hhmmm ayah, itu adalah hukuman yang paling pantas, mata diganti mata tangan diganti tangan nyawa harus diganti nyawa. Jika rumah ini tidak ada semut peliharaan mungkin Ayah sudah pindah di alam lain karena meninggal.” Long Fai menyanjung kepada ayahnya.
“Hmmm!” Xiao Shi menganggukkan kepalanya kemudian berkata lagi: “Kamu benar nak, semut itu telah menolong rumah ini. Walaupun masih ada beberapa yang mengalami kecelakaan yang lebih parah, akan tetapi pertumbuhan semut itu, sungguh sangatlah cepat. Sehingga, mungkin saja di masa depan, akan berguna untuk menyerang musuh dengan mengandalkan jumlah semut yang sangat banyak semakin hari.”
“Hmm kamu benar ayah, harus sabar untuk merawat semut peliharaannya karena itu sangatlah berguna bagi pertahanan rumah ini.” Long Fai mengangguk ringan kemudian, langsung berakata lagi sambil menggaruk hidungnya.
“Ayah di sekte, aku merasa sangat tidak nyaman Ingin rasanya aku keluar dari sekte itu,” ucap Xiao Chen sungguh sangat mengeluh.
__ADS_1
“Lah? Kenapa? Apakah Sekte itu tidak cocok denganmu?” kata Xiao Shi tiba-tiba terkejut menemukan putra sendiri tidak betah tinggal di sekte.
Xiao Chen menggelengkan kepalanya, kemudian berkata: “Bukan seperti itu Ayah, aku di sana tidak terlalu nyaman karena ada beberapa wanita yang selalu mendekatiku setiap saat seperti: guru Su Xing dan Liu Shen.”
Xiao Chen tersenyum pahit dia ingin berlatih dan bernapas bebas di sekte itu tanpa ada pengganggu seperti kedua wanita yang telah disebutkan tadi.
Xiao Shi tentu saja melihat dan mendengar curhatan dari putranya, akhirnya hanya bisa tersenyum terkekeh. Kemudian dia menjelaskan seperti ini: “Nak, bukankah salah satu dari wanita itu gurumu yang telah membimbing kamu di sekte itu? Untuk wanita satunya aku tidak begitu mengerti tetepi dia berasal dari keluarga Liu?”
“Benar ayah, Apa yang Ayah sudah katakan tetapi aku merasa bahwa mereka berdua memiliki perasaan spesial kepada putra ini, aku sungguh merasa tidak nyaman karena aku mengetahui mereka berdua sudah memiliki tunangan.”
“Menghindari masalah seperti itu yang diperlibatkan kedua wanita yang sudah memiliki tunangan, aku sungguh sangat terlalu malas. Karena mungkin saja semakin mereka berdua mendekati aku, semakin banyak masalah dari keluarga sang tunangan untuk berurusan dengan kita.”
Xiao Chen itu yang di dalam benak pikirannya secara panjang lebar kepada ayahnya. Sontak, ketika Xiao Shi sudah mendengarkan dari putranya tentu saja itu sudah setuju dengan perkataan putra sendiri. Hukum karma berlaku mungkin saja jika putra sendiri menjalin hubungan dengan kedua wanita itu yang sudah jelas-jelas sudah memilih tunangan, mungkin saja di masa depan akan menjadi seperti keluarga Wang nasibnya.
Kemudian, Xiao Shi berkata seperti ini kepada putranya, “Nak, bukankah aku mendengar ketika kamu ingin pergi kesakti itu, tidak diwajibkan kamu di dalam sekte terus-menerus melainkan kamu bisa pergi sesuka hati yang ingin kamu lakukan.”
“Ayah sarankan kamu lebih baik menjadi murid Sekte itu, selalu di dalam. Lebih baik kamu pergi dan berpetualangan di hutan-hutan atau kemanapun yang kamu mau ketika sudah ingin menjelang malam, beristirahatlah di rumah sendiri itu lebih baik apa yang kamu pikirkan.”
Xiao Chen mengganggukan kepalanya dan menjawab: “Hmmm itu perhitungannya matang. Boleh juga Ayah, itung-itung aku tidak bisa bertemu mereka berdua.”
“Hmm memang harus begitu nak, jika kamu di Sekte terus-menerus, sudah dipastikan hati mu menjadi biru karena marah," balas Xiao Shi sambil cemberut.
“Baiklah, aku akan pergi sebentar di Sekte untuk memastikan aku absen. Setelah itu, aku pergi.” Xiao Chen mengangguk.
“Tunggu dulu nak, ini masih pagi lebih baik sebelum kamu pergi mari kita bersarapan di sini,” pinta Xiao Shi kepada Xiao Chen.
__ADS_1
“Ohh, ahhh,” jawab Xiao Chen dengan canggung dan kepalanya digaruk-garuk menggunakan tangannya. Setelah itu, langsung pergi ke tempat ruangan makan bersama.
~
~
Di pagi hari yang menyongsong, tiba-tiba Su Xing bangun dari tidurnya dengan perasaan yang sangat lelah. Bahkan kepala bagian belakang sepertinya merasakan sakit.
Beberapa nafas kemudian akhirnya dia ingat bahwa pada malam itu dirinya sedang mengikuti Xiao Chen muridnya. Akan tetapi, leher belakang dia tidak sadarkan diri sampai sekarang.
Su Xing menggertakan giginya kemudian bangun dari tidurnya, langsung memutuskan untuk pergi ke gubug Xiao Chen.
Dia ingin tahu, tujuan apa murid sendiri memakai baju setelah misterius sambil menggunakan topeng.
“Sial kamu murid bodoh, jika aku bertemu denganmu maka akan kupukuli kepalamu.” Su Xing Langsung Melompat sambil menggerutu sangat. Bahkan dia lupa bawa ketika bangun tidur seharusnya merapikan rambut dan wajahnya. Karena sedang tersulut amarah, dia sama sekali mengabaikan Citra penampilannya dia hanya ingin pergi ke gubuk muridnya untuk memberi pelajaran.
Satu batang dupa berlalu, Akhirnya sudah tiba di gubuk murid sendiri. Akan tetapi, dia menemukan ada Liu Shen yang sedang berdiri di hadapan gubuk itu.
“Apa yang guru sedang lakukan?” Liu Shen bertanya.
“Aku ingin menemui murid bodoh!” jawab Su Xing dengan wajah yang memiliki garis hitam Ingin rasanya memukuli kepalanya.
Akan tetapi, Liu Shen langsung menggelengkan kepalanya dan berkata: “Dia tidak di sini. Aku sudah memasuki ke dalam menemukan bahwa dia tidak berada di dalam gubuknya.”
“Apa! Xiao Chen belum kembali?” Su Xing tiba-tiba bingung mungkin saja ketika murid sendiri pergi menggunakan setelan baju misterius sampai sekarang belum pulang. Memikirkan hal seperti itu, Su Xing bertanya kepada diri sendiri Sebenarnya apa yang sudah dilakukan murid bodoh itu?
__ADS_1