
Bab 280
Li Shuangyan setelah ditinju oleh Xiao Chen merasakan rasa sakit yang teramat sangat terelakkan, dia juga merasakan bahwa tinju Xiao Chen mengandung jejak hukum penghancur.
"Bajingan siapaa dia! Kenapa ada orang jahat seperti dia!” Li Shuangyan meraung apalagi pedang kesayangannya sudah rusak dan sudah tidak berguna lagi.
Li Shuangyan tidak tinggal diam setelah melihat Du Yuanguang sedang melawan hidup dan mati. Dia berdiri dan mengisi tubuhnya menggunakan hukum penghancur, sehingga setiap serangannya akan memiliki kekuatan penghancur.
Bom!
Li Shuangyan melompat sangat cepat hanya meninggalkan jejak cekungan langsung mencoba menangkap tangan Xiao Chen.
”Kamu hentikan!” Li Shuangyan marah, tapi Xiao Chen masih menyerap esensi kehidupan Du Yuanguang tanpa menghiraukan Li Shuangyan.
Bang!
Satu pukulan mengandung hukum penghacur sangat kuat seketika sekerumunan pendekar terhempas sangat jauh dan mengakibatkan gunung yang didalamnya ada reruntuhan kuno, seketika hancur tidak tersisa.
Batu gunung bertebaran dan menyebar ke segala arah sampai menimpa berbagai monster sampai meninggal.
Pukulan yang mengandung jejak hukum penghancur itu sangatlah menakutkan, akan tetapi dengan jimat pelahap, Xiao Chen langsung menyerap sebagian hukum penghancur itu sehingga jiwa pendekar hukum penghacur milik Xiao Chen semakin meningkat dengan taraf yang mencengangkan.
Pendekar hukum penghancur pringkat empat!
Lima!
Sebelas!
Akhirnya Xiao Chen memiliki pendekar hukum pringkat sebelas, Xiao Chen tidak menyangka hanya membuat jimat pelahap tiba-tiba jiwa iblisnya menyatu dengan jimat pelahap dan membuat hukum terbaru.
Xiao Chen akan sangat khawatir di masa depan mungkin juga akan memiliki lebih dari 3 hukum jiwa pendekar di dalam tubuhnya. Walaupun Xiao Chen sebagai transmigrasi yang tidak memiliki sistem di tubuhnya, tapi dengan bantuan otak jenius kecepatan Microsoft level dua, masih bisa melonjak ke atas sangat cepat.
"Hahaha apakah hanya itu saja kekuatan tinjumu, bahkan untuk melukai tanganku hanya seperti digigit semut,” kata Xiao Chen menatap sinis ke arah Li Shuangyan.
Sekarang Xiao Chen menatap Du Yuanguang yang semakin lama Aura kehidupannya semakin menipis sehingga dia menatap ke arah Xiao Chen seperti sedang melihat musuh bebuyutannya.
"Bahkan aku mati dan menjadi hantu tidak akan memaafkan mu bajingan!” Urat dahi Du Yuanguang banyak yang menonjol sambil wajahnya pucat.
"Jangan banyak omong kosong, kamu mati lebih baik diam!" Xiao Chen tubuhnya memgeluarkan benang merah yang menusuk-nusuk tubuh Du Yuanguang bertubi-tubi.
Setelah sudah menusukkan benang merah ke dalam tubuh Du Yuanguang, bekas genangan darah para pendekar yang sudah dibunuh oleh Du Yuanguang tiba-tiba bergerak-gerak mendekati Xiao Chen dan berubah menjadi pedang langsung menusuk kepala Du Yuanguang sampai turun ke bawah dan mengenai jantungnya.
“Darah ini adalah darah pendekar yang kamu bunuh tadi,” kata Xiao Chen sambil menari tubuh Du Yuanguang secara perlahan-lahan menjadi dua bagian.
Ahhh!
Puff!
__ADS_1
Akhirnya Xiao Chen menarik tubuh Du Yuanguang tangan kiri dan kanan berlawanan sehingga Du Yuanguang meninggal dalam keadaan mengenaskan.
Li Shuangyan yang sedang kesakitan di area perut seketia wajahnya terkena tendangan Xiao Chen sungguh sangat keras dan berguling-guling beberapa kali sampai menabrak batu yang ada tripod menancap.
Xiao Chen menyelinap masuk kedalam retakan ruang dan sudah tiba dihadapan Li Shuangyan. Langsung menginjak tubuh Li Shuangyan dan mengaktifkan jimat stun sehingga tubuh Li Shuangyan tidak bisa digerakkan.
”Heheheh!" Xiao Chen tersenyum jahat dengan mata merah dan ada dua taring yang tajam seketia melucuti tubuh Li Shuangyan tanpa busana.
“Hahahah!" Xiao Chen tertawa sambil mengeluarkan tiga buah tongkat. Satu tingkat langsung dimasukkan ke dalam mulut Li Shuangyan.
Ahhh!
Mulut Li Shuangyan penuh darah dan matanya menangis meminta belas kasih. Tetapi wajah Xiao Chen seperti perwujudan kejahatan itu sendiri.
Setelah mengabaikan Li Shuangyan, satu tongkat lagi dimasukkan ke lubang vitaInya sampai berdarah sehingga Li Shuangyan meronta penuh sakit.
Xiao Chen tidak peduli dengan wajah kejahatan, menusuk tongkat terakhir di bolongan bokong sampai berdarah.
"Hahahah!” Xiao Chen bertepuk tangan dan meninggalkan Li Shuangyan yang meronta-ronta tapi tidak bisa bergerak.
Xiao Chen sambil mendekati tripod itu, seketika langsung menjentikkan jarinya.
Tik!
Bom!
Perut dan kepala Li Shuangyan meledak menjadi daging cincang, meledaknya begitu sangat epik sehingga banyak pendekar yang melihat muntah karena mual.
Bahkan dia sendiri merasakan bahwa tripod nya bisa dikendalikan melalui pikirannya.
Bom!
Belum sempat menyelesaikan keterkejutannya, Xiao Chen merasakan bahwa batu pertama sembilan yang memiliki warna berbeda-beda langsung memberikan informasi ke dalam pikirannya.
Sembilan batu permata itu adalah 9 hukum elemen.
(1) Hukum Angin. (2) Hukum Bumi. (3) Hukum Api. (4) Hukum Air. (5) Hukum guntur. (6) Hukum kayu. (7) Hukum Cahaya. (8) Hukum Kegelapan (9) Ruang.
Seketika Xiao Chen tertegun, walaupun pada dasarnya di kitab hitam Jiang Chen ada lebih dari sembilan jimat hukum elemen, tapi Xiao Chen masih senang dan tersenyum, “Di usia tua, rambut akan memutih, gigi menjadi longgar dan mata telinga berhenti berfungsi dengan baik, tetapi keserakahan tetap belia selama-lamanya.”
Kata-kata itu, Xiao Chen paham betul bahwa walaupun dia memiliki jimat elemen yang belum dikuasai, tapi dia masih mengambiil dan digunakan secara pribadi.
Xiao Chen hanya ingin kelompok violet Garden diatas yang lain, dan tidak ada yang menyentuhnya walaupun menjadi serakah bagi Xiao Chen tidak masalah.
Setelah Xiao Chen mendapatkan tripod sembilan elemen, Xiao Chen menatap ke sekumpulan pendekar yang menatap ke arah dirinya.
”Apakah kalian juga ingin merampas barang yang sudah menjadi milikku?”
__ADS_1
Apakah kamu bercanda? Bahkan mereka semua tidak begitu gegabah untuk merebut tripod sembilan elemen.
Hanya orang bodoh yang meminta kematian hanya karena ingin merampas tripod dari Xiao Chen.
Xiao Chen mengangguk-anggukkan kepalanya dan mempunyai niat agar tripod sembilan elemen dijadikan versi jimat sehingga tidak notis jiwa pendekar.
Setelah itu, karena tidak ada jawaban, Xiao Chen mengangguk dan melihat bahwa dari reruntuhan itu masih ada ruangan yang menuju ke bawah.
Tanpa pikir panjang Xiao Chen memasuki kedalam dan menggunakan pikirannya, Xiao Chen menggunan penjara ruang sehingga sekumpulan pendekar yang ingin mengikuti, tiba-tiba tidak bisa seolah ada penghalang yang tidak terlihat sulit ditembus.
Di dalam sana sebenarnya banyak monster yang sangat ganas, tapi Xiao Chen menghajarnya begitu sangat mudah.
Sampai pada suatu saat, dia menemukan semakin dalam, semakin dingin udaranya bahwa berbagai dinding membeku menjadi es.
”Njir sangat dingin!” Xiao Chen cemberut bahwa tripod nya masih kalah dengan aura dingin yang terpencar dari area ini.
Xioa Chen mengeluarkan api hitam sehingga langsung membakar hawa dingin begitu sangat mudah. Dia berjalan sambil jauh dan membunuh monster es tak terhingga.
Sampai pada suatu saat, dia melihat patung wanita terbyuat dari es yang sangat tinggi.
"Hmmm sesudah rubuan tahun aku akhirnya menemukan lagi pemuda tampan.” Tiba-tiba ada suara yang membuat Xiao Chen dingin tapi Xiao Chen mendengarkan suaara itu tidak familiar seperti pernah mendengar dimana.
Xiao Chen menoleh sekeliling, tapi tidak menemukan sosok yang dicari, sehingga pada suatu saat ada sosok yang cantik berpakaian putih terbang mendekati Xiao Chen. Akan tetapi, Xiao Chen sudah melihat langsung mencoba menyerang.
Hanya saja aura yang sangat membekukan tubuh tembus ke jiwanya.
”Aura yang sangat menakutan! Aku tidak bisa bergerak!" Wajah Xiao Chen serius, tetapi setelah melihat sosok wanita yang muncul didepannya, akhirnya Xiao Chen mau tak mau kaget.
Bukankah dia Jiang Hongyan? Kenapa dia datang kesini.
“Kamu kapan ke sini?" Xiao Chen berkata dengan dingin.
Akan tetapi, Jiang Hongyan hanya tersenyum menawan langsung mendekati Xiao Chen kalau dia berjongkok.
Jiang Hongyan membuka celana Xiao Chen dan tangan yang halus langsung meraih adik laki-laki yang sedang mengkerut karena kedinginan.
"Oi kamu mesum apa yang kamu lakukan!” Xiao Chen ingin menangis tapi tidak ada air mata. Dia tidak mengira bahwa dirinya akan diperkosa oleh wanita.
"Oi ... hentikan!”
Ahhh!
Akan tetapi, Jiang Hongyan tidak menggubris langsung memainkan adik laki-laki dengan semangat sehingga adik laki-laki nya bangun dengan sangat perkasa.
Dia menjilat bibirnya dengan main-main. "Wow cukup besar.”
Bibir yang indah langsung membuka dan mendekatkan ke adik laki-laki.
__ADS_1
Pada saat itu, Xiao Chen beteriak ambigu.
Ahhhh!