Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Lan Xuaner Menyesal


__ADS_3

Bab 25 Lan Xuaner Menyesal


Di tempat tidur Xiao Chen, saat ini Xiao Shi sudah menaruh putranya untuk ditidurkan ke kasur yang empuk.


Xiao Shi menghela nafas: “Nak, aku sekarang bangga terhadap mu. Sekarang keluarga Xiao memiliki seseorang yang bisa berdiri di atas segalanya.”


Setelah itu, dia pergi meninggalkan kamar Xiao Chen untuk beristirahat. Jika Xiao Chen bangun maka segeralah mengajukan pertanyaan kepada putra sendiri.


Sekarang Anda memikirkan mungkin saja, setelah putra Anda menyerang Wang Xitong hingga tangnya cacat, pihak keluarga Wang tidak akan terima.


Anda harus waspada mungkin pihak Wang akan mengirim semua pengawalnya untuk menyerang keluarga Xiao Anda.


Tidak kemungkinan besar keluarga Wang akan menyewa pembunuh bayaran untuk berurusan dengan Anda dan putra Anda.


Xiao Lan sungguh khawatir jika dirinya tidak bisa menjamin keselamatan Xiao Chen, tapi mengingat bagai mana anak sendiri bisa mengalahkan jenius pendekar Level lima, ini membuat hati seperti bergembira.


Setelah keluar kamar putranya, dia memerintahkan pelayan untuk memberikan makanan di samping kamar Xiao Chen jika sewaktu-waktu sudah siuman.


Di dalam kamar.


Xiao Chen saat ini, matanya berkerut langsung membuka dengan sangat tajam.


”Uhh .... dimana ini? Apakah sekarang berada di kamar?” Akhirnya Xiao Chen mencoba bangun dan melihat sekelilingnya. Benar saja dia sudah dipindahkan ke kamar sendiri.


“Aku ingat bahwa sebelum aku tak sadarkan diri, ada guru yang mencoba memukul leherku?”


”Ahh sial! Jika tidak ada yang menghalangi ku maka kamu akan mati!”


"Bak!"


Xiao Chen marah dan menghentakkan tangan di kasur sehingga ketika pelayan sudah masuk dan melihat amukan Xiao Chen langsung terkejut dan menjatuhkan makanannya.


“Ahhh sial kaget!”


Pelayan itu panik setelah kaget dan menjatuhkan makanannya yang akan dihidangkan kepada Xiao Chen.


Kini Xiao Chen melihat keterkejutan pelayan tersebut, sungguh malu dan berkata sambil menggaruk hidung. “Uhh maafkan aku, kamu boleh pergi biar aku yang membereskan makanan tersebut yang di lantai.”

__ADS_1


“Tapi Tuan ... biar aku saja yang membereskan,” ucap pelayan tersebut sambil gugup.


Xiao Chen tidak bisa menahan tersenyum, “Tidak apa-apa, kamu keluarlah.”


“Hmmm....”


“Baik Tuan Muda aku pergi, kamu bisa memanggilku jika membutuhkan sesuatu,” jawab pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan kamar Xiao Chen.


Xiao Chen bangun dari tidurnya, dan meraih makanan yang terjatuh di lantai tanah.


“Belum lima menit masih bisa dimakan,” ucap Xiao Chen seketika teringat di kehidupan Bumi jika ada makanan terjatuh, belum lima menit maka bisa diambil dan dimakan.


Sekarang sudah tiba di dunia pendekar, hanya menggelengkan kepalanya kebiasaan di Bumi masih melekat sampai sekarang.


Xiao Chen di Bumi bernama Dion Mahesa, dia di bumi sudah berumur 30 tahun bekerja di perkantoran.


Kesehariannya hanyalah bekerja sampai lembur dan tidak ada kegiatan yang lain. Mungkin jika ada waktu senggang Xiao Chen hanya membuka aplikasi Biru untuk membaca novel kesukaannya.


Bukan hanya itu saja, Xiao Chen di aplikasi Biru menjadi Author yang cukup berbakat. Mengingat novel yang dia tulis di Bumi sungguh khawatir.


“Novelku apakah ada yang protes karena Hiatus? Sayangnya penulis sudah pergi ke dunua pendekar,” kata Xiao Chen menghela nafas setelah mengingat novel milikinya yang berjudul Seni Naga Sejati Emas Taiko yang sudah 200 bab lebih.


Sembari memungut makanan di tanah, Xiao Chen memikirkan novel milikinya sangat tidak terima jika Hiatus.


Ketika sedang makan, tiba-tiba Ayah datang dan langsung berkata kepada Xiao Chen lewat luar pintu.


“Nak, keluarlah! Ada guru Su Xing yang ingin bertemu dengan mu!” Suara Xiao Lan sungguh keras di luar kamar.


“Guru Su Xing? Siapa dia?” Xiao Chen tidak memikirkan lagi langsung keluar dari kamar.


~


~


~


#Momumen Penilaian

__ADS_1


Wang Xitong yang sudah di obati akhirnya sedikit membaik. Akan tetapi, tangan sebelah sudah hilang alhasil sekarang dia cacat.


Tidak mempunyai lengan dan tangan, untuk menjadi pendekar sungguh sangat tidak efektif. Inilah yang dirasakan Wang Xitong dan semua keluarga Wang.


“Wooo ... Ayah! Tangan ku hilang Ayah balaskan dendam kepada brengsek Xiao Chen!” Wang Xitong mengangis tersedu-sedu sungguh sangat tidak terima dan sangat ironis.


“Nak, kamu bersabar. Aku juga tidak tahu bagaimana Xiao Chen menjadi kuat secara singkat, mungkin saja dia telah menyembunyikan kekuatannya sangat lama,” ucap Ayah Wang sungguh bersungut.


Memikirkan kejadian tersebut sepertinya keluarga Xiao sudah menampar beberapa wajah keluarga Wang sehingga membuat malu.


Bukan hanya itu saja, keluar Lan juga menjenguk bagaimana keadaan Wang Xitong, begitu melihat keadaan Wang Xitong yang menyediakan dan cacat sungguh ironis dan sangat menyesal.


Apalagi Lan Xuaner sekarang melihat calon tunangan sendiri yang dibanggakan pada waktu itu sungguh sangat menyedihkan dan sekarang dia sungguh tidak bisa menerima kenyataan bahwa Wang Xitong sekarang menjadi cacat, walaupun basis jiwa tidak mengakui kerusakan, akan tetapi sebagai wanita cantik tidak mau memiliki pasangan yang cacat.


‘Tsk Xiao Chen, apakah kamu masih menyukai ku, aku harap jika bertemu dengannya aku akan meminta maaf atas kesalahannya yang ku perbuat,’ batin Lan Xuaner dia masih percaya diri bahwa Xiao Chen memiliki perasaan kepada dirinya dan akan mau memaafkan kesalahannya yang telah diperbuat.


Wang Xitong melihat Lan Xuaner yang melamun hanya berkata, “Ini gara-gara kamu jika bukan kamu aku tidak seperti ini menjadi cacat!”


Lan Xuaner tidak menerimanya langsung berteriak dengan raut yang sangat jelek. “Apa? Bukankah kamu yang memulai, jika kamu tidak menggoda ku, aku tidak akan memutuskan hubungan ini kepada Xaiao Chen! sekarang setelah aku melihat Xiao Chen mengalahkan mu aku sungguh sangat muak dengan mu apa lagi, sekarang kamu memiliki tubuh yang cacat,”


“Bajingan kamu, berani sekali menghina anakku dasar jalanng!” Ayah Wang langsung menampar pipi Lan Xuaner sehingga langsung terjatuh.


"Plak!"


“Bajingan hentikan kamu ketua Wang!” Lan Qiyange sungguh rumit lambung meraih Lan Xuaner untuk bangung.


Lan Xuaner menangis sejadi jadinya, “Aaaa..... ayah aku tidak ingin menikah dengan Wang Xitong karena cacat, aku ingin pergi ke keluarga Xiao untuk meminta maaf!”


“Nak sabarlah, ayo kita pergi dari sini....” Lan Qiyange sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi bahkan tidak berani untuk menemui keluarga Xiao.


Padahal dulu dia dan Xiao Lan adalah teman dekat tapi sekarang rusak karena Ego sendiri.


Sambil terbang dan merangkul Lan Xuaner, dia tersenyum pahit.


“Ayah apakah kita bisa meminta maaf kepada Keluarga Xiao, aku sungguh sangat menyesali perbuatan ini Ayah aku tidak ingin seperti ini,” Lan Xuaner mendesak.


Lan Qiyange menghela nafas, “Kita meminta maaf tapi apakah kamu tahu nak, air yang sudah di tumpahkan ke tanah tidak bisa diambil lagi, bahkan jika bisa diambil warna air tida jernih.”

__ADS_1


“Tapi ayah....”


__ADS_2