Kultivasi Fana

Kultivasi Fana
Peng Chen


__ADS_3

Bab 289 Peng Chen


seluruh tamu maupun Xiao Chen kepalanya langsung mendongkak tertuju ke arah suara itu. Xiao Chen melihat Satu pemuda berpenampilan gagah dan berani memakai jubah kuning keemas-emasan, dari jubah itu terdapat corak seperti rumput yang sangat bagus.


Tangan kanannya mengepal begitu erat, yang kirinya membawa tombak berwarna merah.


Dia adalah Peng Chen.


Peng Chen menatap bangga ke arah Xiao Chen, Tetapi setelah melirik ke kanan sedikit melihat wanita yang sangat cantik dan sangat anggun sedang bergandengan tangan dengan Xiao Chen, hatinya seperti meminum cuka yang sangat asam.


Yup. Peng Chen sekarang sedang cemburu besar karena pujaan hatinya sudah dipinang oleh orang lain.


Peng Yuan ayah dari Peng Chen, merasa tidak enak sehingga menggaruk hidungnya lalu mencoba menarik pergelangan tangan Peng Chen.


Peng Chen pun, langsung mengibas-ngibaskan tangannya, dia sudah membuat kode agar Ayah tidak perlu khawatir sama sekali ini adalah pertempuran jantan dengan jantan.


Xiao Chen sudah tahu bahwa sekarang sedang menghadapi remaja yang dulunya adalah pengagum dari Yun Wuxin.


Xiao Chen kemudian berkata: ”Rekan pendekar, apa yang Anda inginkan terhadap saya?”


”Saya Peng Chen ingin berkelahi dengan Anda.” Peng Chen kemudian membuat tinju tangan dengan hormat.


”Biar saya tebak. Mungkin Anda adalah pengagum rahasia dari Yun Wuxin ku.” Xiao Chen berkata dengan hormat.


”Ini benar. Saya sedari dulu mengagumi kecantikan Yun Wuxin. Apakah Anda tahu, saya menyukai Putri Wuxin sejak dari dulu, hanya saja sekarang Putri yang aku cintai sudah berpaling Dengan Pemuda lain yaitu Anda. Biar saya berkata lagi, di Sekte Awan Melonjak ada kecantikan yang setara dengan Yun Wuxin. Dia adalah Peri Xuanyi. Kenapa Anda harus memetik Yun Wuxin ~_~ ” Peng Chen menangis berlinang air mata, tapi langsung wajahnya menjadi serius menatap ke arah Xiao Chen.


”Walaupun Saya tidak tahu bagaimana dia menyukai Anda, tetapi dalam pandangan saya, Anda hanyalah manusia biasa cuma sedikit tampan daripada aku.”


Xiao Chen cemberut, dia sungguh terlalu percaya diri dan terlalu narsis. ”Mungkin karena Anda kurang tampan. Jadi apakah Anda jadi melawan ku?”


”Tentu saja aku akan melawan!” Peng Chen memutar-mutarkan tombak merah itu dengan bangga langsung menuju ke tempat-tempat pertengahan dari tamu.


Seluruh tamu yang diundang, langsung menyingkir dan membuat arena.


Peng Chen yang sudah memutar-mutarkan tongkat merahnya itu tidak sabar untuk menghajar Xiao Chen sambil ingin tahu berapa kuatnya Xiao Chen.


Peng Yuan yang sudah menyamping langsung berkata kepada Xiao Chen. ”Tuan Er Chen! Tolong jangan bersikap kejam, dia adalah putra yang sembrono mohon dimaklumi!”


”Tifak apa-apa, aku menghargai tantangannya.” Xiao Chen mengangkat tangannya untuk menunjukkan bahwa tidak perlu khawatir jika dirinya memukuli Peng Chen hingga menjadi kepala Babi.


Setelah membuat isyarat, Xiao Chen menatap Peng Chen lalu berkata; ”Sebaiknya Anda menyerang saya terlebih dahulu, Saya ingin melihat bagaimana Anda memiliki kualifikasi untuk melawan.”

__ADS_1


”Hump! Ini kesempatan bagus,” Peng Chen mendengung sambil mengusap hidungnya lalu mengangkat tombak merahnya dan tiba-tiba tombak itu bercahaya merah sambil berlari sangat cepat, lalu langsung dilemparkan tombak merah itu ke arah Xiao Chen.


Wush!


Tombak itu dilemparkan begitu sangat cepat langsung bercahaya berubah menjadi naga merah, yang di sekelilingi api mengamuk.


Roar!


Tombak naga yang berubah menjadi api merah meliuk-leuk sangat cepat langsung mendarat di hadapan Xiao Chen.


Xiao Chen hanya tersenyum langsung mengangkat tangan kanannya, tiba-tiba langsung menangkap tombak api merah itu dengan tangan kosong.


Hap!


Tetapi mereka juga tidak tahu bahwa Xiao Chen menangkap tombak menyala merah itu diberi menggunakan jimat pelahap.


Bom!


Tombak yang ditangkap menggunakan tangan kosong, tiba-tiba mengamuk dan mengakibatkan huru-hara di sampingnya. Warna api marah itu seperti ingin melahap Xiao Chen, akan tetapi setelah melebihi dari dua menit, api yang semula mulanya berwarna merah ganas tiba-tiba menjadi padam langsung tersedot di telapak tangan Xiao Chen.


Semua tamu yang melihat langsung menatap kosong ke arah Xiao Chen.


Bagaimana pemuda Xiao Chen melakukannya, dia menangkap tombak merah menyala-nyala hanya menggunakan tangan kosong saja! sungguh luar biasa!


Xiao Chen yang sudah melahap api merah itu, tiba-tiba menatap ke arah Peng Chen, ”Sekarang saatnya saya yang memulai tindakan.”


Tombak yang masih dipegang oleh Xiao Chen, tiba-tiba mengamuk langsung berubah menjadi naga merah yang sangat ganas dengan kekuatannya dua kali lipat daripada milik Peng Chen.


Bom!


kecepatan lemparan tombak itu sungguh sangat cepat, Peng Chen yang mencoba menahannya langsung tidak tahan dia terseret keluar dari perjamuan meriah pernikahan sambil menabrak tembok tiga kali.


Bom!


Bom!


Bom!


Ahh!


Tangan Peng Chen berdarah, dia berputar-putar dan menghantam tanah begitu sangat keras, memegang tombak milik sendiri dia melihat seluruh bajunya sudah hilang hanya menyisakan sempakk berwarna pink.

__ADS_1


Kyaaa!


Para tamu yang diundang khususnya para gadis langsung berteriak malu, ternyata tuan muda Peng yang selalu bijaksana dan tegas menyukai warna Pink.


Peng Chen menyadari situasi itu langsung malu dan tubuhnya langsung diselimuti oleh Aura pendekar sehingga mereka semua tidak bisa melihat.


Peng Chen mengeluarkan baju dari cincin penyimpanannya langsung terbang melesat ke arah Xiao Chen.


”Ini adalah teknik tombak merah api, tapi kekuatan yang Anda lakukan melebihi apa yang saya kuasai.” Peng Chen mendekati ke arah Xiao Chen dengan bingung.


Xiao Chen menatap tangan sendiri seketika ada ular api yang menakutkan berjalan sekitar di pergelangan tangannya. Meskipun demikian api itu tidak membakar baju.


”Woah ternyata Anda adalah pendekar api yang sangat bagus, pantas saja saya kalah. Akan tetapi saya masih memiliki satu teknik lagi!” Tiba-tiba Peng Chen tangan kirinya mengeluarkan cambuk duri yang menyala-nyala langsung menyerang Xiao Chen.


Serangannya langsung diarahkan kepada wajah Xiao Chen. Xiao Chen langsung menghindari sambil menggeleng ke kanan dan ke kiri.


Wush!


Memutar-mutarkan tubuhnya, Xiao Chen mendekati ke arah Peng Chen sungguh sangat elegan.


Tangan kanannya berubah menjadi saat mematikan langsung menikam leher Peng Chen.


Pak!


Ahhh!


Peng Chen besok ketika terjatuh dan berlutut, artefak serbaguna dikeluarkan, langsung berubah menjadi tongkat lalu, Xiao Chen memukul-mukul pantat Peng Chen.


Pak!


Aduh!


”Aduh! Bajingan kamu memukul dengan cara tercela!"


Pak!


Aduh!


“Kamu!” Peng Chen pendak terbangun tetapi tongkat itu berputar langsung menikam punggungnya.


Pak!

__ADS_1


Sekali lagi, Xiao Chen memukul pantatnya hingga merah.


Tongkat pemukul anjing memang sangat bagus, seberapa kuat musuhnya, maka begitu sangat mudah untuk ditaklukan layaknya anjing!


__ADS_2